Wednesday, 5 April 2017

BPOM Ajak Masyarakat Awasi Pangan Berbahaya

Deputi III BPOM RI, Drs Suratmono MP menyampaikan sambutan advokasi/workshop perkuat kelembagaan gerakan keamanan pangan desa.
BALAI Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Bengkulu, menggelar advokasi/workshop perkuatan kelembagaan gerakan keamanan pangan desa tahun 2017, Selasa (4/4) di Aula Hotel Syakila Curup Tengah, Kabupaten Rejang Lebong. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati RL H Iqbal Bastari S.Pd MM.

Kepala BPOM Provinsi Bengkulu, Martin Suhendri mengatakan, maraknya produk pangan berbahaya yang beredar di masyarakat tidak cukup bila pendekatannya hanya melalui sampling dan tindakan penyitaan maupun pemusnahan. Namun, kesadaran akan pangan yang sehat dan aman harus tumbuh sendiri dan menjadi budaya di tengah masyarakat. Karena itu pendekatan kepada komunitas masyarakat dengan memberdayakan masyarakat desa untuk mengubah perilaku wajib dilakukan. "Inilah yang mendorong BPOM menginisiasi program gerakan keamanan pangan desa, yang merupakan program kemandirian masyarakat desa dalam menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang aman sampai pada tingkat perseorangan," ujar Martin.

Guna mewujudkan dan meciptakan gerakan keamanan pangan desa ini, diperlukan kerja sama dari sektor terkait, kepala desa atau lurah serta perangkatnya. Sehingga tercipta kader keamanan pangan desa terdiri dari ibu PKK, karang taruna, guru dan koordinator lapangan kegiatan.

Di sisi lain, Deputi III Badan POM RI, Drs Suratmono MP mengatakan, program gerakan keamanan pangan desa ini dilakukan di seluruh Indonesia, dengan target pada tahun 2019 nanti akan melaksanakan program ini di 500 desa. Hingga 2016 lalu, baru berjalan sekitar 360 desa dan ini adalah bagian dari 4 tahapan yang akan dilakukan, yakni melakukan sosialiasi advokasi yang menjelaskan bahwa BPOM memiliki program untuk gerakan keamanan pangan Indonesia, kemudian meningkatkan komitmen bersama, komitmen pemerintah daerah, dinas terkait, tentang pentingnya masalah keamanan pangan. Kenapa harus di desa? Karena banyak industri-industri rumah tangga berada di desa, kemudian populasi penduduknya. "Pada tahap kedua BPOM nanti akan memberikan pelatihan tentang apa yang dimaksud dengan keamanan pangan, apa permasalahannya dan apa yang harus dikendalikan, pelatihan ini nantinya akan diikuti oleh kader-kader desa terdiri dari ibu-ibu PKK, karang taruna, guru, tokoh masyarakat, pihak terkait dan koordinator lapangan kegiatan," pungkas Suratmo.(ae1)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook

0 komentar:

Item Reviewed: BPOM Ajak Masyarakat Awasi Pangan Berbahaya Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai