Monday, 17 July 2017

Perjuangan Saipin Bustami (58), Meski Fisik Tak Normal Susuri Jalan Puluhan Kilo, Sekolahkan Anak di Ponpes

Wak Ipin menyusuri jalan lintas Curup - Kepahiang mencari barang bekas.
Wak Ipin, panggilan akrab Saipin Bustami (58) warga Desa Pulo Geto Kecamatan Merigi ini, memiliki bentuk fisik yang tidak normal seperti orang kebanyakan, yakni berbadan bungkuk. Kendati usianya sudah separuh abad lebih, tetapi dia tak pernah patah semangat mencari rezeki untuk keluarganya. Berikut liputannya.

BAMBANG - Merigi

DENGKAT tongkat kayu andalannya, Wak Ipin setiap hari menyusuri jalan Kepahiang - Curup, mengais sampah plastik yang berserak di jalanan dan dari tempat-tempat sampah. Lalu, sampah-sampah tersebut dia jual, begitu setiap hari yang dia lakukan.

Apalagi, Wak Ipin masih memiliki seorang anak yang sedang menimba ilmu di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Rejang Lebong. Besar harapannya, kelak anaknya bisa mengangkat derajat keluarganya dan menjadi anak yang solehah, yang terus mendoakan kedua orang tuanya.
Meskipun perjuangan hidupnya cukup keras, tetapi dia tak pernah mengeluh. Bahkan saat hujanpun ia tetap berangkat, dengan susah payah mencari sampah-sampah plastik atau pun yang bisa dijual. "Uang dari hasil menjual barang bekas saya tabung. Sisanya untuk makan, seberapapun jumlah uang yang didapat," tutur Wak Ipin.

Meski kondisi fisiknya tak seperti orang pada umumnya, hidup pantang menyerah dan terus berusaha terus dilakukan. Selagi masih ada kesempatan dan bisa berjalan, hal tersebut harus benar-benar dimanfaatkan untuk mencari rezeki, meski harus bertumpu pada tongkat kayu. "Upaya keras saya tak sia-sia, kini kami sudah bisa membuat pondasi rumah dengan ukuran 3 X 4 meter. Itu dari jerih oayaj saya. Saya optimis, mampu mewujudkan keinginan membangun rumah sendiri," tutur Wak Ipin.

Wak Ipin menambahkan, dimasa mudanya dulu dia seorang petani, namun saat usianya menginjak 35 tahun, dirinya nyaris putus asa, sebab sebelah badannya tak bisa digerakkan dan tak mampu berdiri akibat terserang penyakit stroke. Keinginan untuk sembuhpun kembali terpancar, namun lantaran keseringan membungkuk, akhirnya fisiknya hingga kini terus membungkuk. Meski pun sakit strokenya sudah sembuh. "Alhamdulillah, bantuan dari tetangga maupun pemerintah melalui Dinas Sosial sering ada, bahkan saya ditawari untuk tinggal di panti jompo. Namun, tawaran tersebut saya tolak, karena harus mencari nafkah demi anak," pungkas wak Ipin.(**)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook

0 komentar:

Item Reviewed: Perjuangan Saipin Bustami (58), Meski Fisik Tak Normal Susuri Jalan Puluhan Kilo, Sekolahkan Anak di Ponpes Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai