Sunday, 2 July 2017

Penjual Miras Bisa Dipidana

Ilustrasi Miras

CURUP RPP - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong (RL) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten RL, saat ini tengah membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) minuman berakohol bersama sembilan raperda lainnya. 
Menurut Kabag Administrasi Hukum Setdakab RL, Maxpinal, SH, melalui Kasubag Hukum dan Perundang-undangan, Indra Hadiwinata, SH, MT, dalam raperda tersebut ada tiga sanksi yang bisa dikenakan kepada para penjual minumal berakohol. Yakni sanksi administrasi, denda administrasi dan sanksi pidana.
Indra menjelaskan, dalam raperda itu mengatur tentang sanksi, perizinan, hak, kewajiban dan larangan bagi penjual langsung dan penjual eceran. Sehingga perda berfungsi memberikan batasan-batasan peredaran Miras di RL. "Jadi tidak bisa sembarangan dalam penjualan miras atau minumal berakohol. Misalnya tidak boleh berdekatan dengan fasilitas umum, sekolah, masjid, musala, dengan jarak minimal 500 meter dan batasan lainnya," jelas Indra.
Ketentuan perda nantinya, jika sudah disahkan juga berlaku pada minuman tradisional yang memabukkan seperti tuak, brem bali dan arak putih. Karena menurut Indra, tiga minuman keras itu memiliki kandungan alkohol yang sangat tinggi dan termasuk kategori miras golongan B. Oleh karena itu Pemkab RL berusaha membatasi peredaraanya.
"Kita ingin mewujudkan RL sebagai kota pendidikan, kota wisata dan kota religius. Sudah pasti ini menjadi komitmen kita bersama untuk membatasi peredaran miras. Mudah-mudahan setelah libur Lebaran, pembahasan langsung dilakukan oleh DPRD. Sehingga bisa segera disahkan dan bisa segera kita sosialisasikan kepada masyarakat," tandasnya. (yon)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook

0 komentar:

Item Reviewed: Penjual Miras Bisa Dipidana Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai