Tuesday, 25 April 2017

Korban Penembakan Polisi Bertambah, Dio Bertekat Ingin jadi Tentara

TEGAR: Dio dan dua adiknya serta ibunya saat menunggu kedatangan jenazah Indra.
SINDANG KELINGI RPP – Raut muka Dio Yoga Fidioka (10) tampak memendam kesedihan yang mendalam ketika mengetahui bapaknya, Indra Yani (35) meninggal dunia. Indra merupakan korban tewas kedua dalam insiden penembakan secara brutal yang dilakukan oknum polisi Lubuklinggau berinisial Brigpol KE pada Selasa, (18/4) lalu. Korban pertama Surini (50) yang tak lain neneknya meninggal di TKP saat tragedi itu terjadi.

Meskipun demikian, sebagai anak tertua, apalagi laki-laki satu-satunya, Dio tampak berusaha tegar. Meskipun bapaknya sudah tiada, namun Dio bertekat harus tetap sekolah setinggi-tingginya untuk mewujudkan cita-citanya. "Aku lanang anak dewean kak, besak gek aku nak jadi tentara," ujar bocah kelas 4 SD itu saat dibincangi wartawan koran ini dikediamannya neneknya di Dusun Sidomulyo Dusun 2 Desa Belitar Muka sore kemarin.

Sementara itu, istri Indra yakni Partiana (33) mengaku sudah mendapat firasat seminggu sebelum kejadian. Saat sedang membersihkan rumah, dirinya mencium bau kapur barus di dalam rumahnya. "Ternyata itulah pertanda suami aku bakal meninggalkanku kami untuk selamanya," tuturnya dengan air mata berlinang.

Partiana mengaku sangat berat menerima kenyataan ini. Apalagi suaminya merupakan tulang punggung keluarga yang setiap hari mencari nafkah dengan menyadap aren untuk dibuat gula merah sekaligus petani kopi. Sejak menikah, ia bersama suami tinggal di rumah orang tuanya Dariah (60) dan Sumarjo (70). Sejak tiga tahun terakhir, setelah ibunya mengalami stroke, suaminyalah yang menjadi tulang punggung keluarga. "Aku minta pertanggungjawaban pihak kepolisian, terhadap nasib ketiga anak aku yang masih kecil," ucapnya.

Korban meninggalkan tiga anak yang masih kecil-kecil yakni Dio Yoga Fidioka (10) kelas 4 SD, Dika Fitria (5,5) dan Dian Aisyah Azahra (1,5). Indra menjadi korban yang mengalami luka tembak cukup parah di bagian leher. Diketahui peluru yang membabi buta pada hari penembakan itu, mengenai tepat bagian tangan kirinya hingga tembus. Sebelumnya, Indra dilarikan ke RSMH Palembang pada Selasa (18/4) malam. Itu dikarenakan pihak rumah sakit di Kota Lubuklinggau sudah tidak mampu lagi melakukan perawatan dan pengobatan terhadap luka yang dialami korban

Polisi Harus Transparan


Sekretaris Persatuan Masyarakat Lembak (PML), Ishak Burmansyah mengecam tindakan arogan anggota Polres Lubuklinggau sehingga menghilangkan nyawa orang lain. "Kami berharap Polda Sumatera Selatan (Sumsel) dan jajarannya melakukan penyidikan secara transparan," ungkapnya saat menghubungi wartawan, belum lama ini.


Ia meminta agar aparat bisa memberikan sanksi yang sesuai terhadap oknum anggota Polres Lubuklinggau yang melakukan penembakan. Minimal pelaku dipecat dari kepolisian. "Saya meminta agar oknum tersebut dipecat dari kesatuannya, karena belajar dari pengalaman yang telah lalu, penyelidikan penembakan yang terjadi kepada warga Lembak yang dilakukan oleh oknum aparat kepolisian, tidak pernah diumumkan secara transparan, termasuk hasil penyelidikannya," kata dia.

Dirinya memastikan akan demo besar-besaran ke Polres Lubuklinggau jika penyidikan yang dilakukan tidak transparan, sebab kasus seperti ini sudah sering terjadi, khususnya warga Lembak yang jadi korban. "Kami akan datangi Polres Lubuklinggau jika penegakan hukum tidak adil bagi keluarga korban," tegasnya. (wsa/nrf)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook

0 komentar:

Item Reviewed: Korban Penembakan Polisi Bertambah, Dio Bertekat Ingin jadi Tentara Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai