Tuesday, 4 July 2017

Ngaku Anggota Dewan, Hamili Gadis, Lalu Kabur

Ilustrasi
CURUP RPP - Sungguh malang nasib dialami Me (22). Ia harus menanggup aib karena termakan bujuk rayu pria yang mengaku anggota dewan. Pasalnya, setelah melakukan hubungan intim dan hamil, pria pujaannya itu menghilang entah kemana. Kini usia kehamilan Me sudah memasuki usia 8 bulan dan kasusnya ditangani oleh Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Rejang Lebong.

Ketua KPI Rejang Lebong, Teti Sundari dibincangi wartawan koran ini kemarin mengungkapkan pihaknya melakukan pendampingan terhadap korban sebab selain kasus ini dilaporkan ke Polres Rejang Lebong, korban juga dalam kondisi tidak stabil.
"Kita berupaya menenangkan kondisi korban, sembari mencari orang yang bersedia mengadopsi anaknya kelak setelah melahirkan. Pasalnya orang tua korban yang melihat kondisi korban merasa malu dan tak ingin menerima kehadiran korban di tengah keluarganya," ujar Teti.

Teti menambahkan setelah pihaknya, Dinas Sosial dan PPA Polres berdiskusi, diputuskan penanganannya diserahkan ke pihaknya dan dinas sosial. Lantaran korban bukan anak di bawah umur. "Untuk orang yang hendak mengadopsi anaknya sudah ada, dan tinggal dilakukan pertemuan. Sebab korban sendiri selama ini tinggal di luar kota dan baru beberapa hari berada di Curup," imbuhnya.

Teti melanjutkan dari pendekatan yang pihaknya lakukan dengan korban diketahui jika korban dan pelaku kenal sekitar 10 bulan yang lalu. Mereka dikenalkan oleh teman korban yang juga seorang pria dan tinggal di Kabupaten Kepahiang. Pelaku saat itu mengaku sebagai anggota dewan. Keduanya lantas menjalin hubungan asmara hingga suatu saat korban diajak pelaku ke salah satu kosan. Disanalah, pelaku membujuk korban untuk melakukan melakukan hubungan suami istri. Guna meyakinkan, pelaku berjanji akan menikahi korban. Korban yang termakan bujuk rayu pelaku akhirnya meladeni keinginan pelaku.

Hubungan terus berlanjut hingga korban hamil. Kehamilan tersebut lalu disampaikan korban kepada pelaku saat keduanya jalan-jalan. Setelah itu korban pulang ke rumahnya. Sejak saat itulah, nomor handphone pelaku sudah tak aktif lagi. Bahkan teman korban yang sebelumnya mengenalkan korban dengan pelaku sudah bekerja di luar negeri.
"Pelaku kisaran umur 45 tahun yang mengaku anggota dewan. Bujuk rayu pelaku hendak menikahi korban ternyata hanya bualan semata. Korban harus menanggung sendiri atas apa yang dilakukan pelaku," tutup Teti. (wsa)

  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook

0 komentar:

Item Reviewed: Ngaku Anggota Dewan, Hamili Gadis, Lalu Kabur Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai