Friday, 28 July 2017

Damai, Oknum Petugas Medis Tetap Disanksi


Ilustrasi

CURUP RPP - Kasus dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh oknum petugas medis RSUD Curup berinisial Su (39) terhadap Fi (21) warga Desa Ujan Mas Atas Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang, Selasa (18/7) sekira pukul 19.30 di ruang anastesi, RSUD Curup lalu berakhir damai. 

Namun menurut Direktur RSUD Curup, dr Asep Setia Budiman, meski sudah damai tapi sanks untuk yang bersangkutan tetap akan diberlakukan. "Iya sudah damai mas, tapi hari ini kita masih rapat dengan manajemen untuk menentukan sanksinya kepada petugas medis tersebut. Jika memang terbukti melakukan pelanggaran kode etik atau prosedur tentu akan kami serahkan ke inspektorat untuk menentukan sanksinya. Tapi kalau bisa jangan dimuat di koran dulu mas," singkat Asep.
Sementara itu, saat dimintai tanggapannya, Wakil Bupati RL, H Iqbal Bastari, S.Pd, MM mengaku masih akan menelusuri terlebih dahulu apa yang sebenarnya terjadi dalam kasus ini. "Kita tidak bisa memvonis siapa yang berasalah. Karena tim medis tentu punya SOP dan kita lihat dulu yang sebenarnya permasalahan ini seperti apa," kata wabup.

Sedangkan Sekkab RL, R A Denni, SH, MM ditemui usai menghadiri pelantikan pejabat struktural di depan ruang pola Setdakab RL mengatakan, untuk pemberian sanksi diserahkan kepada atasan langsungnya yakni direktur RSUD Curup untuk memberikan pembinaan. "Katanyakan sudah damai. Tapi sebagai PNS tentu direktur memiliki kewenangan untuk memberikan pembinaan kepadanya," pungkasnya.

Hal senada disampaikan Kapolres RL AKBP Napitupulu Yogi Yusuf, SH, SIK melalui Paur Humas Ipda Ahmad Gunawan, SH melalui Kasat Reskrim AKP Chusnul Qomar, SH, SIK. Menurut kasat, meskipun sudah ada upaya perdamaian antara keduanya namun proses hukum tetap akan berjalan. Penyidik akan terus melakukan pemanggilan terhadap pihak RSUD terkait hal tersebut. 
"Kalaupun mereka berdamai ya silahkan saja, itu kewenangan mereka, tetapi proses hukum tetap berjalan dan kita sudah melakukan pemanggilan terhadap pihak RSUD yang terkait dalam kasus ini," tegas Chusnul. 

Kasat menambahkan sejauh ini pihaknya juga belum menerima secara resmi pernyataan damai dari kedua belah pihak. Meskipun nantinya akan ada, tentu tak akan mempengaruhi proses hukum yang saat ini tengah berjalan. "Pemanggilan kita secara bertahap, sebab kita juga tetap menggunakan asas praduga tak bersalah, namun jika dari hasil pemeriksaan yang kita lakukan terindikasi ya jelas akan kita tangkap dan proses hukum," tandasnya. 

Sekedar mengingatkan, peristiwa ini terjadi Selasa (18/7) sekira pukul 19.30 di ruang anastesi. Menurut keterangan Fi, saat itu ia sedang menjaga sembari menyusui anaknya yang baru usai operasi. Lalu datang pelaku yang menyuruh ia dan anaknya masuk ke sebuah ruangan untuk diberi suntikan vitamin. Alasannya agar Fi tidak lemas. 

Tiba-tiba dari belakang, pelaku langsung menyuntik pantatnya hingga menembus celana yang ia pakai. Setelah diberikan suntikan tersebut Fi merasa lemas dan pusing. Dalam keadaan lunglai, pelaku mencoba memegangi dirinya. Dan posisi tangan pelaku berada di bagian buah dada. Kaget, Fi memberontak dan berlari keluar ruangan. Saat keluar ia sempat terjatuh dan tak sadarkan diri. Saat tersadar ia sudah berada di IGD. (yon/wsa)

  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook

0 komentar:

Item Reviewed: Damai, Oknum Petugas Medis Tetap Disanksi Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai