Tuesday, 25 July 2017

Puluhan Siswa Belajar Berdiri, Sebagian Lagi Lesehan

Para siswa SMPN 27 RL terpaksa belajar sambil berdiri karena tidak memiliki kursi.
LEMBAK RPP - Dunia pendidikan di wilayah Lembak betul-betul memperhatinkan. Sebelumnya diketahui ada 32 siswa dan siswi di SMPN 20 RL terpaksa belajar dengan duduk di lantai alias lesehan karena tidak memiliki bangku dan meja. Kejadian serupa ternyata juga terjadi di SMP N 27 RL yang berada di Desa Durian Mas Kecamatan Kota Padang.
Di sekolah ini ada dua lokal yang masih belum dilengkapi memiliki mebeler. Akibatnya siswa kelas VII (1) yang berjumlah 28 orang terpaksa belajar dengan cara lesehan. Sedangkan kelas VII (II) sebayak 28 orang belajar dengan cara berdiri dikarenakan di ruangan itu hanya ada meja tanpa kursi.
Kepala SMPN 27 RL, Anita Rizalina, S.Pd saat dikonfirmasi RPP mengatakan pada peneriman siswa baru tahun ajaran ini, pihaknya mendapat tiga lokal. Namun ada dua lokal yang tidak ada mebelernya. “Kelas VII (I) tidak ada sama sekali meja dan kursi. Sedangkan kelas VII (2) ada meja namun tidak ada kursi. Sedangkan kelas VII (3) semuanya lengkap,” ujarnya.
Permasalahan ini sudah pihaknya sampaikan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Rejang Lebong. Disamping itu, pihaknya juga akan terus berupaya mencari jalan keluar supaya anak-anak bisa belajar dengan keadaan sebagaimana mestinya.
Siswa di sekolah ini mayoritas dari Desa Durian Mas, Desa Lubuk Mumpo dan Trans Lubuk Mumpo. Sejauh ini belum ada keluhan dari siswa atau walimurid. Namun jika terus dibiarkan bukan tidak mungkin suatu saat mereka akan mengeluh juga. Karena itu pihaknya berharap diknas segera memberikan solusi,” tandasnya. (sr5)

Pelajar terpaksa lesehan karena tidak memiliki kursi dan meja.

Mebeler Diusulkan Lewat DAK


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Rejang Lebong (RL) T Samuji S.Pd melalui Sekretaris Dikbud Drs Noprianto MM mengaku sudah mendapat laporan terkait kondisi siswa di SMPN 27 RL di Desa Durian Mas Kecamatan Kota Padang yang belajar dengan keadaan berdiri dan lesehan.
Menurut Nopri, pihaknya sudah mengusulkan bantuan untuk pengadaan mebeler di sekolah itu menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2017 ini. Tetapi pihaknya belum bisa memastikan bisa terealisasikan atau tidak, karena biasanya dari sekolah-sekolah yang sudah diusulkan terpaksa harus dibagi-bagi. Mengingat dana DAK sebesar Rp 1,5 Miliar, sedangkan ada sekitar 18 sekolah yang diusulkan. "Dari dana itu palingan hanya 40 persen yang bisa terealisasi, karena dananya bagi-bagi dengan sekolah yang benar-benar laik mendapatkannya," kata Noprianto.
Dilanjutkannya, jika memang ingin menunggu dana tersebut pihak sekolah harus bisa bersabar menunggu prosesnya, karena saat ini masih dalam tahap pelelangan. Kemungkinan dana tersebut bisa terealisasi pada November mendatang. "Untuk mendapatkan bantuan, kita sudah pasti harus mengikuti prosedur yang sudah disampaikan oleh pusat," lanjut dia.
Selain menunggu bantuan, jika dana untuk pembelian mebeler tidak terlalu besar, pihak sekolah bisa menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Karena dengan dana BOS bisa digunakan untuk pembelian mebler dan tetap mengacu pada juklak juknis BOS tahun 2017. (ymr)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook

0 komentar:

Item Reviewed: Puluhan Siswa Belajar Berdiri, Sebagian Lagi Lesehan Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai