Sunday, 7 May 2017

Belasan Hektar Padi Gagal Panen

Sawah di Desa Batu Dewa terpaksa gagal panen, karena rusak terendam banjir.
CURUP RPP - Banjir yang melanda kawasan Dusun Curup, Batu Dewa dan Talang Benih mengakibatkan belasan hektar tanaman padi rusak, terutama yang berada di pinggiran Sungai Musi. Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan RL, Ahkmad Rifai, SP mayoritas padi yang terendam air masih berumur 2 bulan sehingga rawan busuk dan berujung gagal panen.

Akan tetapi, bagaimana kondisinya setelah banjir surut nanti pihaknya akan kembali turun ke lokasi untuk melihat perkembangannya. "Kondisi tanaman rata-rata umur dua bulan, kita akan cek lagi kondisinya setelah surut nanti. Karena ini sifatnya bencana alam jdi kita tidak tidak bisa menduga-duga. Soal bantuan, jika ada program yang sesuai nanti bisa dibantu," kata Rifai.

Mantan pejabat Musirawas Utara itu menjelaskan, sebenarnya petani bisa meminimalisir kerugian akibat banjir atau hama yang menyerang tanaman mereka. Caranya dengan menjadi anggota asuransi Jasindo yang saat ini sudah mulai masuk ke RL. Akan tetapi belum membuka pendaftaran, dan baru dalam proses sosialisasi.

Menurutnya, untuk menjadi anggota asuransi ini para petani cukup membayar Rp 36 ribu saja. Kemudian membayar premi senilai Rp 36 ribu untuk setiap musim panen. Kemudian, jika mengalami gagal panen puso maka akan diberikan ganti rugi atau klaim oleh PT Jasindo sebesar Rp 5 juta per hektar.
"Kita sudah mulai mensosialisasikan untuk asuransi pertanaman padi ini, sehingga masyarakat tidak terlalu rugi jika ada kejadian seperti. Kalau di Jawa itu sudah jalan dan sangat bermanfaat dan nanti kalau sudah bisa mendaftar akan kita informasikan lagi," paparnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Alam Daerah (BPBD) RL Basuki, S.Sos menambahkan, saat ini cuaca ekstrem masih terus menghantui masyarakat RL. Hujan disertai angin dan petir juga masih berpeluang ada di RL, oleh karena itu ia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada.
"Cuaca masih sangat ektrem, hujan deras disertai angin dan petir masih sering terjadi. Kita mengimbau agar mewaspadai adanya banjir, angin puting beliung atau pohon roboh," imbau Basuki.

Disisi lain, Ketua komisi II DPRD RL, H. Wahono, SP meminta kepada dinas terkait untuk segera mencarikan solusi jika memang yang menjadi penyebab banjir di sekitar Dusun Curup adalah pendangkalan sungai Air Duku. "Silahkan lakukan perencanaanya, kemudian ajukan anggarannya, nanti kita diskusikan bersama. Sehingga rumah dan areal pertanian warga tidak lagi kebanjiran," pinta Wahono. (yon)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook

0 komentar:

Item Reviewed: Belasan Hektar Padi Gagal Panen Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai