Tuesday, 28 November 2017

Tiga Pasangan Bukan Muhrim Diamankan

Ilustrasi
CURUP TIMUR RPP - Tiga pasangan bukan muhrim terjaring Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Nala II 2017  tim gabungan Polres Rejang Lebong (RL), Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos dan PMD) RL, Satpol PP dan Dinas Perhubungan, Senin (27/11) sekira pukul 09.30 WIB hingga pukul 11.30 WIB.
Tiga pasangan ini adalah GR (22) warga Kelurahan Sidorejo Kecamatan Curup Tengah, MA (21) warga Desa Air Lanang Kecamatan Curup Selatan, ME (23) warga Kelurahan Sukaraja Kecamatan Curup Timur, An (33) warga Kelurahan Pelabuhan Baru Kecamatan Curup Tengah, MR (17) warga Kelurahan Air Putih Lama Kecamatan Curup, WRW (26) warga Kelurahan Air Bang Kecamatan Curup Tengah. Selain itu, ZA (55), pemilik rumah, warga Gang Kuburan Kelurahan Sukaraja Kecamatan Curup Timur, juga diciduk. 
Kapolres RL, AKBP Napitupulu Yogi Yusuf, SH, SIK, melalui Kasat Reskrim, AKP Chusnul Qomar, SH, SIK mengatakan, saat melakukan Operasi Pekat, tim di bawah komando Kanit Propam Polres RL, Iptu Naibaho itu, mendapat informasi jika di salah satu rumah warga di Kelurahan Sukaraja, kerap dijadikan tempat prostitusi. Menindaklanjuti informasi itu, tim gabungan langsung menuju titik sasaran, yakni rumah ZA, lalu melakukan pengepungan.
Saat tim gabungan mengetuk pintu, pintu rumah pun lama sekali dibuka oleh si pemilik rumah. Kemudian saat pintu dibuka, anggota melakukan penggeledahan, dan ditemukan tiga pasangan bukan muhrim ada di rumah tersebut.
Lantaran tidak bisa menunjukan buku nikah, tiga pasangan bukan muhrim dan pemilik rumah, diamankan tim gabungan. "Kita mendapat informasi jika dirumah tersebut memang sering keluar masuk wanita dan pria tanpa ikatan perkawinan. Kita menduga jika pemilik rumah merupakan germonya," ujar Chusnul.
Untuk membuktikan hal tersebut, pemilik rumah, ZA dan tiga pasangan itu, dimintai keterangannya. Ternyata, tiga pasangan bukan muhrim itu, memang sebelumnya bertransaksi di rumah tersebut. Setelah harga disepakati, baru berlanjut ke hubungan suami istri.
"Sejauh ini, tiga pasangan bukan muhrim itu, saat diamankan, beberapa orang di antaranya tidak memiliki KTP serta berada di satu rumah tanpa ikatan perkawinan. Pengakuannya masih kita dalami lagi. Kita siap mendukung menjadikan Kabupaten Rejang Lebong yang religius salah satunya membongkar sindikat prostitusi," lanjutnya.
Menurut Chusnul, tim gabungan juga melakukan penertiban terhadap lokasi-lokasi dan juru parkir ilegal yang marak terjadi. Hasilnya, di sepanjang Jalan Soeprapto Kelurahan Talang Rimbo Baru khususnya wilayah Pasar Atas, mengamankan tujuh orang juru parkir ilegal yakni Ar (19) warga Kelurahan Talang Rimbo Baru, Ka (41) warga Kelurahan Pelabuhan Baru, To (35) warga Kelurahan Talang Rimbo Baru, AA (33) warga BTN Air Bang, AW (53) warga Kelurahan Kampung Jawa, Us (59) dan Rid (42) warga Kelurahan Talang Rimbo Baru dan  mengamankan seorang pengamen, Fer (26) warga Lubuklinggau.
"Tim Gabungan  akan intens melakukan razia-razia terhadap prostitusi, juru parkir ilegal, pengamen dan pengemis. Sehingga mampu mampu menekan tindak kriminalitas dan tindak asusila yang terjadi di Rejang Lebong," pungkas Chusnul. (wsa)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook

0 komentar:

Item Reviewed: Tiga Pasangan Bukan Muhrim Diamankan Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai