Friday, 5 January 2018

Bola Mata Nyaris Keluar, Mau Operasi Tak Punya Biaya

Edi Sucipto (42), Warga Dusun II Desa Sukamarga

SETIAP musibah dan penderitaan, menjadi ujian. Setiap manusia yang hidup di dunia ini, juga pasti menghadapi persoalan yang berbeda-beda, setiap saat. Seperti apa yang dialami Edi Sucipto (42), warga Dusun II Desa Sukamarga, Curup Selatan. Ia menderita penyakit yang kemudian menyebabkan bola matanya nyaris keluar. Penyakit ini muncul setahun lalu, diawali pilek berkepanjangan.

BUYONO, Sukamarga

Saat ditemui wartawan koran ini di rumah adiknya di Gang Gumarang Kelurahan Air Putih Baru, Kecamatan Curup Selatan, Kamis (4/1) siang, Edi didampingi istrinya, Nunung (35), menceritakan bagaimana pertama kali penyakit ini muncul. 

Edi didiagnosa oleh dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Yunus Bengkulu menderita penyakit getah bening, yang menyebabkan pembengkakan cukup besar di bagian mata, pipi, hingga ke leher. Bengkak itu semakin besar, membuat bola matanya nyaris keluar.

Pembengkakan semakin besar dan mendorong bola matanya keluar sejak empat bulan terakhir. Hingga membuat Edi, tak mampu lagi melaksanakan kewajibannya mencari nafkah di sawah yang digarapnya. Atau sekedar mengantar anaknya, Vanesa, yang baru duduk di bangku kelas 2 sekolah dasar (SD) untuk menuntut ilmu di SDN 38 Rejang Lebong (RL). Vanesa pun harus berjalan kaki selama 30 menit melewati pematang sawah untuk sampai ke sekolahnya. "Dulu sudah pernah dibawa ke RSUD Curup sebelum membengkak, kemudian dirujuk ke RS Rafflesia Bengkulu. Tapi karena keterbatasan alat, dirujuk lagi ke M. Yunus. Di sana, kata dokter, ini penyakit kelenjar getah bening. Lalu kembali dirujuk ke Rumah Sakit M Hoesin Palembang, untuk operasi. Sampai sekarang belum dirujuk ke Palembang karena tidak punya biaya. Kalau untuk operasi bisa ditanggung KIS (Kartu Indonesia Sehat, red). Tapi untuk operasional di sana butuh biaya juga, dan kami tidak punya," ungkapnya lirih, sambil meringis menahan sakit.

Beberapa hari lalu, menurutnya, petugas dari Dinas Sosial dan PMD Rejang Lebong, juga sudah datang langsung ke pondoknya di persawahan yang menghubungkan Desa Sukamarga dengan Desa Rimbo Recap. Petugas tersebut meminta sejumlah berkas kelengkapan untuk pemberian bantuan. 

Edi sangat membutuhkan uluran tangan dari dermawan supaya bisa segera operasi di Palembang. Karena dengan tidak bisanya lagi Edi ke sawah, terpaksa istrinya Nunung harus turun tangan menggarap sawah milik Siman, warga Kelurahan Air Putih Baru, yang digarapnya sejak beberapa tahun lalu.

Dalam setahun pendapatannya dari menggarap sawah itu hanya sekitar 40 kaleng beras untuk dua kali musim panen. Jumlah ini setara dengan Rp 6.400.000 jika harga beras per kilogram Rp 10.000. Belum lagi untuk modal tanam lagi dan untuk modal sampai panen lagi. Ditambah lagi mereka harus membeli pupuk dan pestisida, yang pembeliannya dibagi dengan pemilik sawah.

Apalagi, untuk mengurangi rasa sakit, Nunung juga harus mencari uang untuk membelikan sebuah obat herbal dari Bengkulu. Harga per paket juga cukup mahal, Rp 400.000. Jika sedang tidak ada uang, biasanya Nunung hanya membelinya setengah paket. "Saya tidak ada penghasilan lain, Mas. Hanya bertani itulah. Sekalian ngurus bapak yang sakit ini. Kami sangat berterima kasih kalau sampai ada yang membantu, supaya bapak lekas sembuh dan bisa bekerja lagi," timpal Nunung mendampingi suaminya.

Jika ada dermawan yang ingin membantu, bisa menghubungi nomor handphone 0853 6607 1145 atas nama Japri, adik ipar Edi. Atau datang langsung ke Gang Gumarang Kelurahan Air Putih Baru, Kecamatan Curup Selatan. (**)

  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook

0 komentar:

Item Reviewed: Bola Mata Nyaris Keluar, Mau Operasi Tak Punya Biaya Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai