Monday, 5 February 2018

Sawah di Lebong Utara Kekurangan Pasokan Air



SEORANG petani menunjukkan lahannya yang retak akibat kekurangan air. (FHOTO:JULKIFLI SEMBIRING)
LEBONG RPP - Petani di wilayah Kecamatan Lebong Utara dan Amen, terutama yang memiliki lahan persawahan di wilayah dari Irigasi Ketahun BK 18 seperti Desa Sukarajo, Sungai Gerong, Dusun Muara Aman, Lebong Donok, Kelurahan Kampung Jawa, dan Desa Tunggang, mulai mengeluhkan minimnya pasokan air. Sebagian lahan yang sudah siap tanam di wilayah ini masih harus menunggu ketersediaan air. 

"Sudah seminggu terakhir air dari Irgasi Ketahun mengecil, sehingga air tidak sampai ke perswahan kita. akibatnya lahan yang sudah seharusnya ditanam terpaksa kita tunda penanamannya. Bahkan sebagian yang sudah turun tanam, pertumbuhannya tidak maksimal karena kekurangan air. Mestinya, tanaman berumur 3 hari harus digenangi, agar tanaman padi bisa berakar. Sekarang ini karena kekurangan air bahkan sebagian areal perswahan yang jaraknya jauh dari irigasi tidak mendapatkan air, dan kondisi tanah mulai retak retak," kata Sudarno, seorang petani di areal persawahan Lebong Donok. 

Menurutnya, akibat minimnya pasokan air untuk menggenangi areal sawah yang telah ditanam, memicu berkembangnya binatang orong-orong yang memakan akar padi yang baru ditanam. "Biasanya setelah 3 hari turun tanam, lahan kita genangi air, ini untuk mempercepat pertumbuhan akar padi dan menghindari berkembangnya orong-orong. Orong-orong ini cepat sekali berkembang kalau lahan lembab, dan biasanya memakan akar akar bibit padi yang baru ditanam," papar Sudarno. 

Pantauan di areal persawahan warga Kampung Jawa yang berada di seberang Air Kotok, masih banyak petani yang belum melakukan turun tanam meski lahan telah bersih dan siap ditanam. "Tadi sudah ada petani di sini yang menyusuri Irigai Ketahun hingga ke hulu, untuk mencari tau penyebab kurangnya air. Dari bagian hulu Irigasi Ketahun ini, sebenarnya cukup besar, namun karena di bagian hulu ternyata masih banyak yang belum turun tanam, maka pintu pintu air yang ada banyak yang dibuka. Akibatnya kita yang berada di hilir mengalami kekurangan pasokan air. Harapan kami para petani yang ada di bagian hilir ini, Dinas Pertanian dapat turun dan melakukan pengawasan penggunaan air, sehingga kita juga bisa mendapatkan pasokan air," harap Sudarno.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperkan) Kabupaten Lebong Emi Wati SE MAk melalui Kasi Lahan dan Irigasi Afri Hardiansyah ST, membenarkan adanya masalah penutupan pintu air sehingga membuat sebagian kawasan pertanian masyarakat mengalami kekeringan. 

"Kondisi terjadinya kekeringan di areal persawahan BK 16-20 di Desa Tunggang karena dipengaruhi terjadinya penurunan debit air Ketahun, ditambah kurangnya koordinasi buka tutup pintu air di BK 3 dan BK 9. Sehingga air tidak mengalir ke bagian hilir. Hari ini, Senin (5/2), kita telah turun melakukan pengecekan dan masalah ini sudah ditangani, dan air sudah mulai mengalir lagi," kata Afri. 

Dengan adanya kejadian ini, Afri menyayangkan masyarakat atau perangkat desa tidak cepat-cepat melaporkan masalah aliran air ke pihaknya. Karena jika cepat dilaporkan, maka pihak dinas bisa langsung turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan. "Kita meminta jika kembali terjadi pengeringan air agar bisa cepat dilaporkan," pintanya.

Kedepan, Disperkan akan melakukan rapat bersama instansi terkait, guna membicarakan mengenai pengaturan pengaliran air, sehingga tidak lagi terjadi masalah sawah yang kekeringan. Selain itu, pihaknya juga akan mengajak Bhabinkamtibmas dan Babinsa bekerjasama melakukan pengawasan. "Karena jika tidak diawasi maka dikhawatirkan kembali terjadi masalah lain," kata Afri. (red) 
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook

0 komentar:

Item Reviewed: Sawah di Lebong Utara Kekurangan Pasokan Air Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai