Wednesday, 5 July 2017

Lagi, Pelanggan Komplain PLN

Ilustrasi
CURUP RPP - Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Curup kembali mendapatkan komplain dari salah satu pelanggannya. Adalah Nasir Mauludin, Kepala UPT Puskesmas Bangun Jaya, Kecamatan Bermani Ulu Raya yang mendatangi kantor PLN Rayon Curup, Senin (3/7) untuk membuat surat komplain.

Berdasarkan penuturan Nasir kepada RPP, komplain yang disampaikannya adalah karena ia merasa dicurangi oleh PLN. Karena angka stand meter yang tertera di struk pembayaran listrik atas nama RD Puskesmas itu jauh lebih besar ketimbang yang tercatat di KWh meter yang ada di Puskesmas Bangun Jaya. Seperti pada struk pembayaran bulan Mei 2017, di struk stand meter tertulis 00281300-0097300. Sedangkan di KWh hingga 4 juli baru tercata 0069605.
"Jadi kemungkinan besar PLN melalui pihak ketiganya ini tidak melakukan pencatatan secara riil. Buktinya antara angka di KWh dengan yang di struk lebih banyak yang distruk, inikan tidak masuk akal. Sedangkan harusnya angka di struk itu ada setelah melihat angka di KWh. Saya komplain tadi katanya KWh di kantor itu macet, tapi setelah kami cek KWh itu dalam kondisi hidup dan berputar," ungkap Nasir.

Atas masalah ini, Nasir mengaku akan menuntut ganti rugi atas keteledoran PLN. Karena jika terbukti Puskesmas membayar dengan angka lebih mahal akibat kesalahan PLN ini sudah pasti pihaknya dirugikan, apalagi yang digunakan membayar listrik ini adalah keuangan daerah.
"Jika mereka hanya menetapkan angka-angka itu dengan perkiraan tentu ini berbahaya, saya takutnya banyak yang menjadi korban serupa. Saya minta PLN segera melakukan pengecekan dan menyimpulkan hasilnya. Apakah ini kesalahan mereka atau bukan, karena kejadian ini ternyata sudah berlangsung sejak Januari lalu. Kebetulan saya baru melihat KWh kemarin, makanya langsung saya laporkan," tegasnya.

Sementara itu, Manager PLN Rayon Curup, A Rafiko saat dikonfirmasi wartawan koran ini di ruang kerjanya, Selasa (4/7) mengatakan, sebagai petugas pencatatan PLN bekerjasama dengan pihak ketiga, yakni PT. GAP. Tugas pihak ketiga itu, yakni melakukan pemotretan objek KWh dan mencatat nomor stand meter yang ada di KWh tersebut, karena setiap petugas catat sudah dibekali dengan aplikasi pencatatan.
"Ada beberapa kemungkinan yang membuat petugas catat tersebut tidak bisa melaksanakan tugasnya, pertama karena pagar dalam kondisi terkunci, kedua karena adanya anjing galak dan yang ketiga karena ada hal yang bisa membahayakan keselamatan petugas. Masalah ampere meter di Puskesmas Bangun Jaya itu nanti akan kami cek langsung kondisinya ke lapangan," ungkap Rafico.

Jika ternyata nantinya ditemukan fakta adanya kerusakan pada KWh meter tersebut, maka pihaknya akan melakukan penggantian dengan tanpa adanya biaya yang dibebankan kepada pelanggan. Akan tetapi untuk penggantian dana jika ditemukan ternyata ada kesalahan teknis pada pencatatan maka PLN tidak bisa melakukan penggantian secara tunai.

Penggantian kerugian itu menurut pria asal Palembang ini akan dilakukan dengan cara memasukkan dana kerugian melalui tagihan listrik bulan selanjutnya. Hal itu dikarenakan PLN menggunakan sistem terpusat.
"Secepatnya kita akan cek ke lapangan, untuk melakukan pengecekan. Kalau misalnya nanti ada kerusakan pada KWh tentu akan kita ganti dan itu tidak dikenakan biaya penggantiannya. Tapi kalau mengganti dana tunai jika ternyata ada kesalahan dikita itu tidak bisa, karena sistem kita terpusat. Kita akan ganti melalui tagihan rekening listrik selanjutnya," pungkas Rafico. (yon)

  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook

0 komentar:

Item Reviewed: Lagi, Pelanggan Komplain PLN Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai