Tuesday, 25 July 2017

Kisah Pesepeda Uzur Peserta GPN asal Kepahiang, Sanggup Tempuh Puluhan Kilometer

Zailani
OLAHRAGA merupakan bagian penting bagi kesehatan manusia. Akan tetapi banyak orang tidak bisa berolahraga karena kendala fisik, kesehatan atau waktu. Tapi, kisah pesepeda uzur yang sudah berusia 84 tahun ini setidaknya bisa dijadikan inspirasi untuk kita yang peduli kesehatan. Berikut kisahnya.

BUYONO, Curup

Dari ratusan orang peserta Gowes Pesona Nusantara (GPN) 2017 etape Pat Petulai Kabupaten Rejang Lebong (RL) ada satu peserta yang berhasil mencuri perhatian siapapun yang menyaksikan ajang bergengsi ini. Ia adalah Zailani, seorang pria 84 tahun yang tergabung dalam komunitas sepeda Kepahiang Cycle Comunity.
Wajahnya yang sudah keriput, fisiknya yang kelihatan mulai lemah dengan kondisi badan sudah tidak tegap lagi, namun Zailai tampak masih kuat mengayuh sepedanya. Tampak belasan rekan-rekan setimnya juga tidak berada jauh dari kakek yang sudah memiliki 19 orang cicit, 29 orang cucu dari 8 orang anaknya ini.
Beberapa kali tampak rekan-rekannya memberikan sebotol air mineral kepada Zailani untuk melepas dahaga setelah menyelesaikan rute funbike sepanjang 5 kilometer dengan melintasi beberapa tanjakan yang cukup terjal di kawasan Talang Benih. Setelah tiba di jalur finish, Zailani duduk melepas lelang di teras GOR Curup.
Saat saya hampiri, Zailanipun menyambut dengan ramah untuk berfoto bersama bersama dengan para peserta GPN lainnya. Kakek yang tinggal di Jalan Tunggal Kelurahan Sijantung, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu ini mengaku sudah bisa bersepeda saat ia masih mengenyam pendidikan sekolah rakyat (SR) sekitar tahun 1951 - 1953 di Kota Yogyakarta.
"Kalau sepeda itu dari dulu memang sudah naik sepeda, saat masih kecil. Alhamdulillah sampai sekarang masih hobi dan kuat untuk bersepeda. Bahkan saya menjadi pelopor berdirinya Kepahiang Cycle Club pada 23 April 2016 lalu. Sekarang anggotanya sudah banyak," ceritanya.
Rahasia sehatnya ternyata bukanlah jamu dan obat, akan tetapi olahraga menjadi kunci kesehatan pria kelahiran 1 januari 1935 silam ini. Bahkan menurutnya, ia baru tiga kali sakit sejak tahun 1970 lalu. Karena, sejak bergabung dengan KCC, ia bersama rekan-rekannya sudah biasa menempuh perjalanan puluhan kilometer.
Setiap hari libur, rute yang ditempuhnya adalah Kepahing - Curup, Kepahiang - Gunung (Puncak Liku Sembilan), Kepahiang - Kabawetan. Semuanya ditempuh pulang pergi. "Dari umur 10 tahun sampai sekarang saya masih merokok. Makanya supaya tetap sehat harus diimbangi dengan olahraga, itu saran dokter Arbi. Karena istri saya stroke, kata beliau jika saya ingin sehat harus terus olahraga makanya saya olahraga ini," kata Zailani melanjutkan ceritanya.
Awalnya, ia hanya menggunakan sepeda dengan merek biasa seharga Rp 1,5 juta saja. Namun berkat tekadnya yang kuat untuk berolahraga, ternyata menggugah hati dr Arbi untuk memberi Zailani sebuah sepeda merek Polygon seharga Rp 3,2 Juta. Dengan sepeda berkualitas ini ternyata menurutnya memiliki semangat lebih untuk terus bersepeda.
Hingga iapun juga menyampaikan pesannya, kepada seluruh masayrakat yang memiliki kesempatan dikala masih muda untuk terus berolahraga, apalagi memiliki banyak waktu dan kesehatan. "Jangan sampai menyesal dihari tua. Mumpung masih muda, sering-sering berolahraga supaya tetap sehat dan bugar seperti saya," ujarnya menutup cerita di pelataran GOR Curup.
Zailani kemudian mendekati sepedanya untuk sesi pemotretan, lalu ia turut membantu rekan-rekannya menaikkan seluruh sepeda mereka keatas mobil pikap. Iya, pagi kemarin mereka dari Kepahiang menuju Curup untuk mengikuti ajang GPN tidak mengayuh sepeda, karena start kegiatan ini sendiri dilakukan sekitar pukul 07.00 WIB sehingga terlalu pagi jika mereka harus mengayuh sepeda dari Kepahiang. (**)

  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook

0 komentar:

Item Reviewed: Kisah Pesepeda Uzur Peserta GPN asal Kepahiang, Sanggup Tempuh Puluhan Kilometer Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai