Monday, 1 May 2017

Guru Besar Thoreqat Naqsyabandiyah: Menghina Suatu Agama Berarti Tidak Bertuhan

ARAHAN: Buya Syeck Muhammad Rasyidsyah Fandy berbicara di depan murid-muridnya pada acara Haul Kamis malam.
CURUP UTARA RPP - Ribuan jemaah Thoriqot Naqsyabandiyah mengikuti peringatan Haul Buya Syekh Zainal Arifin ke-15 guru besar thoreqat Naqsyabandiyah silsilah ke 37, Kamis (27/4) malam di gedung utama pusat pelatihan rohani Thoreqat Naqsyabandiyah di Desa Suka Datang Kecamatan Curup Utara, Rejang Lebong (RL). Guru besar Thoreqat Naqsyabandiyah RL, Buya Syekh Muhammad Rasyidsyah Fandy dalam paparannya mengatakan, seluruh agama di muka bumi ini tuhan yang mengadakan. Maka kalau tuhan yang mengadakan berarti maha benar. Hanya syariatnya saja yang berbeda.
"Oleh karena itu jangan pernah terjadi seseorang menghina agama. Kalau ada yang berani menghina suatu agama berarti dia sudah tidak bertuhan lagi. Jemaah ini sangat banyak dari Sabang sampai Merauke. Kita menggunakan metode yang dipakai oleh rasullulah yakni dengan mengajak sanak saudara kita tanpa banyak bicara. Silahkan ajak sanak saudara kita kalau tidak mau itu bukan salah kita lagi," ujar Rasyid.

Sementara itu, menurut Ketua umum Thoreqat Naqsyabandiyah, H. Kemas Rezi Susanto, M.Pd didampingi Wakil Ketua Umum M. Edy Rusman, rencananya tahun 2018 nanti akan di buat gedung dua lantai di sebelah kanan dan kiri gedung utama ini. Sehingga daya tampungnya lebih luas lagi dan dapat menampung lebih banyak.
"Kita tidak pernah mengajukan dana pakai proposal tapi karena jemaah kita sudah cukup banyak harapannya mendapatkan perhatian dari gubernur Ridwan Mukti, apa yang kita rencanakan ini di dengar oleh Ridwan Mukti," kata Edy.

Ribuan orang yang datang kemarin malam itu bukan hanya berasal dari RL saja, namun juga ada yang datang dari Kota Palembang, Mesuji Provinsi Lampung, Bandar Lampung, Jambi, Medan, Padang, Bengkulu, Kepahiang, Musirawas, Lubuklinggau, Musirawas Utara dan daerah lainnya. Kegiatan itu juga dipantau langsung oleh Kodim 0409/RL dan Polres RL. Kegiatan diawali dengan salat maghrib berjamaah, lalu sambutan-sambutan, pencerahan dari guru besar Thoreqat Naqsyabandiyah, doa dan makan malam bersama sekitar pukul 22.00 WIB. (yon)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook

0 komentar:

Item Reviewed: Guru Besar Thoreqat Naqsyabandiyah: Menghina Suatu Agama Berarti Tidak Bertuhan Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai