Sunday, 10 December 2017

Kebijakan BBM Satu Harga Berlaku di Enggano



 Erwin Nasution
BENGKULU RPP - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Ignasius Jonan mersmikan dan menandatangani kebijakan pemberlakukan Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga di Pulau Enggano.

Penyalur BBM satu harga yang diresmikan bersamaan dengan SPBU 26.38301 Desa Malakoni Kecamatan Enggano, yakni SPBU 65.77303 Desa Biduk Biduk Kecamatan Biduk Biduk Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Utara, SPBU 54.85709 Jalan Lalosuk Kelurahan Fatubeno Kecamatan Atambua Kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan SPBU 16.253.121 KM 12 Desa Goiso Oinan Kecamatan Sipora Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.

Menteri Jonan mengatakan, pemerintah terus berupaya agar semua wilayah di Indonesia dapat menikmati BBM dengan harga yang sama, dengan membuat program BBM satu harga di wilayah terdepan, terluar dan terpencil. "BBM satu harga merupakan upaya Presiden Joko Widodo dalam memberikan keadilan bagi masyarakat Indonesia yang berada di 3 T, dimana harga BBM relatif lebih tinggi dibandingkan wilayah Jawa atau perkotaan, karena tidak ada lembaga penyalur resmi di wilayah tersebut," kata Jonan, Jumat (8/12).

Sementara General Manager Pertamina Sumbagsel Erwin Nasution mengatakan, pemberlakukan BBM satu harga adalah kebijakan Presiden Jokowi yang ingin daerah terluar, terdepan, dan terpencil diperhatikan, termasuk di dalamanya bagaimana mereka bisa meningkatkan ekonomi dengan mengurangi biaya logistik. "Caranya dengan BBM satu harga untuk daerah terluar, tertinggal, dan terpencil. Harga BBM di Pulau Enggano sama dengan di Bengkulu dan di daerah lainnya di Indonesia. Dengan harapan dengan harga yang murah ekonomi akan berkembang, karena biaya yang terkait dengan transportasi dan logistik bisa ditekan," paparnya.

Meskipun masih menjadi dilema dalam pengiriman BBM ke Pulau Enggano pihak Pertamina tentu memperhitungkannya. Untuk mensuplai daerah terluar pengirimannya tidak dilakukan tiap hari atau tiap minggu, tapi sebulan sekali, ada stok satu minggu disuplai lagi dan tidak putus, karena akan mengambil di Bengkulu, sementara kapalnya terbatas. "Kemudian pada saat membawa BBM penumpang tidak boleh ikut, kita perhitungkan kalau terlalu sering mengganggu jadwal penumpang. Adapun kebutuhannya untuk premium sekitar 30 Kl sebulan, sementara pertalite dan solar distok 5 Kl per bulannya. Meskipun belum menggunakan mesin karena tidak ada listrik, BBM Pertamina di Pulau Enggano masih manual pakai engkol karena kita tidak ada listrik di sana. Bagi kita, yang penting safetynya sama punya fasiltas pemadam kebakaran itu kita lengkapi," kata Erwin. (red) 
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook

0 komentar:

Item Reviewed: Kebijakan BBM Satu Harga Berlaku di Enggano Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai