Wednesday, 19 April 2017

Kebijakan Mantan Lurah, Salah

DARMANSYAH

Soal Perpanjangan Masa Jabatan RT


CURUP RPP - Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos dan PMD), Drs. Darmansyah, MM menegaskan bahwa kebijakan yang diambil oleh mantan Lurah Karang Anyar Kecamatan Curup Timur, Darussalam telah menyalahi aturan.

Saat ditemui RPP Selasa (18/4) di Kantor Bupati RL, Darmansyah menjelaskan, berdaasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 5 tahun 2007 tentang Pedoman Penataan Lembaga Permasyarakatan, pasal 7 dijelaskan bahwa jenis lembaga kemasyarakatan terdiri dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa atau Kelurahan (LPMD/LPMK)/Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa atau Kelurahan (LKMD/LKMK) atau sebutan nama lain, Lembaga Adat, Tim Penggerak PKK Desa/Kelurahan, RT/RW, Karang Taruna dan     Lembaga Kemasyarakatan lainnya.

Kemudian, pada Pasal 20 ayat (3) dijelaskan bahwa Masa bhakti pengurus Lembaga Kemasyarakatan di desa selama 5 (lima) tahun terhitung sejak pengangkatan dan dapat dipilih kembali untuk periode berikutnya. Sedangkan pada (4) dijelaskan bahwa masa bhakti pengurus Lembaga Kemasyarakatan di kelurahan selama 3 (tiga) tahun terhitung sejak pengangkatan dan dapat dipilih kembali untuk periode berikutnya.
"Artinya masa jabatan RT di kelurahan itu hanya 3 tahun, bukan 5 tahun. Kemudian jabatan RT dan RW itu tidak bisa diperpanjang atau lurah main tunjuk saja. Itu harus dilakukan pemilihan ulang lagi untuk periode berikutnya. Jadi kebijakan yang diambil mantan lurah itu jelas salah," ungkap Darmansyah.

Menurutnya, jika memang jabatan RT itu diperpanjang lantaran ada persetujuan masyarakat harus dituangkan dalam berita acara yang sah dan legalitasnya diakui. "Bahkan dalam pemilihan terbuka itu juga harus dihadiri oleh masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh perempuan," tukasnya.

Sayangnya saat dikonrfirmasi, Camat Curup Timur Arpandi menyerahkan permasalahan ini kepada Lurah Karang Anyara, Ibnu Mas'ud, S,Ag. "Untuk informasi lebih jelasnya silahkan hubungi Lurah Karang Anyar langsung," kata Arpandi.

Sedangkan Ibnu Mas'ud sendiri sedang berada di Bengkulu untuk mengikuti acara pelatihan kampung KB dan baru akan selesai besok, Kamis (20/4). Saat wartawan koran ini mencoba menghubungi melalui ponselnya nomornya dalam kondisi tidak aktif. Bahkan short message service (SMS) yang dikirimkan wartawan juga tidak diresponnya. (yon)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook

0 komentar:

Item Reviewed: Kebijakan Mantan Lurah, Salah Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai