Tuesday, 25 July 2017

Abaikan K3, Kontraktor Dapat Teguran Keras

PENGAWASAN: Tim pengawas K3 dari Disnaker Provinsi Bengkulu saat turun ke lokasi proyek jembatan Air Rambai.
CURUP RPP - Tim Pangawas Ketenagakerjaan Dinas Tenagakerja dan Trasmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Bengkulu bersama Disnakertrans Kabupaten Rejang Lebong (RL), kemarin (24/7) turun langsung melakukan pengawasan terhadap Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada pekerja di pembangunan jembatan Air Rambai.
Dalam pengawasan ini, tim yang dipimpin oleh Agung Ardiansyah menemukan sejumlah pelanggaran terkait keselamatan pekerja. Selain itu, helm yang digunakan untuk para pekerja ternyata juga tidak memiliki label SNI yang artinya tidak layak digunakan.
Selain itu, pihak pelaksanaan di lapangan juga tidak bisa menjawab sejumlah pertanyaan dari tim terkait pekerja. Seperti jaminan kesehatan pekerja, jumlah upah dan sebagainya. Pihak pelaksanaan beralasan jika yang mengetahui semua itu adalah admin yang ada di kantor di Bengkulu. Atas temuan ini, pihak kontraktor diinstruksikan untuk melengkapi semua perlengkapan safety pekerja dan segera memberi jawaban kepada Disnaker Provinsi Bengkulu.
"Sudah kita suruh catat apa saja yang mesti mereka bawa nanti, karena kita ingin tahu apakah tenagakerja di sini sesuai upah dan sudah memiliki jaminan kesehatan apa belum," kata Agung.
Ditambahkan Agung, pengawasan ini baru merupakan pengawasan pertama. Setelah ini pengawasan akan tetap dilakukan dan jika teguran keras ini tidak dibenahi maka pihaknya pastikan akan memberi tindakan tegas. "Jika masih membandel akan kita tindak tegas bahkan bisa kita sampaikan ke hukum untuk dilakukan tindakan pidana," tegas Agung.
Pada bagian lain, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Rejang Lebong (RL) R A Denni, SH, MM meminta Dinas Perhubungan (Dishub) RL segera turun tangan menyikapi masih belum diperbaikinya jembatan darurat pada proyek pembuatan jembatan Air Rambai di Kelurahan Air Rambai Kecamatan Curup.
Menurutnya, jembatan darurat tersebut harus mengutamakan keselamatan pengguna jalan, baik pejalan kaki maupun pengguna kendaraan. "Saya minta Dishub turun tangan terkait masalah ini, karena meskipun namanya jembatan darurat tapi tetap harus mememnuhi standar keselamatan jangan sampai membahayakan pengguna jalan," ungkap Sekkab.

Siap Pakai Pekerja Lokal


Di sisi lain, terkait permintaan warga sekitar yang minta dipekerjakan, pelaksana proyek, Tohari saat ditemui RPP beberapa waktu lalu di mess pekerjaan jembatan mengatakan siap mengakomodir pekerja lokal.
Diakuinya sebagian besar pekerja dalam proyek pembangunan jembatan ini memang berasal dari Kabupaten Bengkulu Utara, daerah asal pelaksana pekerjaan jembatan ini. "Mereka tinggal di mess ini mas, jadi kerjanya kita bagi menjadi dua shif. Mayoritas mereka kita datangkan dari Bengkulu Utara, kita tunggu saatnya nanti kalau pas butuh banyak pekerja saat pengecoran baru kita akomodir warga sekitar," ujarnya.
Hal ini mendapatkan tanggapan juga dari Ketua Komisi III DPRD RL, Mahdi Husen, SH. Menurutnya, selain jembatan darurat permasalahan rekrutmen tenaga kerja lokal juga perlu menjadi perhatian serius dari pemborong pekerjaan jembatan Air Rambai. Pasalnya anggaran yang digunakan untuk pembangunan ini menggunakan uang negara yang jumlahnya sangat besar.
"Anggarannya cukup besar, sampai Rp 13,1 miliar, sudah seharusnya untuk pekerjaan yang tidak memerlukan keahlian khusus karena itu sifatnya pembangunan konstruksi tentu ada membutuhkan jasa kuli bangunan bisa saja memanfaatkan tenaga pekerja lokal. Kemudian saya kira ada juga warga RL yang memiliki keahlian khusus untuk pengerjaan pekerjaan seperti itu," tegas Mahdi. (yon)

  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook

0 komentar:

Item Reviewed: Abaikan K3, Kontraktor Dapat Teguran Keras Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai