Tuesday, 11 April 2017

Kebelet Nikah, Dua Siswi Gagal UN

BERPIKIR KERAS: Peserta UNBK di SMAN 1 RL saat sedang mencermati soal-soal yang diujikan.
CURUP RPP – Pada pelaksanaan Ujian Nasional (UN) jenjang SMA/MA di Rejang Lebong kemarin, dari 2.223 peserta yang terdaftar, tercatat ada lima orang yang tidak hadir. Rinciannya dua orang keburu menikah, satu orang meninggal dan dua orang lagi drop out (DO). Dua orang yang keburu menikah dan satu orang meninggal merupakan peserta dari SMAN 2 RL. Sementara dua orang peserta yang dinyatakan DO berasal dari SMAN 8 RL.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten RL, Hamdan Mahyudin, S.Pd, MM yang sekaligus Kepala SMAN 2 RL mengatakan, sebenarnya dua orang tersebut sudah diperingatkan agar mengikuti UN terlebih dahulu baru menikah. Karena sangat disayangkan, sudah terdata tetapi gagal UN karena keburu menikah. "Sepertinya pernikahan mereka sudah tidak bisa ditunda lagi, jadi mau tidak mau ya mereka tidak bisa mengikuti UN," sesal Hamdan.

Sementara itu, pantauan RPP pada pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di SMAN 1 RL berlangsung selama 3 sesi dengan jumlah peserta sebanyak 333 orang peserta dan dalam 1 sesi sebanyak 111 orang. Meskipun berjalan dengan lancar namun diakui Kepala SMAN 1 RL, Mawardi, S.Pd untuk menyukseskan UNBK pihaknya terpaksa meminjam laptop dan komputer dari siswa.

Pasalnya sekolah hanya memiliki komputer sebanyak 25 unit saja. Sementara dalam setiap ruangan terdapat 27 hingga 29 unit komputer dan laptop dengan jumlah seluruhnya 4 ruangan untuk seluruh jumlah peserta dalam 1 sesi yaitu 111 unit laptop dan komputer.

Sedangkan untuk masalah jaringan dan listrik hingga sesi terakhir pukul 16.00 WIB semua berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan server dan sistem. Mengingat selain sekolah ini berada di pusat kota, tentu jaringan akan tetap berjalan dengan lancar jika memang tidak ada gangguan vital. Tetapi pihak sekolah tetap antisipasi jika terjadi mati lampu yakni dengan menyediakan genset. "Meskipun lancar ya kita tetap khawatir kalau ada gangguan saat pengunduhan soal, atau hal yang bisa mengganggu kelancaran UN," lanjutnya.

Hal senada disampaikan Kepala SMAN 6 RL, Pujihastuti, S.Pd. Ia mengakui pihak sekolah cukup khawatir adanya gangguan jaringan pada internet saat kegiatan UNBK berlangsung. Sebab sekolah ini berada cukup jauh dari pusat kota yakni di Kecamatan Bermain Ulu, sehingga sangat berkemungkinan akan terjadi gangguan. “Tapi alhamdulillah lancar. Seluruh peserta yang terdata 69 orang hadir semua,” ucapnya.

Terpisah, SMAN 7 RL di Kecamatan Binduriang yang menjadi salah satu sekolah yang masih menggelar ujian nasional kertas dan pensil (UNKP) mengakui soal untuk UNKP tiba tepat waktu. Soal tiba pukul 10.00 WIB, atau setengah jam sebelum sebelum karena UN berlangsung pukul 10.30 WIB. "Alhamdulillah meskipun sekolah kita jauh dari tempat penitipan soal yakni di Polres, tetapi soal untuk 100 orang peserta kita yang hadir semua ini bisa sampai tepat waktu," singkat Kepala SMAN 7 RL, Helmi SS.

Tak Ada Ujian Susulan


SEMENTARA itu berdasarkan jadwal tanggal 19 April mendatang akan digelar ujian susulan bagi peserta Ujian Nasional (UN) jenjang SMK. Namun hingga saat ini belum ada peserta yang mendaftar.

Sekretaris MKKS SMK Kabupaten RL, Asep Suparman, S.Pi, M.Pd menerangkan dalam pelaksanaan UNBK maupun UNKP jenjang SMK pada 3-6 April lalu terdata sebanyak 865 orang peserta UNBK, hadir 842 orang dan Drop Out (DO) 23 orang. Sedangkan untuk peserta UNKP sebanyak terdata sebanyak 141 orang, peserta hadir 10 orang sedangkan DO sebanyak 10 orang. "Dari data yang kita punya seluruhnya DO tidak ada yang izin atau sakit, jadi dipastikan tidak ada peserta yang akan mengikuti ujian susulan," kata Asep.

Meskipun demikian, lanjut Asep, jika dari peserta DO tersebut ada yang baru memberikan keterangan bahwa menyatakan dirinya sakit atau izin tidak hadir. Maka UN susulan bakal digelar dengan berapapun jumlah peserta yang mendaftar. Karena tidak menutup kemungkinan ada peserta DO yang mau mengikuti ujian susulan. "Ya kita berharap mereka yang DO ini masih mau ikut ujian susulan pekan depan," tandasnya.

Untuk teknis pelaksanaan ujian susulannya belum bisa dipastikan lokasinya di mana. Tetapi jika jumlah peserta tidak terlalu banyak biasanya akan digelar di satu lokasi, sedangkan jika jumlahnya banyak ya bisa saja di sekolah masing-masing. (ymr)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook

0 komentar:

Item Reviewed: Kebelet Nikah, Dua Siswi Gagal UN Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai