Friday, 21 July 2017

Miris! 20 Tahun Hidup Miskin Tak Pernah Didata, Alasan Administrasi

Beginilah kondisi tempat tinggal Aji Winarni bersama istrinya. Tampak Aji duduk di depan pintu gubuk miliknya (kanan).
UJAN MAS RPP - Miris melihat kondisi pasangan Aji Warni dan istrinya Abar. Bagaimana tidak, meskipun sudah berusia uzur, tetapi Aji dan istrinya menetap di sebuah gubuk reot berukuran 2 x 3 Meter di bibir jurang, Dusun 8 Desa Daspetah 1, Kecamatan Ujan Mas.

Digubuk berlantai tanah, dinding triplek dan atap seng itu, Aji menghabiskan hari-harinya bersama sang istri karena menderita tuna netra. Lebih kurang 20 tahun pasangan yang tidak memiliki keturunan ini menjalani kehidupan berbalut kemiskinan.

Datang dari daerah Setimun Tulang, Musi Rawas membuat mereka jauh dari sanak saudara. Berkat uluran tangan dari warga sekitar, membuat sehingga mereka mampu bertahan hidup hingga sekarang.
Salah seorang tetangga,  Edi Susanto (53) mengatakan, Aji menderita kebutaan sehingga tak dapat melihat. Ia selama ini hanya di rumah saja. Karena kasihan, warga sering memberi makan.
"Satahu saya, sudah sekitar 20 tahun mereka hidup seperti ini. Baru tadi (kemarin, red)  ada orang dari Dinas Sosial datang memberi bantuan karpet, selimut dan sembako," ungkap Edi.

Bahkan, sepengetahuan Edi, tanah yang tempat oleh Aji bersama istrinya itu milik H. Rapit. Dia dan istrinya hanya menumpang.
"Sangat prihatin sekali melihatnya, apalagi rumah itu hanya berjarak 2 meter di bawah pohon surian di bibir jurang. Pernah kemarin waktu hujan, dahan pohon patah,  untung tidak menimpa rumahnya," cerita Edi.

Meski sudah puluhan tahun menderita, ternyata pihak perangkat desa setempat belum pernah berupaya mengajukan permohonan bantuan ke pemerintah daerah, dengan alasan administrasi.

Padahal, untuk menolong orang dengan kondisi seperti itu, dibutuhkan hati nurani. Dimana letak rasa keadilan sosial, jika untuk mengajukan bantuan orang miskin harus memiliki kartu keluarga dan sebagainya.  Jangankan untuk mengurus KK, diajak bicara saja sulit apalagi dengan kondisi mata buta. Harusnya perangkat desa berinisiatif untuk melakukan sesuatu. Tidak menutup mata dengan alasan administrasi. Di samping itu, desa juga hendaknya tidak berfokus kepada pembangunan fisik, infrastruktur desa saja, tapi juga perlu memberdayakan masyarakat agar keluar dari jurang kemiskinan.
"Dia memang sudah lama tinggal di sini, tapi tidak jelas laporannya ke desa,  KK-nya tidak ada,  buku nikahnya tidak ada. Jadi, kami tidak bisa berbuat apa-apa nanti kami yang disalahkan," jelas Kepala Desa Daspetah, Hendar Husin.

Karena itu, Hendar yang sudah menjabat kades selama 4 tahun ini belum mengusulkan bantuan untuk Aji.
"Kami sudah lakukan pendataan masyarakat miskin, tapi dia (Aji,red) tidak dimasukkan karena tidak memiliki KK," kata Hendar.

Terungkapnya keberadaan Aji ini, berkat postingan Yeni warga Simpang Kota Bingin ke jagad maya, Facebook. Diceritakannya, dia menemukan pasutri itu secara tidak sengaja saat bertamu ke rumah temanya yang tak jaun dari rumah Aji.
"Lalu, kita posting ke facebook dan banyak yang komen. Bahkan sudah ada yang nyumbang seng 20 keping dan uang Rp 900 ribu," pungkas Yeni. (ton)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook

0 komentar:

Item Reviewed: Miris! 20 Tahun Hidup Miskin Tak Pernah Didata, Alasan Administrasi Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai