Friday, 1 December 2017

Penderita Kanker Darah Butuh Uluran Tangan

Beginilah kondisi Vika, bocah 11 tahun yang didiagnosa menderita kanker darah.
CURUP RPP - Diagnosa menderita kanker darah, menjadikan Vika Triani (11), buah hati pasangan Yanto (49) dan Lina (48) warga Gang Cokro Aminoto Kelurahan Talang Rimbo Baru Kecamatan Curup Tengah memupuskan harapannya untuk mengejar cita-cita menjadi seorang dokter. Dirinya kini harus berjuang melawan penyakitnya, sehingga perutnya semakin membesar. 

Ditambah lagi dengan kondisi ekonomi keluarga yang turut menjadi kendala pengobatan Vika. Senyum riang masih terpancar di raut wajah Vika, meski menderita kanker darah.

Vika menuturkan, awal dirinya didiagnosa kanker darah pada Februari lalu. Saat itu dirinya masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) kelas IV. Gejala awal yakni terdapat benjolan di badan. Diiringi dengan mulai lesunya badan. "Dari situlah Om, Vika tidak bisa sekolah lagi karena tidak boleh capek,” ucap Vika dengan nada sedih.

Benjolan di perutnya dari hari ke hari semakin membesar. Keluarganya pun curiga dan memeriksakan ke dokter. Diagnonsa pertama, Vika mengidap penyakit liver. Lalu dirujuklah ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut. “Benjolannya semakin membesar. Vika merasa ada yang aneh,” cerita Vika.

Meski perutnya terus membesar, Vika tidak merasakan nyeri ataupun sakit. Dirinya hanya merasa kelelahan dan mudah terserang penyakit. Selain itu, berat badan Vika turun menjadi 24 kilo disertai dengan penurunan trombosit.

Penderitaan anak bungsu dari empat bersaudara ini tidak sampai di situ. Kondisi ekonomi menjadi kendala tersendiri yang dihadapi. Ayah Vika sehari-harinya bekerja sebagai kuli angkut di Pasar Atas. Gaji yang didapatkan hanya sebesar Rp 30 ribu per hari. Sedangkan kakak pertamanya bekerja menjaga warnet, kakak kedua menjadi pembantu rumah tangga, dan kakak ketiganya putus sekolah, hanya sampai jenjang SD dan terkendala biaya untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya. “Tiap hari makan telur. Untuk beli ikan kata bapak tidak bisa. Vika sayang sama bapak dan kakak. Kakak juga sering pulang malam, Vika tidak ada teman,” ujar Vika lirih.

Sementara itu, Wakil Ketua TKSK Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), Sutarti selaku pendamping pengobatan Vika menyampaikan, untuk pengobatan Vika sendiri sudah ditanggung oleh KIS. Hanya saja, untuk biaya kebutuhan sehari-hari Vika ketika melakukan pengobatan lebih lanjut, masih terus mereka galang. “Kita sudah mendapatkan rujukan. Vika dirujuk ke RSCM. Proposal bantuan dana sendiri sudah kita ajukan,” terang Sutarti.

Pihaknya juga selalu mengawasi keadaan fisik Vika. Jika sudah dinyatakan siap maka akan segera diberkangkatkan untuk pengobatan. Mengingat Vika sendiri tidak bisa terlalu kecapekan. “Kita lihat dulu kondisinya, kemarin saja ketika dibawa ke RSMY Vika sudah merasa kecapekan. Sebelumnya, berat badan Vika sempat turun. Lalu kita berikan asupan gizi naik menjadi 25 Kg dari 24 Kg. Selain itu tidak ada kendala lain terkait kesehatannya. Makannya lahap begitupun proses pencernaannya,” jelas Sutarti.

Untuk masyarakat yang ingin memberikan bantuan terhadap Vika, lanjut Sutarti, dapat melalui rekening ayah Vika sendiri atas nama Yanto dengan nomor rekening 5624-01-018544-53-6 BRI. “Kita harapkan bantuan dermawan untuk membantu anak kita. Selain itu kita juga bekerja sama dengan pihak lainnya dalam pendampingan Vika,” demikian Sutarti. (red)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook

0 komentar:

Item Reviewed: Penderita Kanker Darah Butuh Uluran Tangan Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai