Thursday, 11 May 2017

Bawang Putih RL Diimpor dari China

SIDAK: Polisi menemukan puluhan karung bawang putih impor dari China di Pasar Atas, Curup.
CURUP RPP – Unit Tipiter Satreskrim Polres Rejang Lebong (RL) kemarin menggelar inspeksi mendadak (Sidak) ke pasar-pasar. Ini dilakukan untuk memantau pergerakan harga sembako jelang ramadhan. Menariknya, dari sidak ini terungkap ternyata bawang putih yang dipasok ke RL sebagian diimpor dari China. Bawang putih impor ini ditemukan polisi di salah satu gudang di Pasar Atas. Dari label yang tertera di karung tertulis White Garlic, Shantou Jindonghua China Industry co.LTD.

Kapolres RL AKBP Napitupulu Yogi Yusuf, SH, SIK melalui Kasat Reskrim AKP Chusnul Qomar, SH, SIK didampingi Kanit Tipiter Ipda Bayu Heri P, SH mengatakan pihaknya akan mendalami temuan bawang putih impor tersebut.

Namun dari keterangan penjual bawang putih di Pasar Atas yang sempat mereka bincangi, diketahui jika bawang putih impor ini didatangkan dari Kota Lubuklinggau. Bawang putih impor ini sengaja didatangkan bos besar di Lubuklinggau karena keberadaan bawang putih lokal sedang langka. "Kita baru temukan bawang putih impor tersebut, kita akan lakukan penyelidikan lebih lanjut. Apalagi pantauan kita harga bawang putih mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Satu bulan lalu masih Rp 38 ribu per kilo namun sekarang sudah Rp 48 ribu per kilo,” ungkap Bayu. 

Ditambahkan Bayu pihaknya akan menelusuri keabsahan bawang putih impor itu untuk menghindarinya beredarnya bawang putih ilegal. Sedangkan penanganannya akan diserahkan ke Disperindag dan badan ketahanan pangan untuk melakukan penelitian lebih lanjut.

Sementara salah seorang pedagang Yanto (55) mengaku bawang putih impor ini dibelinya dari Kota Lubuklinggau. Ia mengaku terpaksa menjual bawang putih impor karena bawang putih lokal sangat sulit didapat. “Bisa dibilang hampir semua pedagang di sini menjual bawang putih impor pak,” ucapnya.  
Pedagang lainnya, Adi Rizal (58) mengakui karena terjadi kelangkaan, harga bawang putih menjadi meningkat. Dari harga sebelumnya Rp 36 ribu per kilo menjadi Rp 50 ribu per kilo. Karena itulah ia tidak lagi mengambil pasokan baru melainkan hanya akan menghabiskan stok bawang yang ada di gudang saja. Ini untuk meminimalisir resiko timbulnya kerugian.

Lain halnya dengan bawang merah, pantauan wartawan harga bawang merah mengalami penurunan hingga Rp 25 ribu per kilo dari sebelumnya Rp 30 ribu per kilo. "Untuk bawang merah saya mengambil dari Padang. Biasanya ada juga stok dari Jawa tetapi saat ini lagi kosong. Tetapi ada kemungkinan harga bawang merah akan naik saat bulan puasa tiba," tandasnya.

Harga Sembako Merangkak Naik


Bayu menjelaskan sidak pasar ini dilakukan sesuai intruksi Polda terutama Direskrimsus untuk mengetahui harga pasar menjelang ramadhan serta  apakah ada penimbunan yang dilakukan pedagang guna menaikkan harga sembako di pasaran atau tidak. Tak hanya itu, pengecekan hargapun dilakukan terhadap sembako, seperti gula pasir, minyak sayur, bawang putih, daging impor dan sembako lainnya.

Dari sejumlah pasar tradisional seperti pasar De, Pasar Atas serta minimarket-minimarket serta toko-toko yang ada dilakukan pengecekan harga. Tidak ditemukan pedagang yang menimbun sembako dan harga jual sembako pun relatif stabil. "Kita akan rutin lakukan sidak pasar, agar kestabilan harga terjamin," tutur Bayu.

Untuk harga sembako diakui Bayu ada beberapa item yang mengalami kenaikan. Tapi menurut dia masih dalam batas kewajaran. Seperti harga daging Rp 120 ribu per kilo hingga Rp 130 ribu per kilo. Lalu harga Cabai dari sebelumnya Rp 30 ribu per kilo sekarang sudah Rp 40 ribu per kilo di tingkat pengecer. Lalu harga ayam potong naik dari Rp 30 ribu per kilo menjadi Rp 32 ribu per kilo. (wsa/mg1)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook

0 komentar:

Item Reviewed: Bawang Putih RL Diimpor dari China Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai