Friday, 3 March 2017

Tim Gabungan Temukan Pelanggaran di Tiga Perusahaan

Ilustrasi

TUBEI RPP - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten Lebong, Bambang Teguh, S.Sos mengatakan, Operasi Gabungan Tim Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Disnakertrans) Provinsi Bengkulu dan Disnakertrans Kabupaten Lebong, menemukan sejumlah pelanggaran di tiga perusahaan. Selanjutnya, dari pelanggaran yang ditemukan itu, akan dilengkapi serta mendapat sanksi pembinaan.

Adapun pelanggaran dari tiga perusahaan tersebut, PT BTL didapati pelanggaran tidak ada wajib lapor perusahaan dan konstruksi, belum didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan, belum didaftarkan ke BPJS Kesehatan.

Selain itu, belum bisa menunjukkan Rencana Penggunaan Tenaga Asing (RPTA) dari kementerian, belum bisa menunjukkan PP, belum bisa menunjukkan akte pendirian perusahaan, belum bisa menunjukkan buku upah, tidak bisa menunjukkan sertifikat pendamping, tidak bisa menunjukkan struktur tenaga kerja.

Temuan pelanggaran selanjutnya, di PT TME. Yakni tidak dapat menunjukkan wajib lapor ketenagakerjaan, kerjaan, tidak dapat menunjukkan peraturan perusahaan, tidak dapat menunjukkan daftar upah pekerja, belum mengikutsertakan pekerja dalam program BPJS Kesehatan, tidak dapat menunjukkan bukti kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, tiga unit pesawat angkat angkut jenis alat berat, belum pernah dilakukan pemeriksaan dan pengujian, tiga orang operator alat berat belum dapat menunjukkan SIO (lisensi K3) dan tidak dapat menunjukkan berkas hubungan kerja.

Sedangkan di PT JR, antara lain berupa belum ditemukan struktur organisasi JR, belum ada wajib lapor, belum ada BPJS Ketenagakerjaan, belum ada BPJS Kesehatan, belum ada peraturan perusahaan (PP), belum ditemukan perjanjian kerja (PK) antara tenaga kerja dengan perusahaan, tidak adanya pendamping TKA, 14 alat angkat angkut belum ada pengesahan.

Selain itu, di PT. JR, dua orang tenaga kerja asing (TKA) asal Korea Selatan (Korsel), yakni Park Myungkeun dan Choi Cheol Ho, kedapatan melanggar Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA). Di dalam IMTA dua TKA itu, Park Myungkeun dengan nomor paspor m31444769 yang berkewarganegaraan Korea Selatan lokasi kerja di Bengkulu dengan jabatan sebagai Direksi (Geologis) dan Choi Cheol Ho nomor paspor m12107090 jabatan sebagai marketing manager lokasi kerja Bengkulu. "Karena di dalam IMTA kedua TKA tersebut tidak sesuai dengan alamat lokasi kerja, maka keduanya langsung diamankan dan dibawa ke Bengkulu untuk diproses lebih lanjut, oleh pihak Disnakertrans Provinsi," ujar Teguh.

Ia juga menambahkan, dari tiga perusahaan tersebut, banyak ditemukan pelanggaran yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan tentang Ketenagakerjaan. Sementara mengenai tindak lanjutnya, ditangani pihak Disnakertrans Provinsi Bengkulu, karena pihak kabupaten sifatnya hanya koordinasi. (kif)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook
Item Reviewed: Tim Gabungan Temukan Pelanggaran di Tiga Perusahaan Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai