Thursday, 14 December 2017

Pembunuhan di Cawang Lama, Dendam Atau Perampokan?


VISUM: Kedua korban saat diperiksa secara medis oleh dokter IGD RSUD Curup.
CURUP RPP - Motif pembunuhan yang dialami pasangan suami istri (pasutri), Sallani (75) dan Haziama (70), warga Desa Cawang Lama Kecamatan Selupu Rejang pada Selasa (12/12) sekira pukul 04.30 WIB kemarin, masih misteri. Pihak keluarga menduga, motif kejadian itu murni perampokan. Sedangkan pihak kepolisian justru menduga jika kejadian tersebut bermotif dendam. 

Menurut keterangan anak ke 6 korban, Ishak (41), dari hasil cross check yang dilakukan pihak keluarga, ada sejumlah uang yang hilang dari tempat penyimpanan korban. "Banyak yang menduga pembunuhan orangtua kami karena motif dendam. Namun kenyataannya, ada sejumlah uang yang dibawa pelaku. Karena kami cek di salah satu tempat penyimpanan orangtua kami, isinya tidak ada lagi," ujar Ishak.

Ia menambahkan, orangtuanya menyimpan uang tidak hanya di satu tempat. Dan ternyata, di salah satu tempat penyimpanan orangtuanya, yakni di bawah laci lemari warung, isinya sudah kosong. Meski demikian, pihak keluarga tidak dapat mengira berapa uang yang berhasil dilarikan oleh pelaku, diprediksi jumlahnya mencapai jutaan rupiah. 

Sementara Kapolres Rejang Lebong, AKBP Napitupulu Yogi Yusuf SH SIK, melalui Kasat Reskrim AKP Chusnul Qomar SH SIK menduga, motif pembunuhan terhadap pasutri itu diduga kuat motif dendam. Karena pada saat dilakukan Olah TKP, uang dan perhiasan milik korban masih utuh. Bahkan menurut dugaan Kasat, antara korban dan pelaku sudah saling mengenal. 

Namun begitu, kata Kasat, pihaknya mesti melakukan pembuktian terlebih dahulu untuk menguatkan dugaan-dugaan yang ada. Kita pastikan akan mengungkap cepat kasus ini, tinggal menunggu waktu saja," tegas Chusnul. 

Diberitakan sebelumnya,  Sallani dan Haziama ditemukan tewas di rumah sekaligus menjadi tempat huller (mesin giling). Kematian kedua korban pertama kali diketahui oleh anak kandungnya, Dulhadi (50). Pada saat itu, Dulhadi sedang menimang cucunya di sekitar rumah orangtuanya itu.

Dulhadi mengaku curiga melihat rumah orangtuanya masih tertutup, padahal biasanya sudah terbuka dan sudah beraktivitas. Ia pun mendekati dan membuka pintu rumah orangtuanya yang terbuat dari rolling door itu. Ia pun mencoba membangunkan korban (ayahnya, red) yang terlihat sedang tertidur di warung dagangan. Namun betapa terkejutnya Dulhadi ketika mendapati sang ayah sudah meninggal dunia dalam kondisi berlumuran darah.

Sembari berteriak minta pertolongan warga sekitar, Dulhadi berangsek masuk ke kamar ibunya. Dia pun kembali terperanjat menyaksikan sang ibu dalam kondisi yang sama dengan ayahnya. Atas kejadian itu, pihak keluarga dan warga melaporkan kejadian itu ke aparat kepolisian. 

Dari pemeriksan medis yang dilakukan, tergambar jika pelaku pembunuhan melakukan aksinya dengan sadis. Hal ini terlihat dari sejumlah luka lebam dan luka akibat benda tajam yang dialami kedua korban, terutama pada Sallani. Korban Sallani mengalami luka lebam pada mata sebelah kiri, luka robek pada alis mata kiri, luka robek pada pipi kiri yang tembus hingga tulang, mengeluarkan darah dari hidung, luka robek pada rahang bawah dan dagu. Kemudian luka robek pada leher, luka robek pada kepala bagian belakang, luka robek pada kepala bagian bawah dan sejumlah luka lainnya. (red)

  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook

0 komentar:

Item Reviewed: Pembunuhan di Cawang Lama, Dendam Atau Perampokan? Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai