Tuesday, 25 April 2017

(Liputan Khusus) Banjir oh Banjir..

Banjir di Jalan Letjend Suprapto Talang Rimbo Lama.
MENUMPUKNYA pemukiman penduduk di pusat Kota Curup menyebabkan saat turun hujan banjir terjadi dimana-mana. Penelusuran wartawan koran ini, banjir terjadi hampir di seluruh jalan dan pemukiman penduduk di lima kecamatan dalam Kota Curup. Meliputi Kecamatan Curup, Curup Utara, Curup Selatan, Curup Tengah dan Curup Timur.

Beberapa ruas jalan dan pemukiman penduduk yang selalu menjadi langgananan banjir seperti di sepanjang jalan Soeprapto Kelurahan Talang Rimbo Baru dan Talang Rimbo Lama, Gang Cokro, Jalan Jenderal Soedirman Kelurahan Air Putih Baru hingga ke Tempel Rejo, jalan DR AK Gani kelurahan Jalan Baru hingga ke Dusun Curup, Jalan Ahmad Yani Kelurahan Sukaraja, Jalan Lintas Curup Lubukinggau di Kelurahan Kesambe Baru, jalan Merdeka Kelurahan Pasar Tengah hingga ke jalan MH Thamrin Air Rambai dan beberapa jalan lainnya.

Banjir tersebut lantaran meluapnya air dari dalam drainase yang tidak kuat lagi menampung derasnya air. Bukan hanya di jalanan, air juga kerap meluap hingga ke pemukiman penduduk. Seperti yang kerap terjadi di pemukiman penduduk di KelurahanTalang Rimbo Baru dan Talang Rimbo Lama, Pelabuhan Baru, Kepala Siring, Karang Anyar, Air Rambai, Air Bang, Banyu Mas dan Kelurahan Tempel Rejo.

Masyarakat yang menjadi langganan banjir salah satunya Anas Abdullah (38) Warga Talang Rimbo Baru mengaku resah setiap kali hujan turun. Apalagi saat musim hujan seperti saat ini. Tokonya selalu digenangi air hingga lebih dari 10 centimeter. "Kalau hujan meskipun tidak terlalu lebat, itu air dari arah Sidorejo, Air Meles Bawah, Banyumas semuanya tumpahnya ya ke sini, di Talang Rimbo Baru ini. Sedangkan drainase di sini sangat kecil sehingga tidak kuat menampung air yang besar, akibatnya air meluap dan menggenangi semua toko dan rumah yang ada di pinggir jalan Soeprapto. Kejadian ini sudah lama, tapi belum ada penanganan dari pihak terkait," keluh Anas.

Hal senada dikatakan Johan (29) warga Kelurahan Pasar Tengah. Ia mengeluhkan kondisi banjir yang kerap melanda jalan Merdeka di Pasar Tengah akibat sumbatan yang kerap terjadi di drainase. "Di Pasar Tengah sering tersumbat drainasenya. Kalau di Simpang Lebong itu kalau air drainase meluap hujan tidak hujan langsung lari ke jalan, karena drainasenya sudah jebol," ungkapnya. (yon)

Banjir di depan MAN Curup, Talang Rimbo Baru

Dampak Pembangunan


Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman RL, Selamet Riadi, ST mengatakan, banyaknya titik banjir tersebut tidak terlepas karena drainase di lingkungan pemukiman penduduk banyak yang sempit, dangkal sehingga tersumbat. Sedangkan drainase saat ini merupakan tempat utama aliran air hujan di kawasan pemukiman karena minimnya serapan di lingkungan pemukiman penduduk.
"Jadi banjir yang kerap terjadi ini merupakan dampak dari pesatnya pembangunan. Terutama banyaknya kawasan perumahan yang dalam pembangunanya tidak memperhatikan serapan air serta saluran drainase yang memenuhi standar. Akibatnya, air hujan semuanya lari ke drainase dan drainase yang kecil tidak mampu menampung air hingga air meluap ke jalan dan rumah warga," papar Selamet.

Faktor lainnya yakni sulitnya pemerintah untuk membuat sodetan guna memecah konsentrasi aliran air yang cukup kencang dari kawasan perumah padat penduduk. Dicontohkannya di Kelurahan Air Bang, daerah yang cenderung miring ini membuat air mengalir deras dan bertumpu pada drainase di Air Bang bagian bawah yang mengarah ke Banyumas. Sayangnya meskipun selalu banjir, Dinas PU tidak diizinkan membuat sodetan di kawasan ini.

Sedangkan banjir terparah yang kerap melanda Jalan Letjend Soeprapto di Kelurahan Talang Rimbo Baru atau tepatnya di depan MAN Curup hingga ke simpang 4 Pasar Atas, menurut Selamet hal ini juga dikarenakan banyaknya sampah di dalam drainase dan besarnya air yang datang dari arah Sidorejo dan Banyumas melalui jaringan drainase di beberapa gang yang ada.
"Drainase di jalan Letjend Soeprapto itu tanggung jawab Pemprov Bengkulu, bagusnya ada pelebaran dan pendalaman drainase itu. Kemudian konsentrasi pembuangan air dari drainase juga harus dipecah supaya tidak terlalu besar dan kuat. Jadi tidak sampai meluap, memang kasihan kalau hujan meskipun tidak terlalu deras pasti airnya menggenangi jalan hingga ke perumahan dan toko warga bahkan sampai ke MAN Curup itu terendam," tandasnya.

Dilarang Bangun Perumahan di Kota


Bupati RL DR (HC) H. Ahmad Hijazi, SH, M.Si juga memberikan tanggapan serius terkait masalah banjir ini. Menurutnya, beberapa kawasan banjir akan ditanggulangi secara bertahap, diharapkan sepanjang satu periode kepemimpinannya ini permasalahan ini tuntas.

Bupati menyebutkan ada beberapa permasalahan yang menjadi faktor penyebab banjir. Mulai dari drainase yang tersumbat sampah, drainase yang kecil dan dangkal hingga pada kurangnya serapan air akibatnya pembangunan perumahan. Oleh karena itu, bupati sudah melarang pengembang atau developper untuk melakukan pembangunan perumahan di kawasan kota. Bupati mengaku tidak akan mengeluarkan izin lagi terkait hal itu. Karena ia ingin melakukan pengembangan Kota Curup ke arah Kecamatan Bermani Ulu Raya dan Bermani Ulu.

Keluhan masyarakat terkait banjir juga direspon oleh Ketua DPRD RL, M. Ali, ST. Ia mengatakan siap mendukung program pemerintah daerah untuk mengatasi banjir ini. Karena itu ia meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk berkoordinasi dengan OPD ditingkat provinsi.
"Memang sudah banyak yang mengeluhkan permasalahan banjir ini. Kalau ada program perbaikan drainase untuk mengatasi banjir ini kami siap mendukung anggarannya di APBD. Tapi karena tidak semua drainase menjadi tanggung jawab kabupaten, maka saya harap OPD terkait berkoordinasi juga dengan Pemprov Bengkulu. Misalnya di jalan Letjend Soeprapto itu drainase harus dibuat dengan baik, begitu juga dengan di Tempel Rejo, itu malah ada yang tidak ada drainasenya padahal itu jalan nasional," kata Ali.

Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu juga mengimbau kepada masyarakat RL agar tidak terbiasa membuang sampah di dalam drainase. Kebiasaan buruk tersebut menurutnya akan merugikan banyak pihak, bukan hanya bisa menyebabkan banjir namun juga bisa merusak drainase yang ada hingga bisa menyebabkan sumber penyakit akibat sumbatan drainase. (yon)

Jalan dan Kawasan Langganan Banjir

- Jalan Letjend Soeprapto
- Jalan Cokro Aminoto
- Jalan Jenderal Soedirman
- Jalan DR AK Gani
- Jalan Ahmad Yani
- Jalan Lintas Curup-Lubukinggau
- Jalan Merdeka
- Jalan MH Thamrin
- Jalan Mayor Salim Batubara
- KelurahanTalang Rimbo Baru
- Kelurahan Talang Rimbo Lama
- Kelurahan Pelabuhan Baru
- Kelurahan Kepala Siring
- Kelurahan Karang Anyar
- Kelurahan Air Rambai
- Kelurahan Dusun Curup
- Kelurahan Air Bang
- Kelurahan Tempel Rejo
- Kelurahan Dusun Curup

**Sumber : Diolah dari berbagai sumber
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook

0 komentar:

Item Reviewed: (Liputan Khusus) Banjir oh Banjir.. Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai