Friday, 21 July 2017

Memprihatinkan, 32 Siswa Harus Belajar di Lantai

Sebanyak 32 siswa kelas VII SMPN 20 Rejang Lebong terpaksa belajar di lantai karena tidak memiliki meja dan kursi.
LEMBAK RPP - Sungguh memprihatinkan. Sebanyak 32 pelajar kelas VII SMPN 20 Rejang Lebong Desa Balai Buntar Kecamatan Sindang Beliti Ilir (SBI) terpaksa harus belajar di lantai. Sebab, kelas VII C tempat siswa tersebut melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak memiliki meja dan kursi sama sekali.

Pantauan RPP, siswa yang baru saja masuk di tahun ajaran baru ini terlihat kurang nyaman. Karena, apa yang mereka bayangkan, mendapat fasilitas pendidikan yang layak seperti sekolah-sekolah lainnya sungguh di luar dugaan. Tentu, pihak sekolah tidak menginginkan kondisi tersebut dapat mempengaruhi semangat siswa untuk terus bersekolah di SMP tersebut.

Meski tidak ada meja dan kursi untuk siswa maupun guru, proses belajar dan mengajar di sekolah tersebut tetap dilakukan seperti biasa. Dan pihak sekolah terus memotivasi para siswanya agar kondisi tersebut tidak dijadikan sebagai kendala untuk menuntut ilmu sebagai bekal di masa depan.
Saat dikonfirmasi, Kepala SMPN 20 Rejang Lebong, Sampurna S.Pd mengaku, hanya satu lokal saja yang tidak memiliki meubler meja dan kursi. Meskipun kelas lainnya memiliki meja dan kursi, tetapi menurutnya sudah banyak yang rusak.

Dia menambahkan, untuk mengatasi persoalan tersebut sebenarnya pihak sekolah sudah berupaya dengan cara mengajukan proposal usulan pengadaan meja dan kursi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rejang Lebong. Itu artinya, dinas terkait sudah mengetahui kebutuhan di sekolah tersebut. "Bahkan, kami pihak sekolah sudah berupaya membelikan kursi plastik sebayak 35 unit. Hanya saja, kami belum mampu untuk membeli mejanya, karena keterbatasan dana," jelas Sampurna.

Menurut Sampurna, sejak sekolah tersebut berdiri pada tahun 1996 lalu, hingga saat ini belum pernah sama sekali mendapat batuan, salah satunya bantuan meubler dari Dinas Pendidikan dan Kebudanya Rejang Lebong. Sehingga, jika ada meja atu kursi yang rusak, terpaksa pihak komite melakukan perbaikan sendiri. "Karena diperbaiki sendiri, tidak semua meja dan kursi rusak bisa diperbaiki. Tergantung dananya," ucap Sampurna.

Karena itu dia sangat berharap, agar pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rejang Lebong dapat memberikan batuan meubler kepada sekolahnya, supaya proses belajar dan mengajar di sekolah ini dapat berjalan lancar sebagaimana mestinya, seperti sekolah-sekolah yang lain.(sr5)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook

0 komentar:

Item Reviewed: Memprihatinkan, 32 Siswa Harus Belajar di Lantai Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai