Thursday, 21 December 2017

Sadis, Korban Disiram Cabai dan Dipentungi Hingga Tewas


Salah satu adegan reka ulang. (foto yon)
CURUP RPP - Satreskrim Polres Rejang Lebong (RL), Rabu (20/12) menggelar rekonstruksi (reka ulang) kasus dugaan pencurian dengan kekerasan (curas) disertai pembunuhan di Desa Tebat Pulau Kecamatan Bermani Ulu beberapa waktu lalu. Reka ulang dilakukan di pondok milik petani di Gang TPU Desa Air Meles Bawah Kecamatan Curup Timur. Setidaknya, terdapat 15 adegan diperagakan oleh kedua tersangka, sementara untuk para korban diperagakan polisi sebagai peran pengganti.

Dua orang tersangka yang dihadirkan yakni YF (26) dan Ar (21), kakak beradik yang diiming-imingi bagi hasil penjualan sepeda motor korban, oleh pelaku utama berinisial Sup, yang kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Satreskrim Polres RL. Sedangkan tiga orang korban, yakni Ahmad Saidina alias Ujang (meninggal dunia), Endang Sunjaya (meninggal dunia) dan Kanada (korban selamat), semuanya diperankan oleh peran pengganti.

Rekonstruksi diawali ketika para pelaku merencanakan niat buruk mereka, di pondok kebun yang ditempati YF, tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP), atau pondok yang ditempati para korban. Kemudian dua unit sepeda motor pelaku disimpan di pondok milik YF. Para pelaku berjumlah empat orang, yakni Sup, Mr. X, yang juga masih DPO, dan dua orang lainnya yang sudah ditangkap, yakni YF dan adiknya Ar.
Sebelum beraksi di pondok korban, pelaku berempat sudah menyiapkan dua buah pentungan yang dibentuk sedemikian rupa, dan satu botol air mineral ukuran besar berisi air cabai. 
Dari jalannya rekonstruksi tergambar, tersangka Sup sangat mendominasi perannya dibantu Mr. X dan YF. Sementara Ar hanya bertugas menunggu di luar pondok, sembari berjaga kalau-kalau ada orang.
Setelah menyimpan sepeda motor, para pelaku berjalan menuju pondok korban. Berada di barisan depan adalah Sup, diikuti Mr. X, YF, dan paling belakang Ar. 
Setelah berada di beranda pondok bagian atas, Sup menyuruh YF mengetuk pintu pondok dan sudah menggenggam botol berisi air cabai, untuk menyiram mata siapa pun yang keluar dari pondok.
Beberapa saat kemudian, pintu dibuka oleh korban Kanada (27), lalu YF langsung menyiramnya dengan air cabai. Korban Kanada juga langsung dicekik dan dipukul dengan kayu yang sudah disiapkan YF. Saat itu juga, pelaku lain yakni Sup dan Mr. X, bergegas masuk ke dalam pondok, dan memukul dua korban lainnya, Ahmad Saidina dan Endang Sunjaya yang masih berbaring.
Lalu Mr. X mencekik korban Endang Sunjaya dengan seutas tali tambang. Tapi karena korban terus memberontak, kemudian setelah berhasil melumpuhkan Kanada, YF datang membantu dengan memukul kepala korban Endang Sunjaya secara membabi buta, hingga korban ambruk. Sementara Sup memukuli korban Ahmad Saidina dengan sebuah kayu yang sudah dipersiapkannya, hingga korban juga jatuh.
Setelah tiga korbannya tidak bergerak lagi, pelaku kemudian memposisikan korban tengkurap dan mengikat korban dengan posisi tangan di belakang. Lalu mereka mengambil sepeda motor korban yang ada di bawah pondok, dan membawanya kabur. 

Kepada wartawan, tersangka YF mengaku menyesal, telah melakukan perbuatan sadis itu. "Saya menyesal, dan saya siap dihukum apapun, walaupun hukuman berat. Kami berharap keluarga korban mau memaafkan kami. Karena sebenarnya kami hanya diajak oleh Sup yang sampai sekarang belum ketemu," ujarnya sembari menunduk. 

Menurut YF, aksi curas itu sama sekali tidak dilatarbelakangi dendam. Karena ia juga pernah meminta bibit kopi kepada korban, dan selalu diberinya. "Saya hanya diiming-imingi bagi hasil dari jual motor korban itu, oleh Sup. Dan sampai sekarang saya tidak dapat apa-apa, karena motornya dibawa kabur oleh Sup. Saya benar-benar menyesal, Pak. Adik saya (Ar), tidak tahu apa-apa. Dia hanya diajak adiknya Sup," pungkas Yudi.

Di sisi lain, keluarga korban juga banyak yang hadir menyaksikan jalannya rekonstruksi. Salah satunya adalah saksi kunci kejadian ini yang juga korban selamat, Kanada (27), anak korban Ahmad Saidina. Ia kini lebih memilih tinggal bersama kakaknya di Desa Tabarenah Kecamatan Curup Utara, dan tidak lagi mengurus kebun kopi milik warga Pungguk Lalang itu.

Ia menceritakan, pada malam kejadian, sekira pukul 24.00 WIB saat mereka bertiga sudah terlelap, ada orang mengetuk pintu dan suara itu sangat dikenalinya sebagai suara YF, yang berkata mau meminta minum. Yang kemudian aoleh korban Ahmad Saidina, dirinya diminta membukakan pintu. 
"Katanya mau minta air minum. Makanya bapak suruh buka dan saya buka pintu itu. YF, langsung menyiramkan air cabai. Untungnya tidak kena mata hanya di dada saja. Tapi kalau bapak dan kakak sepupu saya, Endang Sunjaya, mereka terkena di matanya," cerita korban Kanada dengan mata berkaca-kaca. 

Ia meneruskan, padahal ia dan keluarganya tidak merasa memiliki dendam atau masalah dengan para pelaku. Bahkan ketika YF pernah meminta bibit kopi stek, juga disuruh mengambil sendiri oleh ayahnya, Ahmad Saidina. Menurutnya, malam itu ia pingsan karena mendapatkan pukulan kayu dan cekikan di lehernya, oleh YF.
Begitu sadar, ia melepaskan tali ikatan pada tangannya kemudian berlari keluar pondok untuk meminta bantuan warga di sekitar pondok. Korban Kanada pergi tanpa mengetahui kondisi ayah dan kakak sepupunya yang sudah tidak bernyawa, karena kondisi pondok gelap. 
Sesaat kemudian, beberapa warga dari Desa Tebat Pulau juga ikut datang ke pondoknya dan memeriksa seisi pondok setelah diberitahu oleh Kanada. 
Dari situlah baru diketahui, ayah dan kakak sepupunya sudah berlumuran darah dan meninggal dunia, lantas dibawa ke RSUD Curup. Sepeda motor yang hilang menurut Kanada adalah jenis Honda Revo Absolute warna hitam pabrikan tahun 2011 yang dibelinya secara kredit dan sudah selesai tahun 2013 lalu. Atas kejadian ini, ia meminta pelaku dihukum seumur hidup. "Saya minta minimal pelaku dihukum seumur hidup. Soalnya mereka membunuh bapak dan kakak sepupu saya seperti membunuh anjing. Bahkan sayapun tidak tega membunuh anjing. Kemudian pelaku yang masih kabur saya mohon kepada pihak kepolisian untuk bekerja lebih keras lagi menangkap dan menghukumnya," tutupnya seraya meneteskan air mata.

Rekonstruksi sendiri berlangsung lancar. Meski sempat ada kendala teknis, dimana beranda pondok kebun yang sudah lapuk tersebut ambruk saat petugas dan pelaku masih memperagakan sejumlah adegan di depan pondok bagian atas. Hingga demi keselamatan dan kenyamanan, rekonstuksi di dalam pondok dipindahkan di tempat lapang, di samping pondok kebun tersebut. (red)


  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook

0 komentar:

Item Reviewed: Sadis, Korban Disiram Cabai dan Dipentungi Hingga Tewas Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai