Tuesday, 24 April 2018

Pembunuh Istri Dituntut Hukuman Mati



CURUP RPP - Setelah empat pekan mengalami penundaan, sidang dengan agenda pembacaan tuntutan terhadap terdakwa kasus pembunuhan istri akhirnya digelar, Selasa (24/4), di Pengadilan Negeri (PN) Curup. 

Pada persidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Rejang Lebong (Kejari RL), Andhika Sukma Nugraha, SH, dengan tegas menyimpulkan, terdakwa Maryantoni alias Toni, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. 

Penuntut umum berpendapat bahwa, terdakwa Maryantoni telah dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu menghilangkan nyawa orang lain. Penuntut umum juga berpendapat, dalam perkara ini tidak ditemukan adanya hal-hal yang dapat meniadakan kesalahan terdakwa, baik berupa alasan pembenar maupun alasan pemaaf. Sehingga mesti dipertanggungjawabkan oleh terdakwa. Atas hal tersebut, JPU menuntut terdakwa Maryantoni dengan pidana mati

"Menyatakan terdakwa Maryantoni alias Toni telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 340 KUHP, sebagaimana dakwaan alternatif pertama primair penuntut umum. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Haryantoni alias Toni denganj pidana   mati," ujar penuntut umum di persidangan, kemarin.

Masih menurut jaksa di persidangan, barang bukti berupa satu buah ransel, satu lembar jaket, satu buah sandal, satu buah pisau sepanjang 29 centimeter, satu buah parang sepanjang 48 centimeter, dan satu buah botol berisi racun rumput, dirampas untuk dimusnahkan.

Sedangkan barang bukti berupa satu buah helm, satu buah daster, satu pasang sandal, satu lembar jaket parasut, satu lembar celana legging warna coklat, satu buah jilbab, satu lembar jaket kulit, satu lembar kain motif batik, dan satu unit sepeda motor Yamaha N-Max, dikembalikan kepada saksi Endang Sudirman alias Endang sebagai ahli waris korban.

Sebelum menyampaikan tuntutan kepada majelis hakim yang diketuai Riswan Herfiansyah, SH, MH tersebut, penuntut umum memaparkan keterangan saksi-saksi yang telah dihadirkan pada persidangan-persidangan sebelumnya. Termasuk membacakan alat bukti berupa visum et repertum yang dikeluarkan dokter RSUD Curup. 

Di persidangan itu, penuntut umum juga menguraikan proses peradilan terhadap terdakwa, mulai dari proses pelimpahan perkara pada 29 Januari 2018, penetapan jadwal sidang oleh ketua majelis hakim, hingga agenda tuntutan yang diketahui sudah berlangsung selama 10 kali persidangan.

Usai pembacaan tuntutan, ketua majelis hakim menanyakan kepada terdakwa dan Penasihat Hukum (PH)-nya Kristian, SH, apakah sudah memahami isi tuntutan, dan dijawab oleh terdakwa dan PH-nya, sudah paham. 

Selanjutnya, terdakwa melalui PH-nya, memohon mengajukan pembelaan (pleidoi) atas tuntutan jaksa. Permohonan terdakwa melalui penasehat hukumnya pun dikabulkan majelis hakim. "Sidang ditutup dan akan dilanjutkan pekan depan, Selasa (1/5), dengan agenda pembelaan," ujar ketua majelis. (**)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook

0 komentar:

Item Reviewed: Pembunuh Istri Dituntut Hukuman Mati Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai