Tuesday, 11 April 2017

Tak Pernah Dilibatkan, Dewan Turun ke PGE

SIMAK: KETUA DPRD RL, M. Ali, ST bersama anggota mendapatkan penjelasan terkait proyek PGE dari tenaga teknis PGE Bukit Daun.
CURUP RPP - Sejumlah anggota DPRD Rejang Lebong (RL) Senin (10/4) mendatangi lokasi pengeboran sumur BDN-B/1, Pertamina Geothermal Energy (PGE) Bukit Daun cluster B. Ketua DPRD RL, M. Ali, ST yang memimpin rombongan mengatakan kedatangan mereka untuk mengetahui secara pasti bagaimana kondisi dan proses pengeboran potensi panas bumi tersebut.
"Karena selama ini kegiatan di PGE kami tidak pernah dilibatkan, jadi hari ini kami datang langsung ke sini untuk melihat langsung bagaimana proses eksplorasi yang ada disini. Kemudian tadi sudah saya bicarakan dengan perwakilan PGE bahwasannya di sini tidak ada pekerja asing. Semua tenaga ahlinya adalah WNI (Warga Negara Indonesia,red)," ungkap Ali.

Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu berharap setelah eksploitasi PGE dapat memberikan kontribusi berupa royalti untuk daerah. Kemudian jalan yang dibuka itu harus diperbaiki supaya bisa menjadi akses masyarakat yang hendak berkebun. Namun Ali mewanti-wanti jangan sampai dimanfaatkan oleh oknum orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan ilegal loging.

Ali juga mengaku kecewa karena dalam kunjungannya kemarin tidak ada satupun petinggi PGE Bukit Daun yang menemui mereka dengan alasan sedang berada di Jakarta. "Kami kecewa saja karena tidak ada pimpinannya, sehingga beberapa pertanyaan kami salah satunya soal pembagian royalti itu tidak bisa dijawab," pungkasnya.

Adhitya Wicaksono sebagai HSSE Supervisor PGE Bukit Daun menjelaskan, dalam kegiatan proyek PGE ini mereka menggunakan sistem Izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH). Dimana izin ini diberikan untuk menggunakan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan tanpa mengubah fungsi dan peruntukan kawasan hutan.

Terkait perekrutan tenaga kerja Adhit menjelaskan mereka menggunakan sistem perekrutan yang melibatkan forum desa di dua kecamatan yakni Bermani Ulu Raya (BUR) dan Rimbo Pengadang. Dua kecamatan yang akan mendistribusikan ke warga untuk didaftarkan ke PGE setelah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Sejauh ini sudah ada sekitar 40 orang pekerja lokal dari dua kecamatan ini, baik sebagai satpam, cleaning service maupun driver. "Disini semuanya WNI, tidak ada WNA. Tapi kalau soal pembagian royalti saya tidak tahu, itu bukan kewenangan saya. Semua pimpinan sedang tidak ada di sini, sedang ke Jakarta," kilahnya.

Anggota DPRD RL yang mengunjungi lokasi ini yakni M Ali, ST, Rudi Hermanto Nasution, Hj Misriati, S.Pd,I, Untung Basuki, S.Sos, Sapta Firdaus, SE, Irawan Effendi, SE, Rudi Irianto, S.Mn, Ari Wibowo, SE, Guntur Utama Jaya, SH dan Suhardin, S.Sos. (yon)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook

0 komentar:

Item Reviewed: Tak Pernah Dilibatkan, Dewan Turun ke PGE Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai