Wednesday, 3 May 2017

Panah Merah Perkenalkan Bawang Merah dari Biji


BAWANG merah menjadi kebutuhan pokok yang pasti digunakan setiap harinya,  serta wajib dikonsumsi oleh kalangan masyarakat baik kelas bawah maupun atas.  Bawang merah menjadi salah satu komoditi yang juga mampu memberikan pengaruh terhadap inflasi.  tak jarang komoditi ini sering menjadi peluang oknum untuk menyelundupkan secara ilegal. 

Dari kalangan petani pembudidaya bawang merah, masalah utama pada budidaya yaitu terletak pada tingginya harga bibit umbi.  Secara tidak langsung,  hal ini berdampak pada jumlah bawang merah yang diproduksi sehingga harga jual dipasaran selalu tinggi.

Hal ini senada dengan yang diungkapkan oleh Basuki Rahmat selaku perwakilan dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Bengkulu Utara.  "Masalah petani dalam budidaya bawang merah yaitu pada harga bibit per kilogramnya,  sehingga terkesan memberatkan bagi petani,” katanya.

Dalam kegiatan yang bertajuk Farm Field Days atau temu lapang bawang merah TukTuk,  Lokananta dan Sanren F1, tepatnya di lahan Jhoni Simbolon,  Desa Baturaja Kol,  Kec.  Hulu Palik,  Kab.  Bengkulu Utara, beberapa hari yang lalu. Petani dari beberapa kecamatan di Kabupaten Bengkulu Utara dikenalkan dengan Bawang Merah dari biji, yang merupakan teknologi dan inovasi dari PT East West Seed Indonesia atau Cap Panah Merah. 
"Bawang dari biji sebenarnya sudah dikenalkan dari tahun 2009, setelah telah lama vacum kini bawang merah dari biji kembali digalakkan melalui penambahan inovasi,  yang diharapkan dapat meringankan biaya produksi petani dan peningkatan hasil panen,” ujar Mahmudin,  selaku Marketing Representative Cap Panah Merah wilayah Bengkulu.

Bawang merah dari biji yaitu varietas TukTuk,  Lokananta dan Sanren,  dinilai mampu menghemat biaya produksi terutama dari harga benih jika dibandingkan dengan bawang umbi.  Diasumsikan kebutuhan bibit umbi dalam 1 ha yaitu 1-1,5 ton/ha,  jika harga rata-rata perkilogram saat ini yaitu Rp 40.000, maka kebutuhan bibit umbi yaitu Rp 60.000.000,- itu pun belum termasuk ongkos kirim.

Sedangkan jika menggunakan benih biji kebutuhan dalam 1 ha yaitu 4-4,5 ton dengan harga per setengah kilogram yaitu Rp 800.000, maka kebutuhan benih yaitu Rp 7.200.000,-.  Jadi untuk selisih harga kebutuhan bibit/benih yaitu Rp 52.800.000,-. Berdasarkan asumsi tersebut dapat disimpulkan bahwasanya penggunaan benih bawang merah biji sangat irit dan mampu menekan biaya produksi. 

Selanjutnya,  keunggulan bawang merah dari biji yaitu pada ketahanan terhadap serangan penyakit.  Disampaikan oleh bapak jhoni,  bahwasanya sangat terlihat jelas ketahanan bawang merah dari biji.  "Dilihat dari ketahanan tanaman,  bawang merah biji lebih memiliki ketahan penyakit dibanding bibit umbi,  terutama pada cuaca ekstrem atau curah hujan tinggi.  Karena umumnya bawang merah tidak suka jika kebanyak air,  apalagi air hujan,” ucapnya.

Ke depan diharapkan bawang merah dari biji dapat memberikan warna dan primadona baru dalam budidaya sayuran. Serta dapat ikut serta dalam melancarkan program pemerintah,  khususnya gerak an tanam bawang merah dan cabai. (ae1)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook

0 komentar:

Item Reviewed: Panah Merah Perkenalkan Bawang Merah dari Biji Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai