Monday, 24 July 2017

Curhat Pedagang yang Terkena Dampak Proyek Jembatan

Usaha Nyaris Mati, Tiap Hari "Makan" Debu 

SEPI: Perekonomian di sepanjang jalan MH Thmarin nyaris mati sejak dilakukan penutupan jalan karena pembangunan jembatan air rambai.
PARA pelaku usaha di sepanjang jalan MH Thamrin merupakan pihak yang paling merasakan dampak dari pelaksanaan proyek Jembatan Air Rambai. Sejak proyek ini berlangsung dan jalan ditutup, omzet merosot tajam dan usaha terancam gulung tikar. Seperti apa pedagang menyikapi keadaan ini, berikut liputannya. 

BENY ARDIANSYAH, Curup

Keadaan Jalan MH Thamrin yang merupakan jalan poros, berubah drastis dari keadaan sebelumnya. Kawasan yang biasa padat dengan lalulalang kendaraan sekarang terlihat lengang. Hanya terlihat segelintir saja kendaraan roda dua dan beberapa kendaraan roda empat yang melintasi.
Toko-toko yang berjejer di sepanjang sisi kiri dan kanan jalan yang biasa selalu ramai dengan aktivitas jual beli, juga sudah nampak “mati suri”. Banyak toko yang menutup barang dagangannya dengan kain, yang mengartikan bahwa toko tutup. Ada juga yang terang-terangan memasang tulisan pada selembar kertas putih dan digantung di pintu toko dengan tulisan "tutup".
Kondisi jembatan alternatif yang berada di samping pembangunan jembatan menjadi satu-satunya akses masyaakat untuk melintas. Tapi jembatan hanya terbatas untuk pengendara roda dua saja. Itupun tidak banyak masyarakat yang berani melaluinya, sebab kondisi jembatan sudah sangat membahayakan jika dilintasi. Karena itu keberadaannya tidak terlalu berpengaruh dengan perekonomian sekitar.
Di ujung pandangan, terlihat warung makan Dian yang masih melakukan aktifitas jual beli. Lokasi penjualan ini hanya kelang satu ruko dari aktifitas pembangunan jembatan. Ketika masuk dalam rumah makan ini tidak terlihat satupun pengunjung yang makan ataupun menunggu pesanan.
Hanya terlihat jejeran kursi plastik yang rapi mengelilingi meja-meja. Ketika berbincang dengan wartawan, Dian (33) sang pemilik rumah makan mengaku sejak jalan ditutup akibat proyek pembangunan jembatan, omzet penjualannya menurun sangat drastis. Biasanya dalam sehari bisa datang sampai 100 pembeli, tapi sekarang tidak sampai 50 orang lagi per harinya. "Pengunjung yang masih datang untuk berbelanja kebanyakan pelanggan lama yang memang sangat menginginkan makan makanan di sini. Kalau untuk pelanggan umum sudah tidak ada lagi," ungkapnya.
Menurut dia, hal ini juga yang membuat ia memilih tetap membuka usahanya dan tidak memilih tutup meskipun pembeli sepi. Ini semua ia lakukan karena tidak inmgin mengecewakan pelanggan lama yang sudah setia makan di warungnya sejak didirikan 7 tahun lalu.
Prihatinnya lagi, selain pembeli sepi, tiap hari para pedagang sekitar juga harus menghirup debu dari aktifitas proyek. Demi menjaga kebersihan lingkungan usahanya dan tidak menurunkan selera makan pelanggannya, ia terpaksa tiap hari harus menyiram menggunakan air. “Yah mau gimana lagi, inilah keadaannya. Meskipun penghasilan menurun drastis, yang pasti kita tetap syukuri,” tutupnya. (**)

  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook

0 komentar:

Item Reviewed: Curhat Pedagang yang Terkena Dampak Proyek Jembatan Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai