Thursday, 4 May 2017

Bupati Rejang Lebong Terima Penghargaan Seni Budaya

PENGHARGAAN: Bupati RL menerima penghargaan seni budaya dari LKNI yang bermarkas di Yogyakarta.
CURUP RPP - Lembaga Kebudayaan Nasional Indonesia (LKNI) memberikan penghargaan kepada Bupati Rejang Lebong (RL) DR (HC) H Ahmad Hijazi, SH, M,Si sebagai pembina seni budaya dan pariwisaya daerah. Piagam penghargaan yang diberikan berupa karya seni rupa berukuran 60 x 50 centimeter (Cm) yang ditandatangani oleh Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal LKNI Pusat yang bermarkas di Yogyakarta..
Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua Umum LKNI Pusat, Totok Sudarwoto di sela-sela kegiatan prosesi pemberian gelar adat untuk Ketua Tim Penggerak PKK RL, di Lapangan Pandawa, Rabu (3/5).

Penghargaan serupa juga pernah diberikan kepada Walikota Yogyakarta, Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Paduka Paku Alam IX, Gubernur Kalimantan Selatan, Dirjen Kesatuan Bangsa dan Politik Kemendagri, Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin, Walikota Denpasar, Bupati Samosir, Bupati Raja Ampat, Gubernur Jambi, Walikota Malang, Gubenur Lampung, dan beberapa orang lainnya.
"Kami sangat mengapresiasi langkah Bupati RL untuk melestarikan dan terus menjaga adat dan budaya serta pariwisata di daerah ini. Mudah-mudahan penghargaan ini bisa menjadi motivasi kedepannya kepada pak bupati dan seluruh masyarakat untuk terus berkarya dalam rangka memelihara dan mengembangkan budaya kita atau kearifan lokal," kata Totok yang juga mantan anggota Persatuan Wartawan Indonesia di Yogyakarta.

Sementara bupati mengucapkan terimakasih kepada LKNI dan mengaku akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa memelihara adat istiadat dan budaya di RL. "Kita harus pertahankan adat istiadat dan budaya kita. Seperti aksara Ka Ga Nga yang sekarang sudah mulai hilang nanti kita masukkan lagi dalam mata pelajaran Muatan Lokal, sehingga tetap terjaga kelestariannya," ungkap bupati.

Kemudian, berbagai jenis souvenir yang dihiasi dengan tulisan Ka Ga Nga juga akan di produksi massal untuk menunjang RL kota Wisata. "Berbagai kegiatan adat yang mungkin selama ini sudah mulai pudar akan kita lestarikan lagi. Sebagai langkah nyata kita sudah melakukan penyegaran BMA yang nantinya akan turun keseluruh desa dan kelurahan untuk memberikan pemahaman tentang adat istiadat di RL ini supaya anak cucu sebagai generasi penerus kita tidak lupa dengan adat istiadat," tukasnya.

Disisi lain, Irjenpol Benny Mokalu yang kini menjabat sebagai Asisten Kapolri dan sebelumnya pernah menjabat sebagai Kapolda Bengkulu dan Kapolda Bali juga hadir langsung dalam prosesi adat kemarin. "Saya mengapresiasi langkah Bupati RL ini, sebuah langkah bagus untuk mempertahankan kearifan lokal dengan melakukan prosesi adat seperti ini. Inilah yang sebenarnya harus dipertahankan oleh seluruh masayrakat Indonesia, bukan malah kita mengambil budaya barat. Karena orang barat saja salut dengan budaya kita," kata Benny.

Lebih lanjut Benny mengatakan, sebenarnya penyelesaian secara adat juga bisa dibudayakan di masyarakat. Bukan hanya diucapkan dalam kalimat bahasa sehari-hari saja, tanpa ada realisasinya. "Misalnya ada maling ayam, itukan urusan perut yang lapar. Seharusnya bisa diselesaikan secara adat, tidak harus ke polisi dan itu dibenarkan dalam undang-undang. Jadi adat ini penting, kalau misalnya penyelesaian secara adat diberlakukan pasti mengurangi laporan tindak kriminal di kepolisian," kata Jenderal bintang dua ini.

Selain kegiatan ini, Badan Musyawarah Adat (BMA) juga melakukan prosesi adat pemberian gelar untuk Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Rejang Lebong (RL) Hj Fitri Hertikasari Hijazi, SE. BMA melakukan pemotongan dua ekor kerbau yakni kerbau putih bertanduk hitam atau bernama gagak ireng dan kerbau hitam bertanduk putih yang disebut dengan gagak beniting. Menurut Ketua BMA RL Herman Firnadi S.Sos, makna dari kedua kerbau itu bahwa sebagai orang adat jika yang hitam jangan dijadikan putih dan yang putih jangan dihitamkan.
"Daging kerbau ini akan dimasak dan dimakan bersama masyarakat di lapangan ini besok (hari ini, red). Ini merupakan rangkaian adat untuk pemberian gelar ketua TP PKK RL. Berdasarkan keputusan BMA dan rapat kutei kita nobatkan gelar adatnya besok setelah pembukaan HUT Curup. Jadi gelarnya besok baru kita umumkan dan sekarang belum bisa dipublikasikan. Bupati sudah memiliki gelar yakni Aryo Rajo Pasak Bumei dan wabup bergelar Depati Kuto Alam," pungkas Herman. (yon)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook

0 komentar:

Item Reviewed: Bupati Rejang Lebong Terima Penghargaan Seni Budaya Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai