Friday, 21 July 2017

Kehidupan Aji Undang Keprihatinan

Salah seorang tetangga melihat rumah Aji.
KEPAHIANG RPP - Fakta masih ada warga miskin terlantar dan tidak terdata menuai keprihatinan banyak pihak. Aji Warni (Tuna Netra) bersama istrinya Abar sudah 20 tahun hidup di bawah garis kemiskinan di gubuk reot Dusun 8 Desa Daspetah 1 Kecamatan Ujan Mas. Ironisnya, selama itu pula dia tidak pernah didata sebagai warga kategori miskin. Alasanya pun terkesan sepele, karena kedua pasangan suami istri ini tidak memiliki Kartu Keluarga (KK).

BACA: Miris! 20 Tahun Hidup Miskin Tak Pernah Didata, Alasan Administrasi

Karmolis, Warga Desa Kelobak sangat menyayangkan aparatur Desa Daspetah 1 yang dinilai tidak memiliki kepekaan terhadap sesama.
"Kalau acuan pengajuan bantuan itu harus ada KK, ya repot. Sedangkan banyak orang miskin tak mampu dan tak tahu tentang administrasi kependudukan. Untuk itu butuh kepekaan aparatur desa untuk membantu warganya yang memang layak dibantu," kata Karmolis, Kamis (20/7).

Di sisi lain, anggota DPRD Kabupaten Kepahiang daerah pemilihan (Dapil) Ujan Mas dan Merigi,  Edwar Samsi SIP MM mengaku prihatin dengan kehidupan Aji Warni.
"Kita sangat prihatin, kalu memberikan bantuan alakadarnyo sudah kita lakukan," ungkap Edwar.

Meski demikian, sambung Edwar, seharusnya warga miskin seperi Aji mendapat bantuan bedah rumah.
"Seharusnya dapat bantuan bedah rumah, tetapi tidak pernah dapat dan sudah diusulkan," tandas Edwar.

Edwar meminta agar Pemkab Kepahiang melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turun ke lapangan untuk mendata masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial, berupa bantuan kesehatan dan bantuan pangan. Bukan hanya menjenguk, memberikan bantuan lalu menghilang. Ia juga menyayangkan, pemerintah desa yang tidak menindaklanjuti warga kurang mampu dan dengan keterbatasannya selama ini.
"Kita minta jadi perhatian pemerintah daerah, melalui OPD nya. Jangan sampai setelah diberikan bantuan lalu selesai. Persoalan ini harus dijadikan pembelajaran, Pemkab bukan hanya menunggu laporan atau usulan data dari desa, melainkan harus turun ke lapangan mendata masyarakat kurang mampu," tegas Edwar.

Menurutnya, ada banyak masyarakat yang kurang mampu luput dari perhatian, jika memang dicari dan didata tentu akan banyak ditemukan. Bahkan, mereka yang layak menerima bantuan sosial sama sekali tidak mendapatkannya, baik itu bedah rumah, kesehatan maupun bantuan lainnya.
"Masyarakat kurang mampu ini merupakan tanggung jawab pemerintah. Pemerintah daerah sebagai utusan pemerintah pusat harus benar-benar bergerak, terutama pada saat pendataan BPJS PBI," tegas Edwar.

Sebelumnya, Kasi Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kepahiang Nurul Huda SKM menyatakan jika saat ini tengah melakukan pendataan penerima BPJS PBI dengan jumlah 16.000 penerima. Pendataan melibatkan pihak desa, kelurahan, RT dan RW se-Kabupaten Kepahiang.
"Selain mendata penerima BPJS PBI, kita juga mengevaluasi data-data penerima lama, karena tidak menutup kemungkinan perekonomian masyarakat sudah meningkat seiringnya waktu," pungkas Nurul.(ton)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook

0 komentar:

Item Reviewed: Kehidupan Aji Undang Keprihatinan Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai