Monday, 3 April 2017

Penyaluran Dana Desa Terancam


CURUP RPP – Hingga awal April 2017, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) RL, Safuan, S.Sos, M.Si mengatakan masih ada beberapa kendala untuk proses pencairan dana desa (DD) tahap I Kabupaten RL tahun 2017. Tentunya hal ini membuat proses pencairan dana desa tahap I di RL terancam tidak bisa dicairkan.

Safuan menjelaskan, tahap I Dirjen Keuangan RI menyalurkan dana desa ke Pemda paling lambat bulan Juli. Pembatasan ini bertujuan untuk mendisiplinkan anggaran agar dapat dimanfaatkan secara lebih optimal dan efesien sehingga kualitas output lebih baik. Jika Pemda tidak menyampaikan persyaratan penyaluran tahap I sampai Juli, dana desa tidak dapat disalurkan ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) sekaligus rekening kas umum desa (RKUDes).

Untuk tahap II, DJKPP hanya akan menyalurkan dari RKUN ke RKUD jika setidaknya tiga persyaratan terpenuhi. Pertama realisasi penyaluran tahap I dari RKUD ke RKUDes telah mencapai 90 persen, dari tahun sebelumnya 50 persen. Kedua tingkat penyerapan dana desa oleh desa minimal 75 persen dari sebelumnya 50 persen, ketiga Pemda dan Desa wajib melaporkan laporan output penggunaan dana desa.
"Sedangkan di RL sampai saat ini BPKD sama sekali belum menerima laporan realisasi penggunaan dana desa tahap II tahun 2016 lalu. Padahal laporan penggunan DD merupakan syarat utama agar DD tahap I tahun 2017 siap dikucurkan. Secara prosedur laporan realisasi diserahkan oleh Pemdes ke pemerintah kecamatan untuk dilakukan verifikasi. Setelah itu laporan realisasi dan APBDes disampaikan langsung ke Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa untuk diperiksa ulang," ungkap Safuan.

Setelah dinyatakan lengkap laporan realisasi diserahkan ke BPKD sebelum akhirnya diserahkan ke pemerintah pusat untuk dicairkan DD-nya. Pencairan dana di pusat baru bisa dilakukan jika laporan realisasi telah masuk ke BPKD dengan jumlah minimal 50 persen dari jumah desa, semakin cepat laporan disampaikan maka akan semakin cepat pula DD dicairkan.
"Tahun ini Kabupten RL menerima DD sebesar Rp 95.495.934.000 dan alokasi dana desa (ADD) sebesar Rp 21.263.480.000 yang mana desa yang mendapatkan dana desa tertinggi yaitu Desa Bukit Batu sebesar Rp 871.127.100 dan desa yang mendapatkan DD terendah yakni Desa Air Mundu sebesar Rp 746.993.200," pungkasnya. (yon)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook

0 komentar:

Item Reviewed: Penyaluran Dana Desa Terancam Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai