Monday, 12 February 2018

Diduga Karena Air Musi Tercemar, Hasil Panen Lubuk Kembang Menurun

Muis menunjukan tanaman padinya  yang tidak subur, diduga akibat sungai Musi tercemar.
CURUP RPP - Para petani di Desa Lubuk Kembang Kecamatan Curup Utara mengeluh. Pasalnya, hasil pertanian mereka kini mengalami penurunan secara drastis. Seperti disampaikan Muis (47), petani desa setempat.

Menurutnya, hal tersebut terjadi, diduga karena masuknya proyek sebuah perusahaan yang mengganggu aliran Sungai Musi yang mengaliri irigasi persawahan di desa ini. Air sungai menjadi tercemar lantaran warnanya berubah, air seperti berminyak dan kadang menimbulkan bau.

Ia menambahkan, sekitar lima tahun lalu, hasil pertanian tergolong banyak. Dari sawah seluas 0,5 hektare miliknya, bisa menghasilkan 80 kaleng beras. Namun sekarang hanya menghasilkan 43 kaleng beras.
"Biasanya tanaman padi ini tidak cepat menguning dan padinya juga lebat. Tapi kalau sekarang, tampak batang padinya seperti tidak subur," ujar Muis.

Selain berpengaruh terhadap hasil panen, tambahnya, air sungai kini juga tidak bisa lagi dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari. Misalnya untuk mandi maupun untuk air minum.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Lubuk Kembang, Rozi, membenarkan hal tersebut. Memang sejak adanya proyek tersebut, aliran Sungai Musi di desanya, sudah tidak bisa lagi digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. "Kalau digunakan mandi, masyarakat takut gatal-gatal. Karena airnya keruh dan tidak bisa dikonsumsi," kata Rozi. (cw1)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook

0 komentar:

Item Reviewed: Diduga Karena Air Musi Tercemar, Hasil Panen Lubuk Kembang Menurun Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai