Wednesday, 7 February 2018

Klarififikasi Kepala SDN 7 Muara Kemumu


NASUTION. (FHOTO: TONI)
KEPAHIANG RPP - Kepala SDN 7 Muara Kemumu, Nasution, membantah jika dirinya disebut tidak pernah datang ke sekolah. Namun Ia juga tidak mengatakan jika dirinya tidak setiap hari datang ke sekolah. Faktor ekstrimnya jalan menuju sekolah menjadi penyebabnya. 

Menurutnya, Ia telah 6 tahun menjalankan tugas sebagai Kepala SDN 7 Muara Kemumu di Damar Kencana. Sementara rumahnya berada di Perumnas Padang Lekat Kecamatan Kepahiang. Bahkan untuk kelancaran aktivitas menuju sekolah tempatnya bertugas, Nasution memodifikasi sepeda motor bebek miliknya menjadi bentuk trail, dengan stang tinggi, lengkap dengan ban bergigi tahu dan kasar. Motor rancangannya itulah yang digunakan untuk menuju sekolah yang berjarak tempuh sekitar 2,5 jam itu. 

"Kalau berangkat dari rumah pukul 07.00 WIB, maka tiba di sekolah pada sekitar pukul 09.30 WIB. Pulang ke rumah lagi biasanya pukul 5 sore. Itu pun kalau cuaca panas dan tanah kering, kalau kebetulan hujan atau tanah basah, maka akan sangat sulit untuk melintasi ekstrimnya jalan, meskipun motor dimodif trail, tempat berteduh tidak ada, tapi saya bawa plastik untuk mantel," ungkap Nasution. 

Diakuinya, meski dirinya tidak setiap hari datang ke sekolah, namun proses kegiatan belajar mengajar di SDN 7 Muara Kemumu tetap berjalan sebagaimana mestinya. "Kita ada 4 guru, 3 guru honorer, satu guru PNS namanya Pak Warsito.  Nah Pak Warsito menginap di sana, jadi kegiatan belajar mengajarnya tetap lancar, karena selain saya, urusan internal sekolah, saya dibantu dengan Pak Warsito, sedangkan urusan yang keluar saya tangani sendiri," terangnya. 


Masih menurut Nasuiton, memang sekolah yang dipimpinnya itu terkendala jika ingin mengikuti kegiatan di ibukota kabupaten, karena buruknya akses trasportasi. "Memang kita hanya fokus belajar saja di sekolah, tidak punya angan-angan untuk ikut-ikutan lomba di ibukota kabupaten, karena ongkos ojek mahal. Bapak tau sendiri lah kondisi jalan di sana itu bagaimana sulitnya," ujarnya. 

Nasution menjelaskan, jalan yang tidak pernah dibangun itu dari Desa Cinto Mandi - Langgar Jaya - dan Damar Kencana. Dari Desa Cinto Mandi hingga ke SDN 7 Muara Kemumu jaraknya lebih kurang 16 Km. "16 kilometer ini Pak, kondisi jalannya tanah, berlubang, naik turun, dan berlumpur, ketika hujan sangat sulit dilewati. Bisa jadi lumpur sampai stang motor. Bahkan jalan itu pernah masuk tivi nasional," ujarnya lagi.

Dengan kondisi jalan yang sedemikian rupa, Nasution berharap keseriusan pemerintah untuk membangun akses menuju Langgar Jaya dan Damar Kencana. "Selain itu, kita juga berharap agar pemerintah daerah dapat menambah anggaran untuk gaji honorer. Karena untuk dua bulan ini (Januari dan Februari, red), honorer dirumahkan. Tapi kita tidak mungkin melakukan itu. Kalau dirumahkan, lalu siapa lagi yang akan mengajar di sana. Makanya untuk gaji honorer dua bulan ini kita siapkan dari dana BOS," tandasnya. (red)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook

0 komentar:

Item Reviewed: Klarififikasi Kepala SDN 7 Muara Kemumu Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai