Tuesday, 9 May 2017

Prarekonstruksi Berlangsung Panas

PRAREKONSTRUKSI: Korban memeragakan adegan 10 yakni saat terlibat perkelahian dengan pelaku.
CURUP UTARA RPP – Satreskrim Polres RL Senin (8/5) pagi melakukan prarekonstruksi di lokasi kejadian kasus penganiayaan terhadap Heri Joni alias Con (45) warga Dusun II Desa Tanjung Beringin. Meskipun pelaku yakni In (25) juga warga Dusun II Desa Tanjung Beringin hingga saat ini masih buron.

Dalam prarekonstruksi ini polisi menerjunkan sebanyak 30 personel terdiri dari sat sabhara, penyidik dan sat lantas yang dipimpin langsung Kasat Reskrim AKP Chusnul Qomar, SH, SIK.

Kapolres RL AKBP Napitupulu Yogi Yusuf, SH, SIK melalui Kasat Reskrim AKP Chusnul Qomar, SH, SIK didampingi Kanit Pidum Aiptu Alkira mengungkapkan prarekonstruksi digelar sebab sejak awal korban mengaku jika dirinya merupakan korban pengeroyokan. Namun dari keterangan para saksi yang sudah diperiksa, tidak ada yang menyebutkan korban korban pengeroyokan melainkan hanya korban penujahan oleh tersangka In.
“Saksi yang kita periksa tujuh orang, tiga diantaranya saksi yang dihadirkan korban sendiri. Kita tidak bisa berdasarkan opini saja dalam proses hukum, tentu ada dasar kuat untuk menetapkan tersangka lain dalam kasus ini, untuk pasal 170 KUHPnya gugur dan dikenakan pasal 351 KUHP. Karena itu kita melakukan prarekonstruksi," ujar Alkira.

Kanit melanjutkan, prarekontruksi sempat memanas, pasalnya korban masih bersikukuh pada pendiriannya jika pelaku tidak hanya In tetapi ayahnya, UG (60) juga terlibat dalam pengeroyokan. Tetapi korban tidak bisa beralasan lagi sebab para saksi tidak ada yang menguatkan jika UG terlibat. Justru dari prarekontruksi terungkap jika korbanlah yang memukul In lebih dulu sebanyak 3 kali. Setelah itu barulah In membalasnya dengan mencabut pisau dan menujah korban. “Itu semua sudah diakui korban. Malah ada saksi lain yang coba melerai malah ikut dipukul oleh korban,” imbuhnya. 

Setidaknya ada dua versi dalam pra rekontruksi, pertama dari keterangan korban, kemudian dicocokkan dari keterangan para saksi. Pihaknya juga melibatkan kades sebagai saksi, sebab seusai aksi penusukan, kades berada di lokasi bersama saksi-saksi lain datang. "Suasana sempat memanas namun setelah kita jelaskan akhirnya suasana bisa diredam dan prarekontruksi bisa berjalan lancar," tutup Alkira. Kasus ini sendiri terjadi 26 Januari 2017 sekira pukul 19.00 WIB. (wsa) 
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook

0 komentar:

Item Reviewed: Prarekonstruksi Berlangsung Panas Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai