Monday, 10 July 2017

Usai Kasus Setwan, Jaksa Bersiap Garap Kasus Baru

Ilustrasi (jpnn.com)
KEPAHIANG RPP – Meskipun sudah menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi kegiatan pemeliharaan rutin/berkala Kendaraan Dinas (randis) /operasional pada Sekretariat DPRD (Setwan) Kepahiang tahun 2015 dengan anggaran Rp 1.239.780.000. Tapi Kejari Kepahiang tampaknya belum akan berhenti.

Kepada wartawan, Kajari Kepahiang, H. Wargo, SH melalui Kasi Pidsus Arief Wirawan,  SH, MH mengatakan target penyidikan perkara korupsi di Kabupaten Kepahiang ditargetkan lebih dari satu perkara. Dan kasus dugaan korupsi di setwan baru yang pertama. Artinya, bakal ada kasus dugaan korupsi baru yang akan digarap.
"Perkara dugaan korupsi di Setwan Kepahiang ini adalah penyidikan kita yang pertama untuk tahun ini.  Masih ada penyidikan yang kedua, tentunya untuk perkara lain,” ungkap Arief beberapa waktu yang lalu.

Meski demikian,  Arief masih enggan memberikan sinyal Organisasi Perangkat Daerah (OPD) manakah yang bakal menjadi target penyidikan selanjutnya di tahun 2017 ini. "Yang jelas target penyidikan kita lebih dari satu perkara. Soal OPD mana, kita liat saja nanti,” ucapnya.

Seperti diketahui, dalam kasus dugaan korupsi setwan Kepahiang, jaksa sudah menetapkan tiga tersangka masing-masing, AM mantan Kabag Umum Setwan Kepahiang bertindak selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), RJ selaku PPTK dan WW selalu bendahara. Tiga serangkai ini ditetapkan tsk Kamis (6/7) siang setelah menjalani pemeriksaan sejak pukul 09.00 Wib. Ketiganya langsung ditahan dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Curup dengan menggunakan mobil tahanan.

Berdasarkan audit BPK diketahui bahwa dalam perkara tersebut telah merugikan negara sebesar Rp 584.035.853. Dengan rincian, realisasi SP2D sebesar Rp  1.042.689.100, dikurangi realisasi yang seharusnya Rp 421.354.003. Jumlah realisasi SP2D dikurangi realisasi yang seharusnya Rp 621.344.097.00 dikurangi pajak yang sudah disetor Rp 37.308.244. Maka kerugian negaranya sebesar Rp 584.035.853. Sampai dengan audit terakhir belum ada tindak lanjut terhadap kerugian negara tersebut. Dalam perkara ini tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru.

Namun jaksa akan melihat fakta persidangan dahulu. Para tersangka dijerat 3 pasal yakni, Pasal 2, Pasal 3, Pasal 9 Undang-Undang Nomor 31 tahun 99 diubah Undang- Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Arief menjelaskan, pada Pasal 2 ancaman hukuman kurungan penjara 4 minimal maksimal 20 tahun denda minimal Rp 200 juta dan denda maksimal Rp 1 miliar. Sedangkan pada Pasal 3 ancaman hukuman kurungan penjara minimal 1 tahun dan maksimal 20 tahun dengan denda minimal Rp 50 juta. "Di pasal 9,  ancaman hukuman kurungan penjara minimal 1 tahun dan maksimal 5 tahun dengan denda minimal Rp 50 juta dan maksimal Rp 250 juta,” tandasnya. (ton)

  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook

0 komentar:

Item Reviewed: Usai Kasus Setwan, Jaksa Bersiap Garap Kasus Baru Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai