Monday, 25 December 2017

Ramai-Ramai Tolak Enjoy di Pesta Malam


   
illustrasi
CURUP RPP - Maraknya peristiwa penganiayaan berujung tewas saat pagelaran pesta malam menimbulkan reaksi di masyarakat. Ramai-ramai masyarakat meminta pemerintah daerah membuat kebijakan dengan melarang adanya pesta malam. Baik disampaikan masyarakat biasa maupun para wakil rakyat. Bahkan di media sosial facebook, penolakan-penolakan pesta malam ini sempat menjadi ternding topik selama beberapa hari. 

Seperti disampaikan tokoh pemuda RL, Andy Armanda. Menurutnya, pesta malam yang masih sering digelar di RL rentan terjadi gangguan keamanan. Kebanyakan kalangan pelajar dan kawula muda yang identik dengan mabuk-mabukan. Mulai dari mabuk minum-minuman keras (miras), Samcodin, tuak, hingga mabuk murah, yakni mabuk Komix. Sehingga kerap berakibat tidak terkontrolnya emosi yang bisa berujung perkelahian seperti yang terjadi belakangan ini. "Sepertinya sekarang saatnya Pemda RL menegaskan kembali Perda yang sudah ada soal pembatasan pesta malam yang lebih banyak mudhoratnya karena sudah banyak masyarakat juga yang mengeluh tentang hal ini. Kalau pun mau acara pesta cukup dengan menyelenggarakannya pada siang hari, karena malam waktunya orang beristirahat. Jika nanti sudah diberlakukan Perda tersebut, mari dipatuhi bersama, karena terkadang yang sering melanggar justru oknum pejabat, perangkat desa, atau mereka yang merasa punya jabatan, sehingga masyarakat biasa pun mengikutinya,"  ujar Andy. 

Penolakan juga disuarakan oleh Anggota DPRD RL dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Untung Basuki S.Sos. Ia meminta Polres RL yang memiliki kewenangan mengeluarkan izin keramaian, tidak memberikan izin untuk pesta malam, cukup dengan pesta siang. Selain itu, karena RL sudah memiliki Perda tentang pengendalian minuman beralkohol, maka mesti dimaksimalkan dalam pengaplikasiannya di lapangan. "Kami mengapresiasi langkah polres yang mengamankan ratusan botol miras berbagai jenis beberapa hari lalu. Kedepan perlu ditingkatkan lagi, terutama di desa-desa. Peredaran miras terkadang kurang terkontrol. Bhabinkamtibmas bersama aparatur pemerintahan mulai dari camat, kades dan lurah serta tokoh masyarakat, tokoh agama dan karang taruna, mesti ikut memberi pemahaman kepada masyarakat, tentang bahaya miras. Termasuk memberikan pemahaman tentang penjualan miras, tidak bisa menjual miras sembarangan, karena ketentuannya sudah diatur di dalam Perda," ujar Untung.

Anggota DPRD RL lainnya, Zulkarnain Thaib SH menyatakan, secara pribadi ia merasa kurang setuju adanya pesta di malam hari. Karena menurut politisi Partai Demokrat ini, banyak dampak negatif yang ditimbulkan daripada dampak positif dari pesta malam hari. Seperti memicu kriminalitas berupa pencurian, perampokan, termasuk perkelahian yang kadang berujung pada penganiayaan dan pembunuhan. "Kadang ini terjadi karena hal-hal yang sepele dan pengaruh suasana malam serta minuman keras. Sementara pesta siang tidak kalah meriah nilainya dengan pesta malam dan suasananya lebih ceria dan kondusif dibanding pesta malam. Tapi kalau banyak masyarakat yang lebih suka dan memilih pesta malam, sebaiknya dibuat pedoman yang mengatur tentang cara dan pelaksanaan pesta malam dalam bentuk Perda yang diselaraskan dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi daerah RL," pungkas anggota DPRD RL dua periode ini. 

Sementara mewakili kaum perempuan, Anggota DPRD RL, Hj Misriati S.Pd.I meminta kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kabupaten RL untuk berkoordinasi dengan bawahannya guna mengkaji ulang izin pesta malam. "Perizinan tentang pesta malam ini harus dikaji ulang, jangan sampai nanti kita sibuk menolak tapi pada kenyataanya masih diperbolehkan untuk menggelar pesta malam," kata Misriati. (red)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook

0 komentar:

Item Reviewed: Ramai-Ramai Tolak Enjoy di Pesta Malam Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai