Wednesday, 8 March 2017

Warga Keluhkan Mahalnya Tarif PDAM

Ilustrasi
RIMBO PENGADANG RPP - Reses anggota DPRD Lebong daerah pemilihan (Dapil) I yang meliputi Kecamatan Topos, Rimbo Pengadang dan Lebong Selatan dilaksankan di Desa Bioa Sengok Kecamatan Rimbo Pengadang, Selasa (7/03).

Reses anggota DPRD tersebut tersebut dimanfaatkan oleh warga untuk menyampaikan keluahan, terutama terkait mahalnya tarif tagihan PDAM Tirta Tebo Emas (TTE) yang dibebankan kepada pelanggan setiap bulannya. Bahkan masyarakat menduga, besarnya tagihan yang dilakukan pihak perusahaan dilakukan tanpa dasar yang jelas. "Kami keberatan dengan tarif PDAM sekarang ini, karena sebelumnya kami hanya membayar puluhan ribu,  namun belakangan ini naik hingga ratusan ribu. Naiknya tarif tagihan ini tidak masuk akal. Perlu diketahui, bahwa sumber air PDAM adanya di desa kami sendiri. Selain itu, petugas yang bertugas di Kantor Cabang PDAM TTE Bioa Sengok sering tidak berada di kantor dan tidak pernah melakukan pengecekkan water meter untuk mengetahui jumlah pemakaian air sebagai dasar penghitungan tarif tagihan. Ada kesan, mereka hanya main tembak-tembak saja, " ungkap Lili, perwakilan Warga Desa Bioa Sengok.

Senada diungkapkan Ketua BPD Bioa Sengok, Tamrin. Menurutnya, masyarakat di Desa Bioa Sengok sebenarnya tidak masalah dengan naiknya tarif PDAM. Hanya saja, masyarakat perlu kejelasan terkait penentuan tarif pelanggan setiap bulannya. "Masyarakat mampu membayar, namun masyarakat perlu mengetahui bagaimana penghitungannya. Apalagi tidak pernah dilakukan pengecekan water meter, " jelasnya.

Keluhan serupa disampaikan Lurah Kelurahan Rimbo Pengadang, Lasudin. Ia sudah menerima banyak laporan dari warga tentang mahalnya tarif PDAM. Bahkan banyak warganya yang dicabut water meternya, karena memilih untuk tidak membayar tarif PDAM. "Ada yang Rp 250 ribu hingga Rp 1 juta. Hal ini tentunya memberatkan masyarakat. Kami harapkan tidak ada lagi pemutusan aliran air. Mengingat semua butuh air untuk kehidupan sehari-hari, " ujarnya.

Sementara itu, anggota DPRD Lebong, Jang Jaya mengungkapkan, permasalahan PDAM tidak hanya terjadi di Desa Bioa Sengok dan Kelurahan Rimbo Pengadang. Melainkan hampir di seluruh Kabupaten Lebong. Ia yang duduk di komisi III selaku mitra PDAM, menegaskan akan memanggil pihak PDAM terkait keluhan yang disampaikan oleh masyarakat. "Jangankan di Kelurahan Rimbo Pengadang atau di Desa Bioa Sengok, di rumah saya sendiri juga seperti itu. Kita akan panggil pihak PDAM untuk melakukan klarifikasi atas apa yang dikeluhkan oleh masyarakat, " tegasnya.(kif)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook
Item Reviewed: Warga Keluhkan Mahalnya Tarif PDAM Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai