Sunday, 2 April 2017

SADIS!! Korban Diperintahkan Jongkok, Lalu Ditembak Satu per Satu


MUSIRAWAS RPP - Anggota komplotan perampok sadis yang terjadi di SP VI HTI, Kecamatan Muara Lakitan, berdasarkan laporan polisi no : LP/B-14/III/2017/SS/ResMura/SekM.Lakitan, tertanggal 07 Maret 2017 lalu, akhirnya dapat dibekuk petugas.

Para tersangka, yakni Junarsyah alias Jun Tato (39), warga Desa Bogor Baru, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, lalu Sugiman (29), warga SP VI HTI, Kecamatan Muara Lakitan, Paryadi (41), warga Dusun V, Desa Jajaran Baru, Kecamatan Megang Sakti, serta Suwarno (23), warga Desa SP VI HTI, Kecamatan Muara Lakitan.

Komplotan perampok yang tega menghabisi nyawa korbannya ini, diketahui melakukan perampokan terhadap Ediyus (30), warga SP VI HTI, Kecamatan Muara Lakitan, Patri Husein (25), tauke karet asal SP VI HTI, Kecamatan Muara Lakitan, serta Pahendra (22), warga Kelurahan Kenten Laut, Kabupaten Banyuasin.

Perampokan yang dilakukan para tersangka ini, tepatnya terjadi pada Senin (6/3) lalu sekira pukul 13.00 WIB. Saat itu, ketiga korban perampokan, tengah berangkat dari Gudang Karet Remko di Kertapati, Palembang menuju Desa Bumi Makmur melalui Jalan Pendopo, Kabupaten PALI. Namun, sekira pukul 18.30 WIB, ketiganya makan di Simpang 5 Pendopo.

Kemudian, sekitar 19.30 WIB para korban perampokan berangkat dan sampai didekat Simpang Desa Bumi Makmur (sekira 1 Km dari perkampungan) pukul 21.00 WIB. Lalu, tepat ditengah perjalanan ada mobil jenis Toyota Avanza berwarna Putih berada di tengah jalan, sehingga mobil truck yang dikendarai salah satu korban, yakni Ediyus berhenti.

Lalu, Pahendra yang menemani sopir diperintahkan Ediyus dan bosnya, Patri Husein, untuk turun dari mobil guna menanyakan kepada supir mobil Avanza tersebut dengan niat akan menolong.

Tak disangka, ketiganya pun kaget, karena tanpa diduga keluar lima orang rekan pelaku dengan menggunakan zebo (penutup muka) yang lantas membawa ketiga korban ke mobil tersangka.

"Para tersangka menggunakan senjata api rakitan (Senpira). Usai mengikat ketiga korban, lalu satu orang tersangka membawa mobil truk milik korban. Usai dibawa dengan mengendarai mobil sekira 1 jam perjalanan, seluruh korban diturunkan di pinggir sungai. Lantas, ketiganya diperintahkan duduk jongkok berbaris dan ditembak satu persatu yang kemudian didorong hingga jatuh ke sungai," jelas Kapolres Musirawas, AKBP Hari Brata melalui Kasat Reskrim Polres Musirawas, AKP Satria Dwi Dharma, Kamis (30/3).

Para pelaku pun, dengan sadis melakukan tembakkan ke arah para korban hingga meninggal dunia dan hanyut di sungai. Namun, korban Pahendra berhasil selamat, kendati juga didorong ke sungai hingga sekira 5 M dari TKP dan tersangkut di ranting.
"Setelah pelaku mengeksekusi korban, para pelaku langsung pergi meninggalkan lokasi tersebut. Untuk tembakkan ke arah korban an.Pahendra hanya mengenai pinggir kulit kepala belakang, sehingga korban masih sadar dan berhasil melepaskan ikatan. Setelah para pelaku pergi, korban yang selamat ini, naik ke atas dan menemui warga," jelas Kasat.

Atas kejadian tersebut pun, korban mengalami kerugian diantaranya, uang tunai Rp. 86.100.000,- (uang hasil penjualan karet), lalu HP milik Patri Husein, kemudian HP milik Adiyus, serta HP jenis Sunberry milik Pahendra.
"Kemudian, pada Jumat (17/3) lalu, sekira pukul 20.00 WIB, Tim Gabungan Sat Reskrim Polres Musirawas dan Tim Rimau Krimum Polda Sumsel, berhasil melakukan penangkapan terhadap salah satu tersangka, yakni Junarsyah, tepatnya di Desa Bogor, Kecamatan Kepahiang, Prov Bengkulu," jelas Kasat.

Pada saat dilakukan penangkapan, pelaku sedang berada didalam rumah dan kemudian petugas melakukan penggerebekan, namun pelaku berusaha melarikan diri dan melawan petugas dengan cara merebut senjata petugas. Sehingga, petugas melumpuhkan pelaku dengan timah panas. Akhirnya, pelaku dapat diamankan dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
"Berdasarkan interograsi yang dilakukan terhadap tersangka ini, pelaku lain bernama Sugiman yang berperan sebagai informan yang memberikan target sasaran untuk ditodong dapat pula diamankan saat sedang dalam perjalanan dari Kota Palembang menuju ke SP VI HTI menggunakan kendaraan. Selanjutnya, petugas melakukan penghadangan di Kabupaten PALI dan berhasil diamankan," ungkapnya.

Bahkan, berdasarkan informasi yang didapatkan dari para pelaku yang sudah ditangkap, tepat pada Minggu (19/3). sekira pukul 21.00 WIB, Tim kembali melakukan penangkapan terhadap pelaku lain, yakni Paryadi, tepatnya di Jalan Nangka, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Kota Lubuklinggau.
"Tersangka ini juga ditembak dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis, karena melawan petugas saat akan dibekuk. Kemudian pada Rabu (29/3) sekira pukul 15.00 WIB, dilakukan penangkapan terhadap pelaku lain, yakni Warno dan Minok yang tengah menumpang mobil truk batubara tujuan Lampung dan dilakukan penghadangan oleh Tim di Desa Semidang Aji, tepatnya di Jalan Lintang Tanjung Enim Baturaja," kata dia.

Saat akan dilakukan penangkapan, pelaku Warno juga melakukan perlawanan dengan menembakan senpira. Oleh karena itu, petugas melakukan tindakan tegas untuk melumpuhkan Warno, sementara tersangka Minok berhasil melarikan diri dengan cara terjun ke Sungai Ogan dan belum ditemukan.
"Untuk tersangka Warno, tersangka meninggal dunia dalam perjalanan. Dan saat ini, jenazah Warno telah dibawa ke RS Bhayangkara, Palembang untuk dilakukan visum. Setelah dilakukan interogasi terhadap para pelaku, didapat informasi bahwa pelaku yang melakukan tindaka curas tersebut, berjumlah tujuh orang dan satu pelaku sebagai penunjuk arah/jarum terhadap korban yang akan ditodong. Adapun barang bukti yang berhasil diamankan dari para tersangka, diantaranya empat pucuk senpira jenis pistol, sepucuk senpira jenis pistol milik Warno, lalu 10 buah amunisi aktif kaliber 5.56 mm dan dua buah amunisi aktif cal 0.9 mm," rincinya.

Termasuk, diamankan juga tiga unit HP, lalu dua unit HP milik tersangka Paryadi, kemudian satu unit mobil merk Daihatsu Xenia berwarna putih, satu unit mobil merk Daihatsu Xenia warna abu (alat yang digunakan pelaku dalam TKP di Purwodadi Kab Musirawas), satu unit Truk merk Mitsubishi Canter Warna Kuning (hasil kejahatan) dan satu unit sepeda motor RX King tanpa nopol (hasil kejahatan).
"Kita amankan juga satu unit sepeda motor Honda Revo (hasil Kejahatan) Selain itu, para pelaku terlibat dalam tindak pidana, diantaranya 4 LP tindak pidana curas di Wilkum Mura (an. tersangka Paryadi yang juga 1 LP tindak pidana curaa di Wilkum Oku Timur. Sementara, 1 LP tindak pidana pembunuhan dengan berencana di Wilkum Musirawas atas nama tersangka Junarsyah," ungkapnya. (nrf)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook

1 komentar:

rambo n said... 6 April 2017 at 09:10

hukum mati tulah bang...

Item Reviewed: SADIS!! Korban Diperintahkan Jongkok, Lalu Ditembak Satu per Satu Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai