Tuesday, 20 June 2017

Pasca OTT, Rumah Lili di Lubuklinggau, Sepi

SEPI. Inilah rumah istri Gubernur Bengkulu, Lili Martiani Maddari di Kota Lubuklinggau yang sepi pasca dirinya ditangkap oleh KPK di Bengkulu. Foto : Pranata Meksiko, Radar Pat Petulai

BENGKULU RPP – Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap Gubernur Bengkulu Dr. H. Ridwan Mukti, MH beserta istri Hj. Lili Madari dan 2 orang kontraktor yakni Rico Dian Sari dari PT Rico Putra Selatan dan Joni Wijaya dari PT Statistika, Selasa (20/6) dinilai sangat memalukan Provinsi Bengkulu.
Karena itu, ormas Jaringan Intelektual Manifesto Muda Bengkulu hari ini, rabu (21/6) akan mengelar aksi demo di Kantor DPRD Provinsi Bengkulu di Jalan Asahan Padang Harapan. Dengan jumlah massa diperkirakan mencapai 500 orang lebih. "Tuntutan kita minta agar DPRD Provinsi segera mengelar rapat paripurna menonaktifkan gubernur," ujar korlap aksi, Heru Saputra.
Heru menegaskan Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti dihadapan publik sudah menandatangani fakta integritas memberantas korupsi. Tapi justru gubernur beserta istri dan koleganya sendiri yang ditangkap KPK. "Ini sangat memalukan sekali, gubernur yang menyatakan Bengkulu Lubuk Kecik Buayo Galo, sekarang yang ditangkap KPK adalah rajo Buayonyo," pungkasnya.
Sementara itu, kediaman Lily Maddari, istri Gubernur Bengkulu, H Ridwan Mukti nampak sepi usai OTT KPK. Kediaman yang biasa ditempati Lily saat berkunjung ke Kota Lubuklinggau yang berada di Kelurahan Bandung Ujung, Kecamatan Lubuklinggau Barat 1 itu, hanya dijaga satu orang petugas keamanan. "Semuanya ke Bengkulu, tidak ada yang di rumah ini. Belum pulang mereka," singkat Petugas Keamanan, Rio.
Belum diketahui apakah Tim KPK juga akan memeriksa kediaman Lily di Kota Lubuklinggau ini. Namun, hingga sore kemarin suasana rumah yang juga ditempati sejumlah saudara Lily Maddari dan orang tuanya tersebut, masih terlihat sepi dan tidak banyak aktivitas penghuninya.
Seperti diketahui, Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Ridwan Mukti beserta istrinya Hj. Lili Maddari dan 2 orang kontraktor yakni Rico Dian Sari dari PT Rico Putra Selatan dan Joni WIjaya dari Kontraktor PT Statika, serta seorang staf Rico Dian Sari bernama Haris. Penangkapan terlangsung Selasa (20/6) di rumah pribadi gubernur di Kelurahan Sidomulyo Kecamatan Gading Cempaka.
Usai penangkapan, mereka langsung dibawa ke gedung Reskrim Polda Bengkulu mengunakan 3 unit mobil masing-masing Avanza, Xenia dan mobil dinas Alpard Nopol BD 1. Sempat dilakukan pemeriksaan dari pukul 11.00 hingga pukul 13.30 WIB. Baru sektar pukul 13.00 WIB mereka digiring masuk ke mobil yang sudah berada di depan gedung Reskrim Polda Bengkulu.
Muka Ridwan Mukti pakai baju koko dan berpeci nampak pucat pasi, demikian juga Lili Madari yang mengunakan baju muslima dengan kerudung warna hijau juga terihat menangis. Mereka dikawal penyidik KPK dan Brimob yang berjumlah belasan orang dengan senjata lengkap. Sekitar pukul 14.15 WIB mengunakan pesawat Citi Link dibawa ke Jakarta menuju gedung KPK.
Direskrimsus Polda Bengkulu Kombes Pol. Herman, MH menerangkan, Polda hanya memfasilitas tempat penyidikan dan bantuan pengamanan. Dari hasil penyidikan KPK sektiar RP 1 miliar dan sejumlah dokumen, uang ini adalah fee proyek pembangunan jalan di Bengkulu. "Kita hanya menyediakan tempat saja, dan dari OTT tadi barang bukti yang diamankan Rp 1 M ini uang fee proyek pembangunan jalan di Bengkulu," terangnya.
Sementara itu usai pemeriksaan gubernur beserta istri dan 2 orang kontraktor serta seorang ajudan, ruang gubernur disegel oleh KPK. Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari KPK. (rsi/nrf)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook

0 komentar:

Item Reviewed: Pasca OTT, Rumah Lili di Lubuklinggau, Sepi Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai