Monday, 4 December 2017

Ramai Isu Gunung Kaba Akan Meletus, Baca Ini Dulu

PERHATIAN: Ini salah satu rambu peringatan dini bencana Gunung Kaba yang dipasang BNPB dan BPBD Rejang Lebong di Simpang Desa Talang Lahat Kecamatan Selupu Rejang, di Alam Beringin Sindang Kelingi.
SELUPU REJANG RPP - Beberapa hari belakangan, muncul isu jika intensitas kegempaan Gunung Kaba yang terletak tak jauh dari Desa Sumber Urip Kecamatan Selupu Rejang, mengalami peningkatan. Isu ini menjadi perbincangan hangat di kalangan warga, terutama yang bermukim di lereng-lereng dan kaki gunung api yang lebih dikenal dengan sebutan Bukit Kaba itu.

Isu yang paling santer, katanya, Bukit Kaba akan meletus dalam waktu dekat. Bahkan kabarnya lagi, sejumlah warga di Kecamatan Sindang Dataran yang notabene desa-desanya berada di kaki dan lereng Bukit Kaba, sebagian sudah mengungsi ke tempat aman. "Ape nia Om Bukit Kaba ndak meledak?. Benyak wang ngomong dak lame agi meletus," tanya Can (30), warga Desa Kampung

Jeruk Kecamatan Binduriang, dalam bahasa setempat.
Ia menceritakan, isu tersebut sudah cukup tersebar di wilayah tempat tinggalnya selama beberapa hari belakangan, sehingga sedikit banyak membuat keresahan warga setempat. Apalagi diketahui banyak warga setempat yang beraktivitas berkebun di lereng atau kaki Bukit Kaba.

Isu itu pun diperkuat dengan adanya papan-papan peringatan dini bencana gunung meletus yang terpasang di sejumlah desa di wilayah di Kecamatan Sindang Kelingi dan Selupu Rejang. Seperti di kawasan Alam Beringin Kecamatan Sindang Kelingi yang terdapat papan peringatan bertuliskan "Awas Lahar Panas". Termasuk keberadaan papan petunjuk jalur evakuasi gunung meletus yang terdapat di Desa Mojorejo, Karang Jaya, Sumber Bening, dan di Desa Sumber Urip.

Sementara itu, dikonfirmasi terkait isu yang semakin hari semakin berkembang itu, Petugas Pemantau Aktivitas Gunung Kaba, Sigit Widianto menjelaskan, hingga kini, aktivitas Gunung Kaba masih dalam keadaan aktif normal. Belum ada tanda-tanda Gunung Kaba akan meletus.

Sigit juga mengakui adanya isu tersebut. Menurutnya, isu itu muncul pasca pemasangan rambu-rambu bencana Gunung Kaba yang dipasang oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rejang Lebong beberapa waktu lalu. "Sekarang masih aktif normal. Getaran yang ditimbulkan dalam sehari, satu hingga dua kali. Bahkan beberapa hari ini, tidak ada sama sekali getaran yang ditimbulkan dari Gunung Api Kaba ini," jelas Sigit.

Ia menambahkan, Gunung Kaba yang akan meletus terlihat dari ciri-ciri adanya peningkatan aktivitas gunung atau terjadi peningkatan getaran hingga mencapai puluhan kali. "Jika sudah 40 sampai 50 kali bergetar selama beberapa hari dan tak kunjung ada perubahan, barulah kita datangkan orang ahli dari pusat, untuk menambah alat, guna melihat status Gunung Api Kaba. Karena kita juga tidak bisa langsung menyatakan bahwa Gunung Api Kaba mau meletus," ujarnya.

Terpisah, Kepala BPBD Rejang Lebong, Basuki S.Sos melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Mutapa Lufi S.Sos membenarkan jika pihaknya melakukan pemasangan rambu bencana gunung api di 261 titik. Diterangkanya, pemasangan rambu itu bukan untuk memberitahukan kepada masyarakat, bahwa Gunung Api Kaba akan meletus. Melainkan sebagai perhatian pemerintah mengantisipasi jika terjadi letusan Gunung Api Kaba di lokasi tersebut. "Rambu ini dipasang agar bisa mengantisipasi terjadinya bencana di lokasi tersebut. Karena rambu yang diberikan akan membantu masyarakat menghadapi bencana Gunung Api Kaba, yang bisa terjadi sewaktu-waktu," tandasnya.  (**/ben)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook

0 komentar:

Item Reviewed: Ramai Isu Gunung Kaba Akan Meletus, Baca Ini Dulu Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai