Thursday, 27 April 2017

Mengunjungi Gedung Suluk di Suka Datang: Terbesar di Asia, Punya Fasilitas Lengkap

TEMPAT ZIKIR: Inilah petak-petak kelambu tempat berdzikir para jemaah suluk nantinya
Gedung suluk atau pusat pelatihan rohani Thoreqat Naqsyabandiyah yang berada di Desa Suka Datang Kecamatan Curup Utara Kabupaten Rejang Lebong (RL) ternyata yang terbesar di Asia. Apa saja kelebihan gedung suluk ini dibandingkan gedung suluk lainnya. Berikut liputannya.

BUYONO - Curup Utara

Penasaran dengan semakin pesatnya pembangunan gedung suluk di Desa Suka Datang Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong (RL). Selasa (26/4) saya mengunjungi langsung gedung ini. Berada persis di depan gedung, terdapat sebuah rumah lumayan besar. Rumah ini merupakan rumah dari M. Edy Rusman, wakil ketua umum Thoreqat Naqsyabandiyah.

Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini sedang menggendok anak bayinya yang masih berusia 2 bulan. Wajib bagi pengunjung untuk berpamitan terlebih dahulu dengan Edy jika ingin mendapatkan informasi terkait aktivitas toreqat ini karena Edy juga sebagai juru bicaranya. Setelah berbincang beberapa waktu dirumahnya, kami diajak berkeliling gedung suluk terbesar di Asia itu.

Pertama kami diperlihatkan sebuah gedung utama yang biasanya saat pelaksanaan suluk di bulan ramadhan, lokasi ini digunakan untuk salat, berdzikir dan pengkajian agama dipimpin langsung oleh seorang guru besar atau buya Syekh Muhammad Rasyidsyah Fandy. Lokasinya berada di lantai dasar, gedung utama. Jika tahun lalu gedung ini belum di pasang plafon, kini sudah dipasang plafon cukup mewah berwarna putih bercorak hijau.

Di dekat pintu samping tempat salat ini, terdapat beberapa petak kelambu yang bakal disiapkan untuk tempat berdzikir para jemaah suluk. Lalu kami melihat ruangan lantai II. Lokasi ini diberikan sekat dengan persentase sekitar 80 persen untuk laki-laki dan 20 persennya untuk perempuan.

Di dalam ruangan sudah terpasang petakan-petakan besi permanen yang tinggal dipasangi kelambu serta kasur untuk lokasi berdzikir para jemaah suluk. Secara keseluruhan gedung ini sebenarnya bisa menampung hingga 600 petak kelambu berukuran 1 x 1 meter. "Kalau dibuat semuanya bisa untuk 600 kelambu, tapi kita batasi 500 kelambu saja sesuai saran pemerintah. Jadi gedung ini merupakan gedung terbesar di Asia, untuk gedung suluknya," kata Edy sambil menemani berkeliling.

Selanjutnya diajaknya ke dapur khusus yang sedang dilakukan rehab dan pelebaran. Panitia sedang memperlebar lokasi dapur umum ini supaya lebih nyaman dan memudahkan panitia serta tidak mengganggu jemaah yang khusuk melaksanakan ibadah. Terlihat beberapa ibu-ibu yang juga merupakan jemaah Thoreqat Naqsyabandiyah sedang memasak.

Rupanya mereka sedang memasak untuk persiapan kegiatan peringatan Haul Buya Syekh Zainal Arifin ke-15 yang merupakan guru besar Thoreqat Naqsyabandiyah silsilah ke 37 pada Kamis (27/4) malam mendatang. Tidak sembarangan, ibu-ibu yang memasak ini menurut penuturan Edy juga harus dalam keadaan suci, mereka akan berwudhu kembali jika batal.

Selain itu, Edy juga mengantarkan kami melihat lokasi gedung baru mereka yang baru dibeli tahun lalu, persis berada disamping gedung utama ini yang dulunya merupakan rumah warga. Di sini akan dipakai untuk kamar tukang masak, panitia perempuan dan anak-anak. Ia juga mengajak untuk melihat langsung mata air yang berada di belakang gedung utama.

Diyakininya air ini pernah dilakukan uji lab dan hasilnya nol bakteri, sehingga bisa langsung diminum tanpa dimasak. Namun karena tidak terbiasa mereka tetap memasaknya. "Air ini berasal dari mata air dari arah bawah gedung ini. Alhamdulillah meskipun kita sedot terus atau musim kemarau tapi tidak pernah kering," lanjutnya bercerita.

Kamar mandi antara jemaah suluk dengan panitia juga sudah dipisahkan, karena sampai saat ini mereka sudah memiliki luas lahan lebih dari 1,5 hektar. Dimana lokasi parkir untuk kendaraan jemaah suluk juga sangat luas dan representatif. Lokasi tim medis juga sudah memiliki lokasi khusus, berada di depan gedung utama.

Di samping gerbang masuk juga ada pos jaga, sehingga saat kegiatan suluk waktu bulan ramadhan nanti, setiap tamu yang datang harus melapor ke panitia di pos jaga ini. Masih dari cerita Edy, di Indonesia Thoreqat Naqsyabandiyah memiliki jemaah sekitar 150 ribu jemaah, dan di Bengkulu ada sekitar 50 ribu jemaah. Oleh karenanya di Bengkulu ada beberapa tempat suluk
.
Seperti di Kabupaten Mukomuko dan Kaur. Sedangkan di Indonesia ada beberapa lokasi yakni di Pulau Mudo Provinsi Riau, Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara, dan Padang Provinsi Sumatera Barat. (**)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook

0 komentar:

Item Reviewed: Mengunjungi Gedung Suluk di Suka Datang: Terbesar di Asia, Punya Fasilitas Lengkap Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai