Friday, 21 July 2017

Ini Enam Tuntutan Warga Kepala Curup, Soal Dugaan Penyelewengan ADD


CURUP RPP - Sebanyak 4 orang warga Desa Kepala Curup, Kecamatan Binduriang, Kamis (20/7) sekitar pukul 12.00 WIB mendatangi kantor Surat Kabar Harian (SKH) Radar Pat Petulai (RPP) di Jalan Jenderal Soedirman, Kelurahan Tempel Rejo. Mereka adalah Andri Wisata, Ardian, Sugiono dan Ri Apung.

Kedatangan mereka untuk kembali mempertanyakan dan mendesak aparat penegak hukum menindaklanjuti laporan mereka ke Inspektorat Kabupaten RL dalam hal penanganan laporan mereka terkait dugaan penyelewengan penggunaan ADD Desa Kepala Curup tahun 2015.

Menurut Andri, mereka sudah lelah dan tidak percaya lagi dengan inspektorat, karena laporan yang telah dilayangkannya sebanyak tiga kali sejak Januari 2017 lalu sampai sekarang belum ada tindakan riil. "Kami meminta penegak hukum, Polres RL dan Kejari Curup turun tangan. Karena kami sudah tidak percaya lagi atas penanganan inspektorat ini," ungkap Andri.

Apalagi menurutnya terkait laporan mereka akhir pekan lalu juga dianggapnya belum ada tindak lanjutnya dari inspektorat. Andri juga membantah jika saat dilakukan pemanggilan untuk diperiksa beberapa waktu lalu mereka dimintai memberikan penjelasan atau dilakukan tanya jawab secara mendalam oleh pemeriksa dari inspektorat.
"Waktu itu kami hanya menulis tuntutan kami, tidak ada tanya jawab pemeriksaan di Inspektorat. Jika mereka mengatakan, ada laporan misalnya drainase 100 meter, dikerjakan hanya 90 meter dan terjadi indikasi penyelewengan 10 meter saja itu jelas tidak masuk akal. Apalagi sampai kami tidak tahu lokasinya dimana dan kondisinya seperti apa," tukasnya.

Masih menurut Andri, salah satu poin yang mereka tuntut adalah dugaan penyelewengan alokasi dana desa untuk pemberdayaan masyarakat, dimana dana itu digunakan untuk pelatihan menjahit. "Bukti dari pendamping desa kita sudah punya, kata pendamping desa kegiatan pelatihan menjahit itu tidak ada sampai sekarang. Tapi duitnya dikeluarkan, jadi ini yang kita pertanyakan," tegas Andri diamini oleh rekan-rekannya yang lain. (yon)

Tuntutan warga Kepala Curup kepada Inspektorat RL 

1. Dana ADD - DD yang dikeluarkan oleh pemerintah tidak ada musyawarah desa baik dengan perangkat desa maupun dengan masyarakat.

2. Dana SiLPA DD tahun 2015 di bidang pemberdayaan masyarakat tentang pelatihan jahit menjahit sampai saat ini belum ada atau tidak ada pelaksanaanya

3. Dana ADD - DD yang dikelola oleh oknum kades Kepala Curup untuk pembangunan di desa, menurut pandangan kami, masyarakat bangunan yang asal-asalan, tumpang tindih, berlokasi di tempat yang sama atau satu tempat, bangunanya hanya itu-itu saja.

4. Beras raskin yang dikeluarkan oleh Perum Bulog dialokasikan di desa kepala curup sebanyak 1.920 kilogram (Kg) per bulan atau 5,76 ton per triwulan dengan biaya tebus Rp 3500 ini diakui kepala desa Kepala Curup melalui media Rakyat Bengkulu pada Sabtu, 14 Januari 2017 lalu.

5. Kepala desa salurkan beras raskin melalui perangkat/kadus, untuk dibagikan ke masyarakat cuma 600 Kg/Kadus atau 3 ton untuk 5 kadus/triwulan, namun perangkat tetap dilaporkan kepala desa ke pemerintahan itu ada 6 perangkat /kadus untuk desa Kepala Curup.


6. Adanya penambahan bangunan baru diawal tahun, Kamis (26/1) tahun 2017 dengan penjelasan kepada masyarakat bahwa Kepala Desa Kepala Curup mendapatkan bonus dari pemerintah sebesar Rp 30 juta.

  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook

0 komentar:

Item Reviewed: Ini Enam Tuntutan Warga Kepala Curup, Soal Dugaan Penyelewengan ADD Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai