Wednesday, 24 January 2018

Susunan Batu Berjejer Rapi, Hingga Cerita Kutukan Si Pahit Lidah

Keindahan Objek Wisata Air Terjun Batu Betiang di Bermani Ulu Raya yang masuk di Kawasan TNKS

Surga yang Tersembunyi di TNKS (Bagian 2 - Habis)


BEGITU tiba di lokasi objek wisata Batu Betiang kami langsung menyiapkan berbagai perlengkapan untuk merekam dan mengambil gambar. Mulai dari kamera digital hingga handphone beresolusi tinggi. Beberapa keunikan dan keanehan mulai kami temukan.

Buyono, BUR

Dari hasil rekaman video dan gambar dalam bentuk foto yang kami dapat, kami menemukan sebuah batu bersusun yang tidak biasa. Memiliki gambar berbeda ketika hanya dilihat dari kejauhan yang hanya tampak seperti kayu balok yang tinginya belasan meter dan berjejer rapi. Namun ketika saya dekati, ternyata di bagian dalam balok-balok batu itu masih terdapat balok-balok batu lainnya.

Uniknya lagi, balok-balok itu itu tidak semuanya berukuran panjang dan besar yang sama. Ada sebuah rongga kecil yang menunjukkan bahwa ada balok batu yang terpisah jarak sekitar 1 centimeter. Ini menunjukkan, balok batu berjumlah banyak dan tidak satu kesatuan, karena ada jarak yang memisahkan. Meskipun posisinya bertumpuk.

"Luar biasa, inilah wujud kebesaran Allah SWT. Tapi di sisi lain, saya menduga ada peradaban manusia di sini. Karena bebatuan ini seperti dibentuk dan disusun tangan manusia. Apalagi di beberapa sisi terlihat seperti batu bekas dipahat, yang bekasnya sudah tertutup lumut," ungkap seorang pengunjung, Andrianto.

Apalagi bebatuan di beberapa lokasi di sekitar air terjun juga banyak yang berukuran besar dan kontur atas bebatuan ini aad yang sangat halus. Kemudian bebatuan berbentuk balok yang tegak lurus di pinggir Air Sulub, tidak hanya di pinggir air terjun. Namun juga sampai beberapa puluh meter di bagian bawah aliran sungai.

Sayang, mulai ramainya pengunjung di lokasi ini membuat bebatuan nan indah dan penuh dengan misteri ini kini mulai dipenuhi oleh tulisan-tulisan tangan jahil. Kami pun sempat menegur seorang perempuan muda yang mencoba menggoreskan tangan jahilnya ke bebatuan yang berbentuk balok di pinggir sebelah kiri air terjun. Beberapa nama orang tergores di bebatuan ini.

Belum lagi banyaknya sampah pengunjung yang tidak dibawanya pulang lagi. Seperti tanpa dosa mereka membuang sampah bekas makanan dan air minuman mereka ke sungai dan bebatuan di sekitar air terjun Batu Betiang ini.

Sekira pukul 13.30 WIB, kami beranjak meninggalkan lokasi objek wisata yang masih dipenuhi oleh puluhan pemuda dan pemudi yang sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Setelah melewati sekitar 3 bidang kebun kopi, kami bertemu dengan seorang petani kopi, Hendri. Sebagai warga lokal, ia sedikit mengetahui tentang kisah asal-usul batu betiang ini.

Diceritakannya, berdasarkan legenda yang ada, pada zaman dahulu ada warga dari Tapus (Lebong) yang menebang pohon di hutan ini. Kemudian di dekat air terjun ini bertemulah mereka dengan si Pahit Lidah. Warga ini ditegur oleh Si Pahit Lidah akan dipakai untuk apa mereka menebang pohon dan sudah dijadikan balok-balok dan dihanyutkan di sungai.

Berulang kali ditanya, tapi tidak kunjung ada jawaban, maka di sumpahlah kayu-kayu balok yang akan dihanyutkan di Air Sulub itu menjadi batu. Makanya sekarang bebatuan itu bentuknya menyerupai kayu balok.
"Itu bahkan kayunya sudah ada yang hanyut dan ikut jadi batu, ada di bagian bawah Air Sulub ini. Informasinya yang sudah sampai di Tapus juga ikut jadi batu. Tapi itu cerita legenda, benar atau tidaknya, kita tidak tahu. Kalau mau diceritakan, panjang ceritanya," kata Hendri sambil memetik kopinya.

Bahkan menurutnya, bukan hanya Air Terjun Batu Betiang saja potensi wisata yang ada di sini. Tetapi masih ada tempat lain, yakni batu mutar atau dalam bahasa Rejang yang merupakan bahasa setempat, buteu mutea yang letaknya sekitar 500 meter di atas Air Terjun Batu Betiang.

"Dulu kata orang tua, batu mutar itu, ya mutar. Tapi sekarang tidak lagi. Lokasinya masih di atas Air Terjun Batu Betiang. Mungkin memang dulu ada yang pernah hidup di situ, kami juga tidak tahu," tukasnya.

Hingga kini, Dinas Pariwisata Rejang Lebong (RL) baru sebatas membangun akses jalan di Desa Babakan Baru untuk menuju ke lokasi. Namun masih di luar kawasan TNKS. Kemudian beberapa plang peringatan untuk tidak merusak hutan dan gapura selamat datang di Objek Wisata Air Terjun Batu Betiang. Belum ada penelitian serius melibatkan pihak terkait tentang keberadaan objek wisata dan mengungkap misteri sesungguhnya. (**)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook

0 komentar:

Item Reviewed: Susunan Batu Berjejer Rapi, Hingga Cerita Kutukan Si Pahit Lidah Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai