Thursday, 20 April 2017

Dibantai Bak Teroris!

KRITIS: Kapolres Lubuklinggau dan jajaran ketika menjenguk salah satu korban penembakan di RS Sobirin Lubuklinggau.

Pelaku Harus Dihukum Berat

SINDANG KELINGI RPP – Kaswan (62) menjadi orang yang paling terpukul atas tragedi penembakan anggota keluarganya. Ia masih seakan tak percaya jika istri tercintanya, Surini meninggal dengan cara yang sangat tragis. Belum lagi saat melihat keempat anaknya mengalami luka tembak. Bahkan satu diantaranya yakni Indra harus dilarikan ke rumah sakit Palembang dalam keadaan kritis.
Terlepas siapa yang benar dan siapa yang salah, Kaswan menilai tindakan polisi bukan lagi dalam upaya untuk melumpuhkan tapi sudah melakukan pembantaian. Karena itu ia tidak terima dengan kejadian ini dan meminta pelakunya dihukum setimpal. "Saya minta pelakunya diberi tindakan tegas, sebab ini sudah benar-benar keterlaluan," tegasnya.

"Kalau tembak ya palingan satu peluru, tetapi istri saya meninggal dengan lima tembakan," sambung Kaswan dengan nada meninggi.

BACA JUGA: Sekeluarga Diberondong Peluru Satu Tewas, Lima Kritis

Ia mengaku tindakan polisi yang membabi buta terhadap keluarganya telah membuat keluarga besarnya emosi. Bahkan malam saat kejadian, sejumlah orang dengan menggunakan tiga mobil hendak mendatangi Polres Lubuklinggau guna menuntut pertanggungjawaban. “Warga desa sudah geram dengan aksi pembantaian yang dilakukan oknum polisi terhadap keluarga saya. Bahkan malam tadi, tiga mobil siap menyerang ke Mapolres Lubuklinggau, tapi beruntung masih bisa diredam," ungkapnya.

Kaswan merasa cobaan yang dihadapinya ini sangatlah berat. Apalagi tanggal 8 Mei mendatang keluarganya akan menggelar hajatan sunatan cucunya. "Aku menyesal kenapa aku tidak ikut saja. Memang saat istri aku ngajak pergi kondangan di Muara Beliti aku sedang sibuk merumput di kebun, makanya aku tidak ikut," ujarnya lirih.

Kasus ini juga disayangkan oleh anggota DPRD Kota Lubuklinggau, Wansari. Anggota Fraksi Partai Golkar ini mengaku geram karena tindakan arogan petugas yang memperlakukan keluarga korban bak teroris. Dirinya pun menyesalkan, karena aparat dengan mudahnya memuntahkan peluru terhadap warga sipil.
"Hati saya terenyuh melihat satu keluarga, terlebih ada anak anak di sana yang diperlakukan seperti teroris," ungkapnya, Rabu (19/4).

Ia mendesak, agar Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga atau Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel), Irjen Pol Agung Budi Martoyo untuk menindak tegas anggota polisi yang terlibat.
Di tempat lain Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga telah menyempatkan diri menjenguk anggota keluarga korban. Kedatangan Kapolres ini didampingi oleh sejumlah pejabat utama Polres Lubuklinggau di RS dr. Sobirin Musirawas yang berada di Kota Lubuklinggau. "Sekarang masih dalam pemeriksaan intensif oleh Propam dan diback up Polda. Kalau memang menyalahi protap, tidak menutup kemungkinan sanksi pemberhentian dengan tidak hormat," tegasnya.

Ia menyampaikan, sampai saat ini pihaknya telah memberikan atensi dan terus memonitor para korban, sementara untuk pelaku penembakan masih dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh seksi Propam diback up Polda. Ia memastikan, pelaku penembakan hanya satu orang, yakni Brigadir Polisi Kalingga yang sejak kemarin telah ditempatkan di sel khusus.
"Penanganan masih dalam proses pemeriksaan, kalau memang menyalahi pastinya akan diberikan tindakan tegas, dan sanksi yang terberat pastinya. Namun sesuai tahapan-tahapan yang ada dari mulai teguran teringan, sampai dengan disel," ungkapnya.


OKP Demo Desak Kapolres Mundur


Sementara itu, pascainsiden penembakan, puluhan massa yang tergabung dari berbagai organisasi kepemudaan, berbondong-bondong menuntut Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga mundur dari jabatannya. "Kapolres Lubuklinggau tidak mampu memimpin bawahannya, terbukti saat kejadian penembakan kapolres tidak berada di tempat.  Harusnya Kapolres legowo mundur dari jabatannya," ungkap Saprin Rais, Perwakilan dari BM PAN.

Lain halnya dengan yang disampaikan oleh Ketua GMNI, Angga Juliansah Nasution yang menyayangkan statement Kapolres menegaskan kalau tembakan yang menewaskan Surini adalah pantulan dari tembakkan mengenai ban mobil Honda City dengan Nopol BG 1488 ON.
"Kalau tembakan sasarannya ke ban mobil tidak akan mengenai dan menewaskan Surini yang ada di dalam mobil. Kami sudah klarifikasi dengan Nopianti yang merupakan korban yang saat ini dirawat di RSUD dr Sobirin, tidak ada perlawanan saat tembakan peringatan, mereka sudah berhenti lantas mengapa menembaki mobil. Ini bukan aksi koboy tapi aksi brutal oknum polisi," tambahnya.

Sementara itu, Perwakilan dari KPAID Lubuklinggau, Ade Surya mengutuk keras kejadian tersebut. "Ada anak kecil di dalam mobil yang menjadi korban, ini pasti menimbulkan trauma, karena di pangkuan neneknya ia melihat neneknya tewas kena tembak," ketusnya.  

Sosok Diki Masih Misterius


PRIA bernama Diki (31), pemilik mobil Honda City BD 1488 ON warna hitam yang membawa rombongan keluarga korban ke Muara Beliti, Musirawas ternyata teman Sasik (29), anak bungsu pasangan Kaswan dan almarhumah Surini.

Perkenalan Sasik dengan Diki yang mengaku warga Cirebon, Jawa Barat terjadi saat bulan puasa tahun lalu di sebuah masjid. Oleh Sasik, Diki diajak ke rumah untuk santap sahur. Kepada Sasik, Diki mengaku menjual buku-buku bacaan dengan cara berkeliling ke daerah-daerah seperti Bengkulu, Benteng, Kepahiang Curup. Usai santap sahur dan melaksanakan salat subuh di masjid, Diki berpamitan dan mengaku akan melanjutkan perjalanan ke Lubuklinggau dan daerah-daerah lain.

Baru bulan Oktober 2016 lalu Diki kembali menemui Sasik dan sejak saat itu tinggal dirumahnya. Sehari-hari, Diki berkeliling jualan buku mulai ke Lebong, Linggau, Megang Sakti, Tebing, Lahat, Pagar Alam hingga Singkut Muara Bunga Provinsi Jambi. Setelah berkeliling juaran buku, Diki kembali lagi ke rumah Sasik.

Hingga tibalah hari Selasa (18/4), Diki mengantar keluarga korban ke Lubuklinggau dan terjadi peristiwa nahas itu.  "Kalau kenal nian dengan Diki tidak, tetapi yang saya ketahui Diki jualan buku bacaan dan keliling tiap hari. Jika pulang menginap di rumah,  sejak Oktober tahun lalu," aku Kaswan.

Kaswan menambahkan dari keterangan anaknya di rumah sakit, diketahui saat ada razia, anaknya sudah meminta Diki menghentikan mobil, tetapi Diki justru tancap gas. "Aku juga tak tahu persis kejadiannya, tapi anakku sudah ingatkan Diki untuk berhenti saat polisi razia," tandasnya.(wsa/nrf)

  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook

0 komentar:

Item Reviewed: Dibantai Bak Teroris! Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai