Tuesday, 23 January 2018

Air Terjun di Antara Jurang, Manjakan Mata, Obati Lelah

Keindahan Objek Wisata Air Terjun Batu Betiang di Bermani Ulu Raya yang masuk di Kawasan TNKS

Surga yang Tersembunyi di TNKS (Bagian 1)


LUAS Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) di Kabupaten Rejang Lebong (RL) tercatat mencapai sekitar 5.000-7.000 hektare. Membentang dari Padang Ulak Tanding (PUT) hingga ke Bermani Ulu Raya (BUR), ternyata ada sebuah tempat yang begitu indah, seperti surga yang tersembunyi. Berikut liputan wartawan SKH Radar Pat Petulai (RPP). 

Buyono, BUR

Sejak Minggu (21/1) dinihari, Kabupaten RL diguyur hujan lebat disertai angin kencang. Kondisi ini membuat Tim Ekspedisi Air Terjun Batu Betiang yang terdiri dari beberapa orang wartawan, salah seorang di antaranya, wartawan SKH RPP dan pegawai Kantor Pelayanan Pajak Pratama, ragu, untuk menempuh jalur yang sama sekali belum pernah dilalui ini.

Hingga akhirnya, Minggu pagi sekira pukul 07.30 WIB, kami berkumpul di titik kumpul di kawasan Simpang Lebong, yang sudah kami sepakati. Dan kami sepakat untuk tetap berangkat, meskipun pagi itu cuaca juga kurang bersahabat, lantaran gerimis kecil masih turun.

Mengendarai lima unit sepeda motor, kami yang berjumlah tujuh orang, berangkat menuju Desa Babakan Baru Kecamatan Bermani Ulu Raya (BUR). Sebelumnya juga sudah izin dengan Kepala Resor Kawasan TNKS RL, untuk memasuki kawasan tersebut. Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam, kami sampai di Dusun Mirasi, Desa Babakan Baru.

Seluruh sepeda motor kami titipkan di sebuah tempat huller (mesin giling) padi milik warga setempat, yang memang menjadi tempat parkir bagi wisatawan. Tepat pukul 09.00 WIB, kami mulai bergerak menyusuri jalan berbatu yang masih dalam proses pembangunan oleh Pemkab RL. Hujan gerimis membuat jalanan yang sebagian besarnya masih terdiri dari tanah liat ini, licin dan menyulitkan perjalanan kami.

Tidak ada satupun dari rombongan kami yang sudah pernah mengunjungi objek wisata Batu Betiang di kawasan TNKS ini. Tentu menjadi tantangan tersendiri dan menguji nyali kami untuk menembus lebatnya semak belukar dan hutan di kawasan hutan basah.

Beberapa kalai kami bertemu dengan masyarakat sekitar yang berangkat ke kebunnya. Mirisnya sebagian kebun mereka diakuinya berada di kawasan TNKS. Sekitar sau jam perjalanan dengan jalur yang sangat licin dan berupa jalan setapak, kami beristiharat di sebuah jembatan diatas sungai, yang disebut warga sekitar dengan nama Air Sulub.

Air Sulub sendiri merupakan aliran air dari Air Terjun Batu Betiang yang akan kami kunjungi. Setelah melepas lelah sejenak kami kembali melanjutkan perjalanan dan sempat dibuat bingung setiap ada persimpangan jalan tikus warga untuk ke kebunnya.

Kami akui untuk menuju objek wisata ini masih sangat minim petunjuk arahnya, dan kamipun kesulitan mencari tempat bertanya, karena ketika masuk ke kawasan TNKS sudah jarang ada warga yang beraktivitas di kebun ketika.

Entah karena ada kami melintas kemudian mereka bersembunyi atau memang mereka tidak berkebun dihari minggu. Namun di beberapa kebun kopi milik warga kami temukan ada bekas aktivitas warga yang sepertinya baru dilakukan pagi itu juga.

Sekitar 2 kilometer sebelum lokasi Objek Wisata Batu Betiang, kami menemukan sebuah pondok di tengah kebun kopi. Di sini kami bertemu dengan pemilik kebun, Hendri (38). Sedikit melepas lelah kami sempat mengobrol dengan Hendri. Menurutnya, ia sudah cukup lama membuka kebun di kawasan TNKS. "Air terjunnya itu sudah dekat, hanya melewati tiga bidang kebun kopi sudah sampai. Kalau berkebun di sini, kami sudah lama, bertahun-tahun lalu," ungkapnya.

Tepat pukul 11.00 WIB, akhirnya kami sampai di lokasi yang kami tuju dan terlihat sudah ada sekitar 15 orang dari Desa Sumberejo Transad yang juga berkunjung. Suara air terjun setinggi 8 meter di hiasi dengan bebatuan yang seakan disusun dengan bentuk seperti balok kayu di sekelilingnya, terlihat sangat indah dan memanjakan mata, sekaligus membuat letih kami hilang.

Air terjun juga berada di antara jurang yang tingginya mencapai sekitar 80 meter. Membuat suasana di sekitarnya terasa sangat dingin. Hingga sekira pukul 13.30 WIB kami berada di sini, ada sekitar 70 orang yang juga datang. Berbagai aktivitas dilakukan mulai dari mandi, sekedar ngobrol atau makan bersama sambil menikmati dinginnya suasana di dekat aliran Air Sulub yang memiliki batu-batu besar.

Merasa penasaran, kami pun mencoba melihat lebih dekat bentuk dan posisi bebatuan yang sempat beredar kabar dan dugaan, batu-baru ini merupakan kutukan Si Pahit Lidah. Ada juga yang memperkirakan batu-batu ini merupakan peninggalan zaman pra sejarah. Bagaimana hasil penelusuran kami? Ikuti kisah selanjutnya. (bersambung)

  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook

0 komentar:

Item Reviewed: Air Terjun di Antara Jurang, Manjakan Mata, Obati Lelah Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai