Wednesday, 5 April 2017

Diminta Biaya Rp 50 Juta, Keluarga Pasien Keberatan

DEWA Syahrlin (18), korban kecelakaan lalu lintas harus dioperasi bedah syaraf dengan biaya Rp 50 juta.
BENGKULU RPP - Dimintai biaya sebesar Rp 50 juta oleh perawat dan kasir di RSUD M Yunus Bengkulu untuk operasi bedah syaraf, keluarga pasien Dewa Syahrlin (18) mengeluh.
"Saya selaku bapak korban, kemarin sudah menghadap perawat dan kasir. Dia minta bayar Rp 50 juta. Saya sanggupi bayar setengah dulu Rp 25 juta. Katanya tidak bisa, harus cash. Sebab mau didatangkan dokter dari Palembang," ujar Yunus, ayah Dewa Syahrlin.

Ia mengatakan, anaknya mengalami kecelakaan beberapa hari lalu di kawasan Pantai Panjang. Sementara untuk mengunakan kartu BPJS, baru diurus dan kemarin selesai. "Anak saya masih sadar. Hasil di IGD, tempurung kepala pecah dan masuk ke dalam. Kemudian pinggang sebelah kiri patah. Sudah tiga hari ini belum ada perubahan. Hanya dikasih infus dan obat lain belum ada," keluhnya.

Sementara saat dikonfirmasi, Direktur RSUD M Yunus, dr. Zulkimaulub, sedang dinas luar dan hanya diterima oleh Plt Kabag Keuangan, Aprianto, S.Km. Ia mengatakan, informasi yang ia terima, tidak seperti yang diterima wartawan.
"Informasi yang saya terima tidak seperti itu. Pasien itu rusak kepalanya berat, tempurung kepalanya masuk ke dalam. Tadi (kemarin, red), sudah saya sampaikan. Ada dua pilihan, dirujuk ke rumah sakit di Palembang atau Jakarta. Atau dioperasi di Bengkulu, kita tidak ada spesialis bedah syaraf dan harus mendatangkan dokter spesialis dari Palembang," ujarnya.

Untuk mendatangkan dokter tamu yang akan melakukan operasi, lanjut Aprianto, membutuhkan biaya dan sekarang ini sudah diberikan informasi. Termasuk BPJS-nya sekarang sedang diproses untuk dirujuk ke rumah sakit. "Saya tidak bisa menjelaskan secara rinci untuk apa uang itu. Sebab saya tidak berkompeten menjelaskannya," tukasnya. (rsi)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook

0 komentar:

Item Reviewed: Diminta Biaya Rp 50 Juta, Keluarga Pasien Keberatan Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai