Thursday, 11 May 2017

Simpatisan HTI RL Bereaksi


CURUP RPP – Keputusan pemerintah untuk membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menuai reaksi dari anggota dan simpatisan HTI se-Indonesia, termasuk di Rejang Lebong (RL). Arafik (20), mahasiswa semester VI salah satu perguruan tinggi di Rejang Lebong yang mengaku simpatisan HTI menyesalkan sikap pemerintah ini.

Ia mengatakan, keputusan pemerintah untuk membubarkan HTI sangat tidak beralasan. Sebab selama ini keberadaan HTI tidak pernah bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.
“Jadi saya menilai anggapan jika HTI bertentangan dengan undang-undang dasar 1994 dan Pancasila tidak tepat. Kami juga tidak pernah membuat kekacauan di negeri ini. Jadi jelas ada pihak-pihak tertentu yang berkepentingan sengaja ingin menghancurkan HTI,” tegasnya ketika ditemui di Kampusnya Selasa(9/5).

Diungkapkan Arafik, anggota HTI di Kabupaten Rejang Lebong ada sekitar 10 orang. Terdiri dari dosen, ustad, mahasiswa dan masyarakat. Sedangkan untuk simpatisannya ada sekitar 100 orang. Lanjutnya, sebenarnya HTI adalah organisasi yang memikirkan rakyat sebab HTI menyerukan umat untuk taat pada Agama Islam. “HTI mengajarkan bagaimana sistem bersosial Islam yang baik, jadi mana mungkin kami membenturkan antara agama dengan Pancasila dan UUD 1945,” imbuhnya.

Selain itu, untuk membubarkan sebuah organisasi berbadan hukum, ada tahapan-tahapan yang harus dilalui. “Seperti memberikan teguran lebih dahulu, tidak bisa serta merta membubarkan," tandasnya.
Terpisah, Bupati RL DR (HC) H Ahmad Hijazi, SH M.Si mengaku sangat setuju dengan pembubaran ormas yang bertujuan hendak merongrong kedaulatan, persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Artinya bukan hanya HTI saja ya, semuanya kalau ada Ormas yang mau merongrong kedaualatan bangsa ini harus dibubarkan, saya setuju itu!" tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Rejang Lebong, Khaidir, S.Sos, MM, mengaku sejauh ini di RL tidak ada ormas HTI, karena ormas ini memang belum terdaftar di Kesbangpol RL. Bahkan untuk orang-orang yang menjadi jamaah atau anggota HTI juga diakuinya tidak ada di RL.
"Di sini tidak ada HTI, organisasi itu tidak terdaftar di Kesbangpol RL. Orang-orangnya atau anggotanya juga tidak ada, saya belum pernah mendapatkan laporan dari intelijen kami tentang keberadaan mereka. Kalau memang ada tentu akan kita bina, selama mereka terdaftar di Kesbangpol. Kalau organisasi masyarakat lainnya, sejauh ini aman-aman saja, tidak ada masalah," ujar Khadir.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua II STAIN Curup, Dr. H. Hamengkubuono, M.Pd yang dengan begitu yakin mengatakan bahwa di STAIN Curup tidak ada mahasiswa dan mahasiswinya tergabung dalam organisasi yang baru saja dibubarkan oleh pemerintah tesebut. "Saya kira tidak ada, jangan mengandai-andailah. Kalaupun ada harus segera dibina, kita berikan pemahaman agar tetap pada koridor yang benar sesuai dengan aturan," singkat Hameng. (mg2/yon)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook

0 komentar:

Item Reviewed: Simpatisan HTI RL Bereaksi Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai