Thursday, 11 May 2017

Lomba Bekulo Wujud Pelestarian Budaya RL

LOMBA Bekulo yang dilaksanakan oleh BMA Rejang Lebong dalam rangka HUT Curup.
CURUP RPP - Dalam rangka memperingati HUT ke-137 Kota Curup, Badan Musyawarah Adat (BMA) Kabupaten Rejang Lebong (RL) kembali menggelar lomba bekulo atau berasan, yang memang rutin digelar BMA setiap perayaan HUT Curup. Menurut ketua umum BMA RL, Herman Firnadi, S.Sos, tahun ini mereka melombakan bekulo dalam bahasa Rejang dan Lembak.

Ada peserta dari 15 kecamatan yang ikut ambil bagian, tujuh kecamatan dari kawasan Lembak yakni Sindang Kelingi, Sindang Dataran, Sindang Beliti Ulu (SBU), Sindang Beliti Ilir (SBI), Binduriang, Padang Ulak Tanding (PUT) dan Kota Padang untuk lomba bekulo bahasa Lembak.

Sedangkan delapan kecamatan lainnya yakni Curup, Curup Tengah, Curup Timur, Curup Utara, Curup Selatan, Selupu Rejang, Bermani Ulu dan Bermani Ulu Raya (BUR), mengikutinya dengan bahasa Rejang. "Lomba ini kita gelar sebagai wujud pelestarian budaya yang ada di RL, supaya terus lestari hingga nanti," ungkapnya.

Ada beberapa penilaian yang dilakukan panitia, di antaranya jumlah sirih. Untuk sirih raja sebanyak sembilan helai dan untuk sirih berasan hanya lima helai. Kemudian penampilan, pakaian, vokal, tatanan bahasa serta keruntutan dalam berasan. Berasan diawali dengan iben umeak bugei atau sirih ahli rumah yang menyatakan bahwa keluarga ahli rumah sudah terkumpul semua. Kemudian sirih diserahkan kepada ahli bahasa dan ahli bahasa minta izin ke ahli rumah apakah acara bisa dimulai atau belum. "Kita siapkan hadiahnya berupa tropi dan uang pembinaan. Sedangkan jurinya kalau juri bekulo bahasa Lembak berasal dari Lembak. Begitu juga untuk juri bahasa Rejang," tandas Herman. (yon)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook

0 komentar:

Item Reviewed: Lomba Bekulo Wujud Pelestarian Budaya RL Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai